Ad Placeholder Image

Kenapa Mata Juling? Bukan Cuma Genetik, Ini Alasannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   21 April 2026

Kenapa Mata Juling? Simak Jawaban Ringkas Ini Yuk!

Kenapa Mata Juling? Bukan Cuma Genetik, Ini Alasannya!Kenapa Mata Juling? Bukan Cuma Genetik, Ini Alasannya!

Mata juling atau strabismus adalah kondisi ketika kedua mata tidak sejajar dan tidak mampu fokus pada satu titik secara bersamaan. Satu mata mungkin melihat lurus ke depan, sementara mata lainnya mengarah ke dalam, keluar, atas, atau bawah. Kondisi ini bisa terjadi secara terus-menerus atau hanya sesekali, serta dapat memengaruhi salah satu mata atau bergantian.

Kondisi mata juling seringkali disebabkan oleh gangguan pada koordinasi otot mata, masalah saraf, atau bagian otak yang mengendalikan gerakan mata. Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi penglihatan jangka panjang.

Apa Itu Mata Juling (Strabismus)?

Mata juling, yang dalam istilah medis dikenal sebagai strabismus, adalah suatu kondisi gangguan penglihatan yang menyebabkan kedua bola mata tidak dapat bekerja sama untuk melihat ke arah yang sama. Akibatnya, setiap mata fokus pada objek yang berbeda atau salah satu mata terlihat melenceng dari posisi normalnya.

Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mempersepsikan kedalaman dan dapat menyebabkan penglihatan ganda atau penurunan penglihatan pada salah satu mata jika tidak ditangani. Strabismus dapat muncul sejak lahir atau berkembang di kemudian hari, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Kenapa Mata Juling? Memahami Penyebab Utamanya

Mata juling terjadi karena adanya masalah pada sistem yang mengontrol gerakan mata, melibatkan otot, saraf, atau otak. Berikut adalah penyebab umum kondisi mata juling:

  • Ketidakseimbangan Otot Mata: Setiap mata memiliki enam otot yang bertanggung jawab untuk menggerakkan bola mata ke berbagai arah. Pada penderita strabismus, otot-otot ini tidak berfungsi secara selaras. Ketidakselarasan ini menyebabkan satu mata menarik ke arah yang berbeda, sehingga mata tidak sejajar.
  • Masalah Neurologis: Gangguan pada saraf atau bagian otak yang mengontrol gerakan mata juga dapat menjadi penyebab utama. Saraf dan otak berperan penting dalam mengirimkan sinyal agar kedua mata dapat bergerak secara sinkron. Apabila ada kerusakan atau gangguan pada jalur saraf ini, koordinasi mata akan terganggu.

Faktor Risiko Pemicu Mata Juling

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami mata juling. Memahami faktor risiko ini penting untuk deteksi dini dan pencegahan:

  • Genetik atau Riwayat Keluarga: Seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami strabismus jika ada anggota keluarga yang juga memiliki kondisi mata juling. Faktor keturunan ini menunjukkan adanya predisposisi genetik.
  • Gangguan Penglihatan (Refraksi): Masalah penglihatan yang tidak terkoreksi seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), atau astigmatisme, dapat membebani mata. Beban berlebih ini bisa menyebabkan satu mata berusaha lebih keras dan akhirnya tidak sejajar.
  • Kelahiran Prematur: Bayi yang lahir prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah perkembangan, termasuk gangguan pada sistem saraf dan otot mata yang dapat memicu strabismus.
  • Kondisi Neurologis Tertentu: Beberapa kondisi neurologis dapat memengaruhi kontrol otot mata. Ini termasuk Cerebral Palsy, yang memengaruhi koordinasi dan gerakan otot; Sindrom Down, yang sering disertai dengan kelemahan otot; serta hidrosefalus, penumpukan cairan di otak yang dapat menekan saraf penglihatan.
  • Cedera Kepala atau Penyakit Lain: Trauma kepala dapat merusak saraf atau otot yang mengendalikan gerakan mata. Selain itu, penyakit sistemik seperti diabetes dan stroke juga dapat memengaruhi saraf dan pembuluh darah mata, berpotensi menyebabkan strabismus pada orang dewasa.

Gejala Umum Mata Juling

Gejala mata juling bervariasi tergantung pada usia penderita dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum yang dapat diamati meliputi:

  • Salah satu mata terlihat tidak sejajar atau mengarah ke dalam, keluar, atas, atau bawah.
  • Sering menyipitkan mata atau memiringkan kepala saat mencoba fokus.
  • Penglihatan ganda (diplopia), terutama pada orang dewasa.
  • Kesulitan dalam menilai jarak atau kedalaman.
  • Penurunan penglihatan pada salah satu mata (ambliopia atau mata malas).
  • Sakit kepala atau ketegangan mata.

Pilihan Pengobatan Mata Juling

Penanganan mata juling bertujuan untuk meluruskan mata dan mengembalikan penglihatan binokular. Metode pengobatan yang dipilih tergantung pada penyebab, jenis, dan tingkat keparahan strabismus:

  • Kacamata atau Lensa Kontak: Untuk strabismus yang disebabkan oleh gangguan refraksi, koreksi penglihatan dengan kacamata atau lensa kontak dapat membantu meluruskan mata.
  • Terapi Mata: Terapi ini melibatkan latihan mata khusus untuk memperkuat otot mata atau meningkatkan koordinasi antara kedua mata.
  • Penutup Mata (Patching): Pada kasus ambliopia, penutup mata digunakan pada mata yang sehat untuk memaksa mata yang juling bekerja lebih keras dan mengembangkan penglihatan yang lebih baik.
  • Pembedahan: Jika metode lain tidak efektif, operasi dapat dilakukan untuk mengencangkan atau mengendurkan otot mata tertentu, sehingga membantu meluruskan posisi mata.

Pencegahan dan Deteksi Dini Mata Juling

Meskipun tidak semua kasus mata juling dapat dicegah, deteksi dini dan intervensi cepat sangat penting untuk meminimalkan dampak jangka panjang. Pemeriksaan mata rutin pada anak-anak, terutama jika ada riwayat keluarga, sangat dianjurkan. Segera koreksi gangguan refraksi seperti rabun jauh atau astigmatisme dengan kacamata yang sesuai. Penanganan kondisi neurologis yang mendasari juga dapat membantu mengurangi risiko.

Rekomendasi Medis Halodoc

Mata juling adalah kondisi medis yang memerlukan perhatian dan penanganan profesional. Jika menemukan gejala mata juling pada diri sendiri atau anak, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah membuat janji temu dengan dokter, melakukan konsultasi secara daring, atau mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini dan pilihan penanganannya.