Ad Placeholder Image

Kenapa Pakai Sunscreen Malah Jerawatan? Cari Tahu Yuk!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Kenapa Pakai Sunscreen Malah Jerawatan? Simak Ini!

Kenapa Pakai Sunscreen Malah Jerawatan? Cari Tahu Yuk!Kenapa Pakai Sunscreen Malah Jerawatan? Cari Tahu Yuk!

Kenapa Pakai Sunscreen Malah Jerawatan? Ini Penyebab dan Solusinya

Sunscreen atau tabir surya merupakan produk penting dalam rutinitas perawatan kulit untuk melindungi dari paparan sinar UV. Namun, beberapa orang justru mengalami masalah jerawat setelah menggunakannya. Kondisi ini seringkali menimbulkan pertanyaan: kenapa pakai sunscreen malah jerawatan?

Jerawat yang muncul setelah penggunaan sunscreen bukan berarti produk tersebut berbahaya secara keseluruhan. Namun, formulasi tertentu bisa memicu masalah pada kulit yang rentan berjerawat. Pemahaman mendalam mengenai penyebabnya dapat membantu memilih produk yang tepat dan mencegah masalah kulit di kemudian hari.

Penyebab Utama Munculnya Jerawat Setelah Pakai Sunscreen

Beberapa faktor berperan dalam kemunculan jerawat pasca-penggunaan tabir surya. Pemahaman ini esensial untuk mengidentifikasi pemicu spesifik pada kulit.

1. Kandungan Komedogenik atau Menyumbat Pori

Salah satu penyebab paling umum adalah adanya bahan-bahan komedogenik dalam formulasi sunscreen. Bahan komedogenik adalah zat yang berpotensi menyumbat pori-pori kulit.

  • Contoh bahan yang sering bersifat komedogenik meliputi mineral oil, petrolatum, lanolin, dan beberapa jenis lilin atau wax.
  • Penyumbatan pori ini memerangkap sel kulit mati, minyak (sebum), dan bakteri, menciptakan lingkungan ideal untuk pertumbuhan jerawat, terutama pada kulit berminyak atau rentan berjerawat.

2. Tekstur Produk yang Terlalu Berat atau Berminyak

Sunscreen dengan tekstur yang sangat kental dan berminyak bisa terasa berat di kulit. Residu minyak berlebih ini dapat menumpuk di permukaan kulit.

  • Akumulasi minyak dan produk di permukaan kulit dapat menyumbat pori-pori seiring waktu.
  • Jenis tekstur ini seringkali kurang cocok untuk kulit berminyak atau kombinasi, yang cenderung lebih mudah berjerawat.

3. Reaksi Alergi atau Sensitivitas Terhadap Bahan Tertentu

Beberapa orang mungkin memiliki alergi atau sensitivitas terhadap bahan-bahan tertentu dalam sunscreen.

  • Bahan kimia seperti oxybenzone, avobenzone, octinoxate, atau pewangi dan pengawet dapat memicu reaksi kulit.
  • Reaksi ini dapat bermanifestasi sebagai iritasi, kemerahan, gatal, hingga timbulnya jerawat atau breakout.

4. Penggunaan Produk Tidak Sesuai Jenis Kulit

Tidak semua sunscreen diciptakan sama; formulasi disesuaikan untuk berbagai jenis kulit. Menggunakan produk yang tidak cocok dapat menyebabkan masalah.

  • Menggunakan sunscreen yang diformulasikan untuk kulit kering pada kulit berminyak, misalnya, dapat memperparah kondisi minyak berlebih dan menyumbat pori.
  • Begitu pula, penggunaan sunscreen badan yang teksturnya lebih kaya untuk wajah dapat memicu jerawat karena formulanya lebih berat.

5. Kebersihan Wajah yang Kurang Optimal

Tidak membersihkan wajah dengan benar setelah menggunakan sunscreen adalah pemicu jerawat yang sering terlewatkan. Residu produk perlu diangkat secara menyeluruh.

  • Sisa sunscreen, terutama yang tahan air atau memiliki tekstur pekat, dapat bercampur dengan kotoran, keringat, dan sebum.
  • Pembersihan yang kurang bersih akan meninggalkan lapisan produk yang menyumbat pori-pori semalaman, memicu timbulnya jerawat.

6. Produk Kedaluwarsa

Penggunaan sunscreen yang telah melewati tanggal kedaluwarsa dapat mengubah stabilitas formula dan efektivitas bahan aktifnya.

  • Produk kedaluwarsa mungkin mengalami perubahan komposisi kimiawi, yang dapat menyebabkan iritasi atau memicu reaksi kulit negatif.
  • Efektivitas perlindungan UV-nya juga berkurang, sehingga kulit tetap rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari.

Cara Mengatasi Jerawat Akibat Sunscreen

Jika jerawat sudah muncul, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya sambil tetap melindungi kulit dari sinar matahari.

  • Hentikan Penggunaan Produk Pemicu: Identifikasi sunscreen yang diduga menjadi penyebab dan ganti dengan produk lain.
  • Pembersihan Ganda (Double Cleansing): Lakukan pembersihan ganda menggunakan pembersih berbasis minyak atau balm, diikuti dengan pembersih berbasis air. Ini efektif mengangkat sisa sunscreen secara menyeluruh.
  • Gunakan Produk Perawatan Jerawat: Aplikasikan produk yang mengandung asam salisilat atau benzoyl peroxide pada area berjerawat sesuai anjuran.
  • Hidrasi Kulit: Pastikan kulit tetap terhidrasi dengan pelembap non-komedogenik agar tidak memicu produksi minyak berlebih.

Pencegahan Jerawat Akibat Penggunaan Sunscreen

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa tindakan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko jerawat.

  • Pilih Sunscreen Non-Komedogenik: Cari label “non-comedogenic” atau “non-acnegenic” pada kemasan produk.
  • Pilih Tekstur Ringan: Untuk kulit berminyak atau berjerawat, pilih sunscreen dengan tekstur gel, fluid, atau lotion yang ringan dan cepat meresap.
  • Gunakan Sunscreen Khusus Wajah: Hindari menggunakan sunscreen badan untuk area wajah. Pilih formulasi yang dirancang khusus untuk kulit wajah.
  • Uji Coba Produk Baru: Lakukan patch test pada area kecil kulit sebelum mengaplikasikan produk ke seluruh wajah untuk mengetahui reaksi kulit.
  • Bersihkan Wajah Secara Menyeluruh: Pastikan wajah bersih dari sisa sunscreen, makeup, dan kotoran setiap malam sebelum tidur.
  • Periksa Tanggal Kedaluwarsa: Selalu periksa tanggal kedaluwarsa produk sebelum digunakan dan buang jika sudah melewati batas waktu.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika jerawat setelah menggunakan sunscreen tidak kunjung membaik dengan perawatan rumahan, atau justru semakin parah, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit.

Dokter dapat membantu mengidentifikasi penyebab pasti dan merekomendasikan perawatan yang lebih spesifik, seperti obat topikal resep atau prosedur medis lainnya. Penanganan profesional dapat mencegah peradangan lebih lanjut dan meminimalkan risiko bekas jerawat.