Kenapa Mata Anak Berair? Ini Lho Penyebabnya.

Kenapa Mata Anak Berair? Memahami Penyebab dan Penanganannya
Mata anak berair adalah kondisi umum yang sering membuat orang tua khawatir. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang ringan dan bisa sembuh sendiri hingga kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Memahami penyebab mata anak berair sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Penyebab Umum Mata Anak Berair
Air mata berfungsi melumasi dan membersihkan mata. Namun, produksi air mata berlebihan atau kesulitan drainase dapat membuat mata anak terus-menerus berair. Beberapa penyebab paling sering meliputi:
- Penyumbatan Saluran Air Mata
- Infeksi Mata
- Alergi
- Iritasi Akibat Lingkungan
- Adanya Benda Asing
Penyumbatan saluran air mata atau dakriostenosis kongenital adalah penyebab paling umum mata berair pada bayi baru lahir. Saluran air mata belum terbuka sempurna, sehingga air mata menumpuk dan sering kali keluar melewati kelopak mata.
Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi dan seringkali membaik sendiri seiring waktu, biasanya pada usia 6-12 bulan, tanpa intervensi khusus.
Infeksi dapat menyebabkan mata berair, merah, dan mungkin disertai kotoran mata. Salah satu jenis infeksi yang umum adalah konjungtivitis atau mata merah muda, yaitu peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.
Infeksi juga bisa terjadi karena virus, seperti yang menyertai pilek atau flu, atau bakteri.
Reaksi alergi terhadap iritan tertentu seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau asap dapat memicu produksi air mata berlebih. Mata anak mungkin juga terlihat merah, gatal, dan bengkak akibat alergi.
Biasanya, alergi juga disertai gejala lain seperti bersin-bersin atau hidung meler.
Paparan mata terhadap angin kencang, cahaya terang, asap, atau bahan kimia tertentu dapat menyebabkan iritasi. Tubuh secara alami akan memproduksi lebih banyak air mata untuk membersihkan iritan tersebut.
Mata kering, meskipun terdengar paradoks, juga bisa menyebabkan mata berair sebagai respons kompensasi.
Benda asing kecil seperti bulu mata, pasir, atau debu yang masuk ke mata dapat menyebabkan iritasi hebat. Mata akan berair secara refleks untuk mencoba mengeluarkan benda asing tersebut.
Kondisi ini seringkali disertai rasa tidak nyaman atau nyeri pada mata.
Kapan Harus Memeriksakan ke Dokter?
Meskipun banyak kasus mata berair tidak berbahaya, ada beberapa tanda dan gejala yang mengindikasikan perlunya pemeriksaan medis segera. Konsultasikan dengan dokter jika mata anak berair disertai dengan:
- Kotoran mata berwarna kuning atau hijau (belekan).
- Mata merah atau bengkak.
- Anak rewel, terutama jika terus-menerus menggosok mata atau tampak kesakitan.
- Demam atau gejala sakit lainnya.
- Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
- Adanya benjolan atau kemerahan pada area sekitar mata.
- Pada bayi, mata berair yang disertai kekeruhan pada kornea atau tampak kebiruan, yang bisa menjadi tanda kondisi serius seperti glaukoma kongenital. Glaukoma adalah kondisi tekanan tinggi di dalam mata yang dapat merusak saraf optik.
Penanganan Awal dan Pencegahan
Penanganan mata anak berair sangat tergantung pada penyebabnya. Namun, ada beberapa langkah awal yang dapat dilakukan:
- Bersihkan Mata dengan Lembut
- Pijatan Saluran Air Mata
- Hindari Pemicu Alergi
- Gunakan Kacamata Pelindung
- Jaga Kebersihan Tangan
Gunakan kapas bersih yang dibasahi air hangat untuk membersihkan area mata dan kelopak mata secara perlahan. Lakukan dari bagian dalam mata ke arah luar.
Untuk bayi dengan penyumbatan saluran air mata, dokter mungkin merekomendasikan pijatan lembut di area kantung air mata untuk membantu membukanya.
Jika dicurigai alergi, identifikasi dan hindari pemicunya sebisa mungkin. Jaga kebersihan lingkungan rumah dari debu dan bulu hewan.
Saat anak bermain di luar ruangan atau terpapar angin, kacamata pelindung dapat membantu mengurangi iritasi dari lingkungan.
Ajarkan anak untuk tidak menggosok mata dengan tangan kotor untuk mencegah infeksi.
Kesimpulan
Mata anak berair seringkali merupakan kondisi yang tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri, terutama pada bayi dengan penyumbatan saluran air mata. Namun, penting untuk selalu memantau gejala lain yang menyertainya.
Jika muncul tanda-tanda infeksi, alergi parah, atau gejala yang mengkhawatirkan lainnya, segera konsultasikan dengan dokter. Mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.
Untuk penanganan lebih lanjut dan konsultasi medis yang akurat, jangan ragu untuk menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc.



