Kenapa Mata Berair dan Merah? Ini 7 Penyebab Umumnya

Mengenal Lebih Dekat Kenapa Mata Berair dan Merah
Kondisi mata berair dan merah adalah keluhan yang cukup sering dialami, dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Fenomena ini terjadi ketika pembuluh darah di mata melebar sebagai respons terhadap iritan atau infeksi. Selain itu, mata akan memicu produksi air mata berlebih sebagai upaya membersihkan diri dari zat asing atau meredakan iritasi.
Pemahaman mengenai penyebab mata berair dan merah penting untuk penanganan yang tepat. Kondisi ini bisa bersifat ringan dan mereda dengan sendirinya, namun juga bisa menjadi indikasi masalah kesehatan mata yang lebih serius dan memerlukan perhatian medis.
Apa Itu Mata Berair dan Merah?
Mata berair dan merah merupakan respons alami tubuh terhadap berbagai rangsangan. Mata merah disebabkan oleh pelebaran atau pecahnya pembuluh darah kecil di permukaan mata atau di konjungtiva, selaput bening yang menutupi bagian putih mata. Sementara itu, mata berair adalah produksi air mata yang berlebihan, bisa karena iritasi, peradangan, atau upaya mata untuk melumasi dirinya.
Gejala penyerta lain mungkin termasuk rasa gatal, perih, sensasi terbakar, atau penglihatan kabur. Kondisi ini dapat muncul pada satu mata atau kedua mata secara bersamaan, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Penyebab Umum Kenapa Mata Berair dan Merah
Ada beragam faktor yang dapat menjadi alasan mengapa mata berair dan merah. Memahami penyebabnya membantu dalam menentukan langkah penanganan yang efektif.
- Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi): Ini adalah salah satu penyebab paling umum. Reaksi alergi terhadap serbuk sari, debu, bulu hewan, atau jamur dapat menyebabkan mata terasa gatal, merah, dan berair. Sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen, melepaskan histamin yang memicu peradangan pada mata.
- Iritasi Lingkungan: Paparan asap rokok, polusi udara, bahan kimia dalam produk pembersih, atau klorin di kolam renang dapat mengiritasi mata. Iritasi ini memicu mata menjadi merah dan menghasilkan air mata secara berlebihan untuk membilas zat iritan.
- Infeksi Mata: Infeksi bakteri atau virus, seperti konjungtivitis (mata merah muda), dapat menyebabkan mata berair dan merah. Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, seringkali disertai dengan rasa gatal, nyeri, dan keluarnya cairan (belekan).
- Mata Kering: Meskipun terdengar kontradiktif, mata kering juga bisa menyebabkan mata berair. Ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata berkualitas baik untuk pelumasan, iritasi dapat terjadi. Sebagai respons, mata akan mencoba mengkompensasi dengan menghasilkan air mata berlebihan, yang seringkali memiliki kualitas kurang baik dan cepat menguap.
- Cedera Ringan Kornea: Goresan kecil pada kornea akibat benda asing (seperti bulu mata atau debu), gesekan kuku, atau penggunaan lensa kontak yang kasar dapat menyebabkan mata merah dan berair sebagai respons terhadap trauma.
- Penggunaan Lensa Kontak yang Tidak Benar: Lensa kontak yang kotor, kedaluwarsa, atau digunakan terlalu lama dapat memicu iritasi, infeksi, dan kurangnya oksigenasi pada mata. Kondisi ini menyebabkan mata menjadi merah dan berair.
- Peradangan Lain:
- Blefaritis: Peradangan pada kelopak mata yang menyebabkan mata merah, gatal, bengkak, dan seringkali berair. Ini sering disebabkan oleh bakteri atau masalah kelenjar minyak di kelopak mata.
- Uveitis: Peradangan pada uvea, lapisan tengah mata yang mengandung banyak pembuluh darah. Uveitis dapat menyebabkan mata merah, nyeri, sensitif terhadap cahaya, dan penglihatan kabur. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera karena berpotensi serius.
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis?
Meskipun seringkali ringan, ada beberapa tanda bahwa kondisi mata berair dan merah memerlukan evaluasi profesional:
- Mata sangat nyeri.
- Sensitivitas terhadap cahaya yang ekstrem (fotofobia).
- Perubahan penglihatan yang tiba-tiba, seperti buram atau adanya kilatan cahaya.
- Keluarnya nanah dari mata.
- Mata merah setelah cedera atau paparan bahan kimia.
- Gejala tidak membaik setelah beberapa hari.
Penanganan dan Pencegahan Mata Berair dan Merah
Penanganan awal tergantung pada penyebabnya. Untuk kasus alergi, menghindari alergen dan menggunakan obat tetes mata antihistamin dapat membantu. Jika disebabkan iritasi, membilas mata dengan air bersih atau larutan garam steril bisa meredakan. Kompres dingin juga dapat mengurangi peradangan dan rasa tidak nyaman.
Pencegahan meliputi:
- Mencuci tangan secara teratur untuk menghindari penyebaran infeksi.
- Menghindari pemicu alergi dan iritasi sebisa mungkin.
- Menggunakan kacamata pelindung saat berada di lingkungan berdebu atau berisiko terpapar bahan kimia.
- Mengikuti petunjuk penggunaan dan kebersihan lensa kontak secara ketat.
- Istirahat mata secara teratur, terutama saat bekerja di depan layar komputer.
Rekomendasi Halodoc
Mata berair dan merah dapat menjadi indikator berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga serius. Jika gejala tidak membaik, memburuk, atau disertai dengan nyeri hebat dan gangguan penglihatan, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan profesional medis. Melalui aplikasi Halodoc, dapatkan konsultasi dengan dokter spesialis mata terpercaya untuk diagnosis akurat dan rencana perawatan yang sesuai.



