Ad Placeholder Image

Kenapa Pakai Skincare Malah Bruntusan? Kenali Bedanya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Kenapa Pakai Skincare Malah Bruntusan? Purging Atau Bukan?

Kenapa Pakai Skincare Malah Bruntusan? Kenali BedanyaKenapa Pakai Skincare Malah Bruntusan? Kenali Bedanya

Kenapa Pakai Skincare Malah Bruntusan? Memahami Reaksi Kulit Anda

Banyak orang memulai rutinitas perawatan kulit atau skincare dengan harapan mendapatkan kulit yang sehat dan mulus. Namun, tidak jarang muncul pertanyaan mengapa pakai skincare malah bruntusan. Bruntusan yang muncul setelah penggunaan produk baru bisa menjadi tanda adaptasi kulit atau justru reaksi iritasi. Membedakan keduanya sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Bruntusan ini bisa disebabkan oleh fenomena yang disebut purging atau breakout. Purging terjadi saat kulit beradaptasi dengan bahan aktif, sementara breakout menunjukkan ketidakcocokan produk. Artikel ini akan membahas lebih lanjut penyebab bruntusan karena skincare dan bagaimana cara mengatasinya.

Definisi Bruntusan Akibat Skincare

Bruntusan akibat skincare merujuk pada munculnya benjolan kecil, komedo, atau jerawat setelah seseorang menggunakan produk perawatan kulit baru. Kondisi ini dapat berupa jerawat meradang, pustula, papula, atau komedo hitam dan putih. Reaksi ini seringkali membuat bingung dan menimbulkan kekhawatiran tentang efek samping produk yang digunakan.

Dalam konteks skincare, bruntusan sering kali dikategorikan menjadi dua jenis utama, yaitu purging dan breakout. Memahami perbedaan antara purging dan breakout sangat penting untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Mengapa Skincare Justru Menyebabkan Bruntusan?

Penyebab bruntusan karena skincare sangat bervariasi, mulai dari respons alami kulit terhadap bahan aktif hingga reaksi alergi atau iritasi. Identifikasi penyebabnya membantu dalam penanganan dan pencegahan yang efektif.

Purging: Adaptasi Kulit Terhadap Bahan Aktif

Purging adalah proses penyesuaian kulit terhadap bahan aktif tertentu dalam produk skincare. Ini bukan reaksi negatif, melainkan bagian dari proses pembersihan kulit yang lebih dalam. Bahan aktif yang memicu purging biasanya memiliki kemampuan untuk mempercepat pergantian sel kulit.

Bahan-bahan aktif seperti retinol, AHA (Alpha Hydroxy Acid), BHA (Beta Hydroxy Acid), dan Vitamin C seringkali memicu purging. Proses ini mendorong kotoran, sel kulit mati, dan sebum yang menyumbat pori-pori untuk keluar ke permukaan lebih cepat. Akibatnya, bruntusan yang tadinya tersembunyi di bawah kulit menjadi terlihat.

Purging umumnya berlangsung selama 2 hingga 4 minggu. Bruntusan yang muncul biasanya berupa komedo kecil atau jerawat yang cepat matang dan sembuh. Lokasinya seringkali berada di area wajah yang sebelumnya sudah sering mengalami masalah jerawat.

Breakout atau Iritasi: Tanda Skincare Tidak Cocok

Breakout atau iritasi adalah reaksi negatif kulit terhadap produk skincare yang tidak cocok. Kondisi ini menunjukkan bahwa produk tersebut menyebabkan peradangan, alergi, atau kerusakan pada lapisan pelindung kulit.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan breakout:

  • Kandungan Berat atau Komedogenik: Beberapa bahan dalam skincare, seperti minyak mineral, lanolin, atau beberapa jenis silikon, bersifat komedogenik. Ini berarti bahan-bahan tersebut dapat menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat atau bruntusan.
  • Parfum dan Alkohol: Kandungan parfum dan alkohol dalam produk skincare dapat mengiritasi kulit sensitif. Iritasi ini dapat merusak lapisan pelindung kulit dan menyebabkan kemerahan, gatal, serta bruntusan.
  • Alergi Terhadap Bahan Tertentu: Kulit dapat bereaksi alergi terhadap bahan tertentu, seperti pengawet, pewarna, atau ekstrak tumbuhan. Reaksi alergi seringkali ditandai dengan ruam, gatal parah, bengkak, dan bruntusan yang meradang.
  • Penumpukan Kotoran: Jika rutinitas pembersihan tidak optimal, sisa makeup, polusi, dan kotoran dapat menumpuk di permukaan kulit dan menyumbat pori-pori, memicu bruntusan.
  • Skincare Terlalu Banyak atau Pekat: Penggunaan terlalu banyak produk, mencampur terlalu banyak bahan aktif baru sekaligus, atau menggunakan konsentrasi produk yang terlalu tinggi dapat membebani kulit. Hal ini bisa merusak skin barrier, menyebabkan iritasi, dan timbulnya bruntusan.

Berbeda dengan purging, breakout cenderung tidak membaik seiring waktu. Bruntusan bisa terus memburuk, muncul di area baru yang sebelumnya bersih, dan seringkali berupa jerawat meradang, kista, atau nodul yang nyeri.

Perbedaan Purging dan Breakout yang Perlu Diketahui

Memahami perbedaan antara purging dan breakout sangat penting untuk menentukan langkah yang tepat. Berikut adalah perbedaan utamanya:

  • Waktu Pemulihan: Purging biasanya membaik dalam 3-4 minggu seiring kulit beradaptasi. Breakout akan terus memburuk atau tidak menunjukkan perbaikan sama sekali.
  • Lokasi Bruntusan: Purging cenderung muncul di area yang sering berjerawat sebelumnya. Breakout bisa muncul di mana saja, termasuk area yang biasanya bersih.
  • Jenis Bruntusan: Purging umumnya menyebabkan komedo kecil atau jerawat yang cepat sembuh. Breakout dapat berupa jerawat meradang, kista, atau nodul yang lebih parah dan sulit sembuh.
  • Penyebab: Purging disebabkan oleh bahan aktif yang mempercepat pergantian sel kulit. Breakout disebabkan oleh produk yang tidak cocok, iritasi, atau alergi.

Kapan Harus Berhenti Menggunakan Skincare dan Konsultasi ke Dokter?

Jika bruntusan yang muncul memiliki karakteristik breakout (memburuk, muncul di area baru, jerawat meradang, atau disertai gatal parah), sebaiknya segera hentikan penggunaan produk yang diduga menjadi penyebabnya. Berikan waktu kulit untuk menenangkan diri dan perhatikan apakah kondisi membaik.

Jika kondisi kulit tidak membaik setelah menghentikan produk, bruntusan semakin parah, atau disertai rasa nyeri, bengkak, dan peradangan signifikan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Dokter dapat memberikan diagnosis yang tepat dan rekomendasi pengobatan yang sesuai.

Pencegahan Bruntusan Akibat Skincare

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah dapat diambil untuk meminimalkan risiko bruntusan karena skincare:

  • Lakukan Patch Test: Sebelum mengaplikasikan produk baru ke seluruh wajah, uji coba pada area kecil di kulit, seperti belakang telinga atau rahang, selama beberapa hari untuk melihat reaksi.
  • Mulai dengan Konsentrasi Rendah: Jika menggunakan bahan aktif seperti retinol atau AHA/BHA, mulailah dengan konsentrasi rendah dan tingkatkan secara bertahap.
  • Jangan Mencampur Terlalu Banyak Bahan Aktif Baru: Perkenalkan produk baru satu per satu dan berikan jeda waktu untuk kulit beradaptasi sebelum menambahkan produk lain.
  • Pembersihan Ganda: Lakukan double cleansing setiap malam untuk memastikan semua sisa makeup, kotoran, dan tabir surya terangkat sempurna.
  • Pilih Produk Non-Komedogenik: Selalu perhatikan label produk dan pilih yang bertuliskan “non-comedogenic” untuk menghindari penyumbatan pori-pori.
  • Perhatikan Urutan dan Jumlah Pemakaian: Gunakan produk sesuai urutan yang benar dan jangan berlebihan dalam mengaplikasikan jumlahnya.
  • Rutin Membersihkan Aplikator Makeup: Kuas dan spons makeup yang kotor dapat menjadi sarang bakteri penyebab jerawat.

Memahami perbedaan purging dan breakout adalah kunci. Jika mengalami bruntusan yang terus memburuk atau tidak membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit melalui Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan saran medis profesional.