Ad Placeholder Image

Kenapa Kucing Mencret? Temukan Penyebab dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Kenapa Kucing Mencret? Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Kenapa Kucing Mencret? Temukan Penyebab dan SolusinyaKenapa Kucing Mencret? Temukan Penyebab dan Solusinya

DAFTAR ISI


Melihat anabul kesayangan tampak lemas dan mengalami gangguan pencernaan tentu membuat setiap pemilik merasa khawatir. Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah masalah kucing mencret atau diare. Kondisi ini ditandai dengan perubahan konsistensi kotoran menjadi lebih lembek, cair, bahkan terkadang disertai dengan perubahan warna yang tidak biasa.

Kucing mencret kenapa sebenarnya bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari masalah ringan seperti salah makan hingga kondisi medis yang memerlukan perhatian serius. Sebagai pemilik, kamu perlu memahami bahwa sistem pencernaan kucing cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan maupun asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya.

Penting untuk tidak menyepelekan diare pada kucing, terutama jika terjadi pada anak kucing (kitten) atau kucing senior. Dehidrasi adalah ancaman utama yang bisa berakibat fatal jika cairan yang keluar tidak segera digantikan. Oleh karena itu, melakukan observasi dan memberikan penanganan yang tepat sangat krusial untuk memastikan kesehatan kucing tetap terjaga.

Nah, jika kamu sedang bertanya-tanya kucing mencret kenapa dan bagaimana cara menanganinya, berikut adalah ulasan lengkap mengenai penyebab, gejala, hingga langkah-langkah yang bisa kamu ambil!

Berbagai Penyebab Kucing Mencret

Diare atau mencret pada kucing bukanlah sebuah penyakit tunggal, melainkan gejala dari adanya gangguan pada saluran pencernaan. Berikut adalah beberapa penyebab umum yang sering ditemukan:

1. Perubahan Diet yang Mendadak

Kucing membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan jenis makanan baru. Jika kamu langsung mengganti merek atau jenis makanan kucing (dari wet food ke dry food atau sebaliknya) secara tiba-tiba tanpa masa transisi, sistem pencernaannya bisa terkejut. Hal inilah yang sering menjadi alasan kucing mencret kenapa di saat pemilik baru saja membelikan makanan baru.

2. Intoleransi Makanan dan Alergi

Banyak pemilik kucing yang menganggap memberikan susu sapi adalah hal yang baik. Padahal, sebagian besar kucing dewasa mengalami intoleransi laktosa. Selain itu, bahan tambahan seperti pewarna, pengawet, atau sumber protein tertentu dalam makanan bisa memicu reaksi alergi yang bermanifestasi dalam bentuk diare kronis.

3. Infeksi Parasit (Cacingan)

Parasit internal seperti cacing gelang (roundworms), cacing tambang (hookworms), atau protozoa seperti Giardia dan Coccidia adalah penyebab umum mencret pada kucing, terutama pada kucing yang sering bermain di luar rumah atau yang belum mendapatkan obat cacing secara rutin.

4. Infeksi Bakteri dan Virus

Bakteri seperti Salmonella, Campylobacter, atau E. coli yang berasal dari makanan mentah atau lingkungan yang kotor bisa menyebabkan peradangan usus hebat. Di sisi lain, virus yang sangat berbahaya seperti Feline Panleukopenia juga ditandai dengan gejala diare yang sangat cair dan berdarah.

5. Stres dan Perubahan Lingkungan

Kucing adalah hewan yang sangat menyukai rutinitas. Pindahan rumah, adanya anggota keluarga baru (manusia atau hewan lain), atau suara berisik yang terus-menerus bisa menyebabkan stres psikologis yang berdampak pada gangguan motilitas usus, sehingga kucing menjadi mencret.

Faktor Pemicu Kucing Mencret
  1. Konsumsi makanan sisa manusia yang berbumbu tajam.
  2. Menelan benda asing seperti benang atau karet.
  3. Tertular dari kucing lain yang sedang sakit.

Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai

Selain perubahan tekstur feses, kamu harus memperhatikan gejala klinis lainnya untuk mengetahui tingkat keparahan kondisi kucing. Jika kucing hanya mencret sekali namun tetap aktif dan mau makan, mungkin itu hanya gangguan ringan. Namun, waspadai jika muncul tanda berikut:

  • Lethargy (Lemas): Kucing lebih banyak diam, sembunyi, dan tidak responsif terhadap ajakan bermain.
  • Muntah: Kombinasi muntah dan diare akan mempercepat proses dehidrasi secara drastis.
  • Darah pada Feses: Adanya darah segar atau feses berwarna hitam (melena) menunjukkan adanya luka atau perdarahan di saluran cerna.
  • Penurunan Nafsu Makan: Kucing yang menolak makan lebih dari 24 jam berisiko mengalami lipidosis hepatik (gangguan hati).
  • Dehidrasi: Coba tarik kulit di tengkuk kucing; jika kulit lambat kembali ke posisi semula, itu tandanya kucing kekurangan cairan.

Cara Mengatasi Kucing Mencret di Rumah

Untuk kasus mencret yang tergolong ringan, kamu bisa mencoba beberapa langkah penanganan awal di rumah untuk membantu menenangkan pencernaannya:

1. Puasa Singkat dan Diet Hambar

Memberikan waktu istirahat bagi saluran pencernaan selama 6-12 jam (hanya untuk kucing dewasa, jangan lakukan pada kitten) terkadang membantu. Setelah itu, berikan makanan hambar seperti ayam rebus tanpa bumbu atau nasi putih sedikit demi sedikit.

2. Pastikan Hidrasi Terjaga

Sediakan air minum bersih di beberapa titik. Jika perlu, tambahkan sedikit kaldu ayam murni (tanpa bawang dan garam) untuk memancing kucing minum lebih banyak guna menggantikan cairan yang hilang akibat mencret.

3. Pemberian Probiotik Khusus Hewan

Probiotik dapat membantu menyeimbangkan kembali bakteri baik di dalam usus kucing. Pastikan menggunakan produk yang memang diformulasikan khusus untuk kucing.

Untuk menunjang pemulihan, kamu bisa mencari suplemen pendukung atau beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk kebutuhan kesehatan hewan peliharaanmu.

Kapan Harus Menghubungi Dokter Hewan?

Jika kondisi mencret tidak membaik dalam 24 jam, atau jika disertai dengan muntah dan demam, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional. Diagnosis yang tepat melalui pemeriksaan feses atau tes darah sangat diperlukan untuk menentukan apakah penyebabnya adalah infeksi virus berat atau gangguan organ dalam.

Jangan mencoba memberikan obat manusia seperti Loperamide tanpa pengawasan medis, karena dosis yang salah bisa berakibat fatal bagi kucing. Jika kamu merasa ragu dengan kondisi kesehatan kucingmu, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja melalui layanan chat yang tersedia di aplikasi.

Studi Mengenai Kesehatan Pencernaan Kucing

Journal of Feline Medicine and Surgery menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa microbiota usus memainkan peran krusial dalam pertahanan imun kucing. Gangguan pada keseimbangan bakteri ini seringkali menjadi pemicu utama diare kronis pada kucing domestik.

Studi tersebut menekankan bahwa penggunaan probiotik yang tepat dapat mempersingkat durasi diare akut pada kucing dibandingkan dengan pemberian antibiotik yang terkadang justru merusak flora normal usus.

Mengalami Kendala pada Kesehatan Kucing Kesayangan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan pada hewan peliharaan atau bingung mengenai gejala yang muncul? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kesehatan kucing adalah prioritas bagi setiap pemiliknya. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, kondisi mencret biasanya dapat segera teratasi. Pastikan lingkungan selalu bersih dan makanan yang diberikan memiliki kualitas nutrisi yang baik.

Kamu bisa mendapatkan berbagai keperluan produk kesehatan hewan dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, konsultasikan selalu gejala yang mencurigakan kepada ahli medis profesional agar anabul kesayanganmu bisa kembali aktif bermain.

Referensi:
Cornell Feline Health Center. Diakses pada 2026. Feline Diarrhea.
VCA Animal Hospitals. Diakses pada 2026. Diarrhea in Cats.
WebMD Pets. Diakses pada 2026. Cat Diarrhea: Causes and Treatments.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Zoonotic Diseases (Animal to Human).

FAQ

1. Apakah kucing mencret boleh dikasih susu?

Sebaiknya tidak, karena banyak kucing mengalami intoleransi laktosa yang justru akan memperparah kondisi mencretnya. Berikan air putih atau oralit khusus hewan saja.

2. Apa makanan terbaik saat kucing sedang diare?

Makanan hambar seperti ayam rebus tanpa tulang, kulit, dan bumbu adalah pilihan terbaik untuk sementara waktu karena mudah dicerna oleh usus kucing.

3. Berapa lama kucing mencret bisa sembuh?

Untuk diare ringan akibat makanan, biasanya membaik dalam 1-2 hari. Jika lebih dari itu, segera bawa ke dokter hewan karena risiko dehidrasi meningkat.

4. Apakah kucing mencret bisa menular ke manusia?

Beberapa penyebab mencret seperti parasit Giardia atau bakteri Salmonella bersifat zoonosis, artinya bisa menular ke manusia melalui kontak dengan kotoran yang terinfeksi. Selalu cuci tangan setelah membersihkan litter box.