Ad Placeholder Image

Kenapa Mata Sering Sakit? Ini Lho Penyebabnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Terungkap! Kenapa Mata Sering Sakit dan Solusinya

Kenapa Mata Sering Sakit? Ini Lho Penyebabnya!Kenapa Mata Sering Sakit? Ini Lho Penyebabnya!

Kenapa Mata Sering Sakit? Pahami Penyebab dan Solusinya

Mata yang sering sakit bisa menjadi keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Sensasi nyeri pada mata dapat berkisar dari ringan hingga parah, seringkali disertai gejala lain seperti mata merah atau pandangan kabur. Kondisi ini umumnya menandakan adanya masalah pada mata yang memerlukan perhatian. Mengenali penyebab utamanya adalah langkah awal untuk penanganan yang tepat dan efektif.

Apa itu Mata Sering Sakit?

Mata sering sakit adalah kondisi di mana seseorang merasakan nyeri, ketidaknyamanan, atau rasa perih berulang kali pada salah satu atau kedua mata. Rasa sakit ini bisa berasal dari permukaan mata (okular) atau bagian dalam mata (orbital). Intensitasnya bervariasi dan dapat muncul secara tiba-tiba atau bertahap, lalu mereda dan muncul kembali.

Kondisi ini tidak boleh diabaikan, terutama jika disertai gejala lain yang semakin parah. Berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga kondisi medis serius, dapat memicu keluhan mata sakit. Penting untuk memahami penyebab yang mungkin agar penanganan dapat dilakukan secara optimal.

Penyebab Mata Sering Sakit

Ada banyak alasan mengapa mata sering sakit, mulai dari faktor lingkungan hingga kondisi medis tertentu. Memahami penyebabnya membantu dalam menentukan langkah penanganan yang paling sesuai.

Faktor Lingkungan

Paparan terhadap lingkungan tertentu dapat memicu iritasi dan rasa sakit pada mata. Debu, asap, atau polusi udara bisa menyebabkan partikel asing masuk ke mata. Penggunaan gawai terlalu lama tanpa istirahat juga termasuk faktor lingkungan. Hal ini mengakibatkan mata merasa kering dan perih.

Kelelahan Mata (Eye Strain)

Kelelahan mata atau asthenopia terjadi ketika mata bekerja terlalu keras. Aktivitas seperti membaca terlalu lama, menatap layar komputer atau ponsel tanpa henti, atau berkendara dalam waktu lama dapat memicu kondisi ini. Gejalanya termasuk nyeri, mata berair atau kering, sakit kepala ringan, dan pandangan kabur sementara.

Infeksi Mata

Infeksi pada mata dapat menyebabkan rasa sakit yang signifikan. Konjungtivitis atau mata merah adalah peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan kelopak mata bagian dalam. Bintitan adalah benjolan merah dan nyeri yang muncul di tepi kelopak mata, disebabkan oleh infeksi bakteri pada kelenjar minyak mata. Keduanya sering menyebabkan mata terasa sakit.

Alergi

Reaksi alergi terhadap serbuk sari, bulu hewan, debu, atau zat iritan lainnya bisa menyebabkan mata gatal, merah, berair, dan terasa sakit. Sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen, memicu pelepasan histamin yang menyebabkan peradangan.

Penggunaan Lensa Kontak yang Tidak Benar

Pemakaian lensa kontak yang tidak bersih, masa pakai yang terlalu lama, atau ukuran yang tidak sesuai dapat menyebabkan iritasi. Lensa kontak yang kotor bisa menjadi media penularan bakteri, berisiko infeksi, dan membuat mata terasa tidak nyaman hingga sakit.

Mata Kering

Kondisi mata kering terjadi ketika mata tidak memproduksi air mata yang cukup atau air mata menguap terlalu cepat. Hal ini membuat permukaan mata tidak terlindungi dengan baik. Gejala mata kering meliputi rasa perih, terbakar, sensasi ada pasir di mata, hingga mata sering sakit.

Kondisi Medis Lainnya

Beberapa kondisi medis yang lebih serius juga bisa menjadi penyebab mata sering sakit:

  • Migrain: Sakit kepala migrain sering disertai nyeri hebat di sekitar mata, biasanya hanya pada satu sisi kepala.
  • Glaukoma: Penyakit mata yang merusak saraf optik, seringkali karena tekanan tinggi di dalam mata. Glaukoma akut dapat menyebabkan nyeri mata yang sangat parah, pandangan kabur, mual, dan muntah.
  • Sinusitis: Peradangan pada sinus yang terletak di belakang mata dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke area mata.

Kapan Harus Pergi ke Dokter?

Meskipun beberapa penyebab mata sakit bisa ditangani secara mandiri, ada situasi yang memerlukan evaluasi medis segera. Konsultasi dokter dianjurkan jika mata sakit disertai gejala serius seperti:

  • Mata merah parah yang tidak kunjung membaik.
  • Keluar nanah atau cairan abnormal dari mata.
  • Penurunan penglihatan secara tiba-tiba atau bertahap.
  • Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu (halo).
  • Mual atau muntah yang disertai nyeri mata.
  • Nyeri mata yang sangat hebat dan tidak tertahankan.
  • Mata sakit setelah mengalami cedera atau kemasukan benda asing.

Pencegahan dan Penanganan Awal

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi frekuensi mata sering sakit:

  • Istirahatkan Mata: Terapkan aturan 20-20-20 saat menggunakan gawai, yaitu setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
  • Kompres Mata: Gunakan kompres hangat untuk mata bintitan atau kompres dingin untuk meredakan pembengkakan dan iritasi alergi.
  • Jaga Kebersihan Mata: Hindari menyentuh atau menggosok mata dengan tangan kotor. Bersihkan lensa kontak sesuai petunjuk.
  • Gunakan Pelembap Mata: Tetes mata tanpa resep dapat membantu mengatasi mata kering.
  • Lindungi Mata: Kenakan kacamata pelindung saat beraktivitas di lingkungan berdebu atau saat terpapar sinar matahari langsung.

Kesimpulan

Mata yang sering sakit adalah keluhan umum yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Mengenali penyebabnya adalah kunci untuk penanganan yang efektif. Jika keluhan mata sakit tidak kunjung membaik, disertai gejala serius, atau menimbulkan kekhawatiran, segera cari bantuan medis. Dapatkan saran dan diagnosis akurat dari dokter mata melalui aplikasi Halodoc untuk penanganan yang tepat dan cepat.