Mata Bintitan Tak Sembuh-Sembuh? Ini Biang Keroknya!

Bintitan, atau dalam istilah medis disebut hordeolum, merupakan benjolan kecil mirip jerawat yang muncul di tepi kelopak mata. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kelenjar minyak di kelopak mata. Meski seringkali sembuh sendiri dalam beberapa hari dengan perawatan sederhana di rumah, tidak jarang pula bintitan yang tak kunjung sembuh. Situasi ini bisa menjadi indikasi adanya masalah yang lebih kompleks, mulai dari perubahan kondisi benjolan hingga infeksi berulang akibat kebersihan yang kurang optimal atau penyakit mata lain.
Apa Itu Bintitan?
Bintitan adalah infeksi kelenjar minyak di kelopak mata yang menyebabkan benjolan merah, bengkak, dan nyeri. Ada dua jenis bintitan, yaitu bintitan luar (eksternal), yang terjadi pada kelenjar Zeis atau Moll di tepi kelopak mata, dan bintitan dalam (internal), yang melibatkan kelenjar Meibomian di bagian dalam kelopak mata. Bakteri Staphylococcus aureus adalah penyebab paling umum dari infeksi ini. Bintitan biasanya akan mengeluarkan nanah dan kemudian mengempis dalam waktu singkat.
Gejala Bintitan yang Umum
Gejala bintitan dapat bervariasi, namun umumnya meliputi:
- Benjolan merah dan nyeri di tepi atau di dalam kelopak mata.
- Bengkak pada kelopak mata yang terkena.
- Mata terasa gatal atau iritasi.
- Terasa ada sesuatu yang mengganjal di mata.
- Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
- Terbentuknya bintik nanah kecil di tengah benjolan.
Kenapa Mata Bintitan Tidak Sembuh Sembuh?
Ada beberapa alasan mengapa bintitan tidak kunjung membaik atau bahkan kembali muncul. Memahami penyebab ini penting untuk penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
1. Berubah Menjadi Kalazion
Jika bintitan tidak sembuh dan benjolan tetap ada meski rasa nyeri dan kemerahan telah mereda, kemungkinan besar bintitan tersebut telah berkembang menjadi kalazion. Kalazion adalah benjolan kronis yang tidak nyeri, terbentuk akibat penyumbatan kelenjar minyak (Meibomian) di kelopak mata. Ini bukan infeksi aktif, melainkan peradangan yang tersisa dari bintitan sebelumnya. Kalazion mungkin memerlukan intervensi medis untuk menghilangkannya jika tidak hilang dengan sendirinya.
2. Infeksi Bakteri Berulang
Bintitan dapat muncul kembali jika ada infeksi bakteri berulang. Hal ini seringkali disebabkan oleh:
- Kebersihan Tangan yang Buruk: Sering menyentuh mata dengan tangan yang tidak bersih dapat mentransfer bakteri ke kelopak mata.
- Penggunaan Kosmetik Kedaluwarsa: Kosmetik mata, seperti maskara atau eyeliner, yang sudah kedaluwarsa atau terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan infeksi.
- Tidak Membersihkan Riasan Mata: Tidur dengan riasan mata dapat menyumbat kelenjar minyak dan meningkatkan risiko infeksi.
3. Blefaritis
Blefaritis adalah kondisi peradangan kronis pada kelopak mata. Kondisi ini dapat menyebabkan kelenjar minyak tersumbat dan menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak, sehingga bintitan sering muncul dan sulit sembuh. Gejala blefaritis meliputi mata merah, gatal, berair, dan kelopak mata yang mengelupas.
4. Perawatan yang Salah
Upaya penanganan yang tidak tepat justru bisa memperparah kondisi bintitan dan memperlambat penyembuhan. Salah satu kesalahan umum adalah memencet bintitan. Memencet bintitan dapat menyebarkan infeksi, memperburuk peradangan, dan bahkan menyebabkan komplikasi serius lainnya.
Pengobatan Bintitan yang Tidak Sembuh Sembuh
Apabila bintitan tak kunjung membaik setelah beberapa hari atau kondisinya memburuk, segera periksakan diri ke dokter mata. Dokter akan melakukan diagnosis pasti untuk mengetahui penyebab mengapa bintitan tidak sembuh dan menentukan penanganan yang sesuai.
- Obat-obatan: Dokter mungkin meresepkan antibiotik topikal (salep atau tetes mata) atau antibiotik oral untuk mengatasi infeksi bakteri.
- Prosedur Medis Kecil: Untuk kalazion yang besar atau bintitan yang tidak merespons pengobatan, dokter dapat melakukan prosedur insisi dan drainase (sayatan kecil untuk mengeluarkan isi benjolan).
- Kompres Hangat: Ini adalah perawatan rumahan yang disarankan untuk membantu membuka kelenjar yang tersumbat dan mempercepat drainase.
Pencegahan Bintitan Berulang
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bintitan berulang:
- Cuci tangan secara teratur, terutama sebelum menyentuh mata.
- Jaga kebersihan kelopak mata dengan membersihkannya setiap hari, terutama bagi penderita blefaritis.
- Gunakan kosmetik mata yang masih baru dan buang yang sudah kedaluwarsa. Hindari berbagi kosmetik.
- Bersihkan riasan mata secara menyeluruh sebelum tidur.
- Hindari memencet atau menggosok mata secara berlebihan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika bintitan:
- Tidak membaik setelah 48 jam perawatan rumahan.
- Sangat nyeri atau semakin membesar.
- Mempengaruhi penglihatan.
- Disertai demam atau pembengkakan kelenjar getah bening.
- Sering kambuh.
Segera cari bantuan medis dari dokter mata. Penanganan yang cepat dan tepat akan membantu mencegah komplikasi serta memastikan kesehatan mata tetap terjaga.
Jika bintitan tak kunjung sembuh atau sering kambuh, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mata. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah menemukan dokter spesialis mata terpercaya, membuat janji, atau melakukan konsultasi secara online untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat. Kesehatan mata merupakan prioritas yang tidak boleh diabaikan.



