Ad Placeholder Image

Kenapa Kuku Mengelupas? Ketahui 5 Penyebab Utamanya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Mei 2026

Kenapa Kuku Mengelupas? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Kuku Mengelupas? Ketahui 5 Penyebab Utamanya!Kenapa Kuku Mengelupas? Ketahui 5 Penyebab Utamanya!

Kenapa Kuku Mengelupas? Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kuku mengelupas adalah kondisi umum saat lapisan kuku teratas terpisah dari lapisan di bawahnya. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh faktor eksternal seperti trauma atau paparan lingkungan kering. Namun, kuku mengelupas juga dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk infeksi atau penyakit sistemik. Memahami penyebabnya penting untuk penanganan yang tepat dan pencegahan kondisi ini.

Apa Itu Kuku Mengelupas?

Kuku mengelupas, atau onikoskisis, adalah kondisi ketika ujung kuku jari tangan atau kaki terbelah menjadi beberapa lapisan. Fenomena ini membuat kuku terlihat rapuh, mudah patah, dan tidak rata. Kuku yang mengelupas bisa terasa kasar saat disentuh dan seringkali menimbulkan ketidaknyamanan.

Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, meskipun lebih sering terjadi pada orang dewasa. Identifikasi penyebabnya adalah langkah awal untuk mengatasi masalah kuku mengelupas secara efektif.

Gejala Kuku Mengelupas

Gejala utama kuku mengelupas adalah terpecahnya lapisan kuku. Beberapa tanda lain yang mungkin muncul meliputi:

  • Permukaan kuku terasa kasar dan tidak rata.
  • Kuku mudah patah atau retak.
  • Warna kuku mungkin berubah menjadi lebih kusam atau kekuningan.
  • Adanya celah atau rongga di antara lapisan kuku.
  • Nyeri atau perih jika bagian kuku yang mengelupas mengenai kulit.

Kenapa Kuku Mengelupas: Penyebab Umum

Kuku mengelupas seringkali disebabkan oleh kombinasi faktor lingkungan dan kondisi internal tubuh. Memahami berbagai penyebabnya dapat membantu dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

1. Cedera Fisik atau Trauma

Penyebab paling umum kuku mengelupas adalah cedera fisik berulang pada kuku. Ini bisa terjadi akibat aktivitas sehari-hari seperti mengetik, memainkan alat musik, atau pekerjaan manual. Benturan kecil atau tekanan berulang pada ujung kuku dapat merusak struktur keratin yang membentuk kuku, menyebabkan lapisan-lapisan kuku terpisah.

2. Paparan Bahan Kimia

Kontak berulang dengan bahan kimia keras dapat melemahkan dan mengeringkan kuku. Contohnya termasuk penggunaan sabun cuci piring yang kuat, deterjen, produk pembersih rumah tangga, atau penghapus cat kuku (aseton) yang berlebihan. Bahan-bahan ini menghilangkan minyak alami pada kuku, menjadikannya rapuh dan mudah mengelupas.

3. Terlalu Sering Basah dan Kering

Perubahan kondisi kuku dari basah ke kering secara berulang kali juga dapat memicu kuku mengelupas. Misalnya, sering mencuci tangan atau piring tanpa menggunakan sarung tangan pelindung. Kuku menyerap air dan kemudian mengembang saat basah, lalu mengerut saat kering. Proses ini dapat menyebabkan lapisan kuku pecah seiring waktu.

4. Infeksi Jamur (Onikomikosis)

Infeksi jamur pada kuku, atau onikomikosis, dapat menyebabkan kuku menjadi tebal, rapuh, berubah warna, dan mengelupas. Jamur tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan hangat, menyerang struktur kuku dan merusak integritasnya. Gejala ini seringkali disertai dengan rasa gatal atau bau tidak sedap.

5. Kekurangan Nutrisi atau Vitamin

Kesehatan kuku sangat bergantung pada asupan nutrisi yang cukup. Kekurangan vitamin dan mineral tertentu dapat menyebabkan kuku menjadi lemah dan mengelupas. Misalnya, kekurangan zat besi, biotin (vitamin B7), vitamin C, atau protein dapat memengaruhi pertumbuhan dan kekuatan kuku.

6. Masalah Kesehatan Lain

Beberapa kondisi medis mendasar juga dapat menjadi penyebab kuku mengelupas. Contohnya:

  • Anemia: Kekurangan sel darah merah yang sehat dapat mengurangi pasokan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk kuku, membuatnya lemah dan rapuh.
  • Hipotiroidisme: Kondisi kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat memperlambat metabolisme tubuh, memengaruhi pertumbuhan kuku dan membuatnya kering serta mengelupas.
  • Psoriasis: Penyakit autoimun ini dapat menyebabkan perubahan pada kuku, seperti penebalan, perubahan warna, dan pengelupasan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kuku mengelupas tidak membaik dengan perawatan rumahan, atau jika disertai dengan gejala lain seperti perubahan warna yang signifikan, nyeri, pembengkakan, atau tanda-tanda infeksi (kemerahan dan nanah), sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat membantu mendiagnosis penyebab pastinya dan merekomendasikan penanganan yang sesuai.

Cara Mengatasi Kuku Mengelupas di Rumah

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengatasi kuku mengelupas dan meningkatkan kesehatannya:

  • Menjaga Kelembapan Kuku: Oleskan pelembap kuku atau minyak kutikula secara teratur, terutama setelah mencuci tangan atau mandi.
  • Melindungi Kuku: Gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah tangga yang melibatkan air atau bahan kimia.
  • Hindari Trauma Berulang: Potong kuku secara pendek dan hindari menggunakan kuku sebagai alat.
  • Batasi Penggunaan Produk Kuku Agresif: Kurangi penggunaan cat kuku, penghapus cat kuku berbahan aseton, dan ekstensi kuku.
  • Perhatikan Asupan Nutrisi: Pastikan pola makan kaya protein, vitamin, dan mineral. Suplemen biotin mungkin direkomendasikan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Pencegahan Kuku Mengelupas

Mencegah kuku mengelupas melibatkan perawatan rutin dan perubahan gaya hidup. Hindari kebiasaan menggigit kuku atau mencungkil kutikula. Jaga kuku tetap bersih dan kering untuk mencegah infeksi.

Pilih produk perawatan kuku yang lembut dan bebas bahan kimia keras. Pertimbangkan untuk memakai alas kaki yang nyaman dan berventilasi baik untuk kuku kaki.

Kesimpulan

Kuku mengelupas adalah masalah umum yang dapat diatasi dengan perawatan yang tepat dan perubahan gaya hidup. Penting untuk mengidentifikasi penyebabnya, apakah itu akibat trauma, paparan bahan kimia, atau kondisi kesehatan yang mendasari. Jika kuku mengelupas terus-menerus atau disertai gejala lain, jangan ragu untuk mencari bantuan medis.

Untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut, kunjungi Halodoc. Temukan dokter spesialis kulit yang dapat memberikan saran dan rekomendasi terapi sesuai kondisi. Manfaatkan juga fitur cek lab di Halodoc untuk pemeriksaan nutrisi atau kondisi kesehatan lainnya.