Kenapa Mata Pusing? Ini Lho Penyebab Utamanya!

Pusing yang dirasakan di area mata atau seolah berasal dari mata merupakan keluhan umum yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sensasi ini seringkali digambarkan sebagai mata terasa berat, pandangan berkunang-kunang, atau sakit kepala yang terpusat di sekitar area mata. Memahami kenapa mata pusing terjadi adalah langkah pertama untuk menemukan penanganan yang tepat dan efektif.
Apa Itu Pusing pada Mata?
Pusing pada mata bukanlah diagnosis medis, melainkan deskripsi sensasi tidak nyaman yang dialami seseorang. Kondisi ini merujuk pada perasaan pusing atau sakit kepala yang terasa di sekitar mata, dahi, atau pelipis, dan seringkali disertai dengan rasa lelah atau tegang pada mata. Pusing jenis ini bisa terjadi secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap, dan intensitasnya bervariasi dari ringan hingga berat.
Gejala yang Menyertai Mata Pusing
Selain sensasi pusing itu sendiri, beberapa gejala lain dapat menyertai kondisi mata pusing. Gejala-gejala ini membantu mengidentifikasi akar masalahnya. Beberapa di antaranya meliputi:
- Sakit kepala, terutama di dahi, pelipis, atau belakang mata.
- Mata terasa berat atau tegang.
- Pandangan kabur atau ganda.
- Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
- Mual atau ingin muntah, terutama jika pusing sangat parah.
- Kesulitan fokus atau berkonsentrasi.
- Mata merah atau berair.
Penyebab Umum Kenapa Mata Pusing
Banyak faktor yang dapat menyebabkan mata pusing, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu. Penting untuk mengidentifikasi penyebabnya agar penanganan bisa tepat sasaran.
Penyebab dari Gaya Hidup
Beberapa kebiasaan dan faktor gaya hidup dapat membuat mata pusing.
-
Mata Lelah Digital (Eye Strain)
Menatap layar gawai, komputer, atau televisi terlalu lama tanpa istirahat dapat membuat mata bekerja ekstra keras. Cahaya biru dari layar dan fokus yang terus-menerus memicu ketegangan pada otot mata, yang kemudian dapat menjalar menjadi rasa pusing atau sakit kepala di area mata. -
Kurang Tidur
Tidur yang cukup sangat penting bagi pemulihan tubuh, termasuk mata. Kurang tidur membuat mata tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan memperbaiki diri, sehingga dapat terasa lelah dan memicu pusing. -
Dehidrasi
Kekurangan cairan dalam tubuh (dehidrasi) dapat memengaruhi sirkulasi darah dan keseimbangan elektrolit. Hal ini bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, dan membuat mata terasa kering serta tidak nyaman. -
Cahaya Terlalu Terang atau Gelap
Berada di lingkungan dengan cahaya yang terlalu terang atau terlalu redup dapat memaksa mata bekerja lebih keras untuk menyesuaikan diri. Paparan cahaya berlebihan atau kurangnya cahaya yang memadai dapat memicu kelelahan mata dan pusing.
Penyebab dari Kondisi Medis
Selain gaya hidup, beberapa kondisi medis juga dapat menjadi alasan kenapa mata pusing terjadi.
-
Migrain
Migrain adalah jenis sakit kepala parah yang seringkali disertai dengan gejala lain seperti sensitivitas terhadap cahaya dan suara, mual, serta pusing. Rasa sakit seringkali terasa di satu sisi kepala dan bisa menjalar ke area mata. -
Sinusitis
Peradangan pada sinus (rongga udara di sekitar hidung dan mata) dapat menyebabkan penumpukan tekanan. Tekanan ini seringkali terasa di dahi, pipi, dan di belakang mata, memicu rasa sakit dan pusing. -
Tekanan Darah Rendah (Hipotensi) atau Tinggi (Hipertensi)
Fluktuasi tekanan darah dapat memengaruhi aliran darah ke otak dan mata. Tekanan darah rendah dapat menyebabkan pusing dan pandangan kabur, sementara tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga bisa menimbulkan sakit kepala dan gangguan penglihatan. -
Gangguan Refraksi yang Tidak Terkoreksi
Masalah penglihatan seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), atau astigmatisme yang tidak diobati atau menggunakan kacamata dengan resep yang tidak sesuai, memaksa mata bekerja lebih keras untuk fokus. Upaya berlebihan ini dapat menyebabkan mata lelah dan pusing. -
Glaukoma Sudut Tertutup Akut
Ini adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika tekanan di dalam mata meningkat secara tiba-tiba. Gejalanya meliputi nyeri mata yang parah, pusing, mual, dan penglihatan kabur. Kondisi ini memerlukan penanganan medis darurat.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Meskipun mata pusing seringkali disebabkan oleh hal yang tidak serius, ada beberapa situasi di mana pemeriksaan medis diperlukan. Segera konsultasi dengan dokter jika pusing pada mata disertai dengan gejala seperti nyeri yang parah dan tiba-tiba, perubahan penglihatan mendadak, demam tinggi, mati rasa atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh, atau jika pusing tidak membaik setelah istirahat.
Langkah Meredakan dan Pencegahan
Untuk meredakan dan mencegah mata pusing, beberapa langkah dapat dilakukan:
- Istirahatkan mata secara teratur, terutama saat bekerja di depan layar. Gunakan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.
- Pastikan tidur cukup antara 7-9 jam setiap malam.
- Minum air yang cukup untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
- Sesuaikan pencahayaan ruangan agar tidak terlalu terang atau gelap.
- Lakukan pemeriksaan mata rutin untuk memastikan resep kacamata atau lensa kontak sudah sesuai.
- Kelola stres dengan baik melalui relaksasi atau aktivitas yang menyenangkan.
Rekomendasi Halodoc
Mata pusing adalah keluhan yang membutuhkan perhatian, terutama jika berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis mata atau dokter umum untuk mendapatkan saran medis profesional dan rencana perawatan yang personal. Jangan biarkan mata pusing mengganggu kualitas hidup, segera cari bantuan medis.



