Ad Placeholder Image

Kenapa Perih Saat Kencing? Ini Penyebabnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Kenapa Perih Saat Kencing? Kenali 5 Penyebab Utamanya

Kenapa Perih Saat Kencing? Ini Penyebabnya!Kenapa Perih Saat Kencing? Ini Penyebabnya!

Sensasi perih saat buang air kecil, atau dalam istilah medis disebut disuria, merupakan keluhan umum yang sering membuat tidak nyaman. Kondisi ini dapat muncul sebagai rasa terbakar, nyeri, atau sakit pada saluran kemih saat atau setelah berkemih. Meskipun seringkali dikaitkan dengan infeksi, ada berbagai penyebab lain yang mungkin mendasarinya dan memerlukan perhatian medis untuk diagnosis serta penanganan yang tepat.

Apa Itu Pipis Perih (Disuria)?

Pipis perih atau disuria adalah rasa sakit, tidak nyaman, atau sensasi terbakar saat seseorang buang air kecil. Kondisi ini bisa terasa di uretra (saluran keluar urine) atau di area kelamin sekitarnya. Disuria dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, meskipun lebih sering terjadi pada wanita karena anatomi saluran kemih.

Kenapa Perih Saat Kencing? Berbagai Penyebab

Ada beberapa alasan kenapa perih saat kencing. Memahami penyebabnya penting untuk mendapatkan penanganan yang efektif. Berikut adalah beberapa penyebab umum:

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK)
    ISK adalah penyebab paling umum dari pipis perih. Infeksi ini terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih, seperti uretra, kandung kemih, atau bahkan ginjal. Gejala ISK seringkali meliputi sering ingin buang air kecil, urine keruh, berbau menyengat, dan nyeri panggul pada wanita.
  • Penyakit Menular Seksual (PMS)
    Beberapa jenis PMS seperti klamidia, gonore, atau herpes genital dapat menyebabkan peradangan pada uretra yang berujung pada rasa perih saat buang air kecil. Gejala lain yang mungkin menyertai adalah keluarnya cairan tidak biasa dari kelamin atau luka pada area genital.
  • Batu Ginjal
    Batu ginjal dapat menyebabkan nyeri saat urine melewatinya, bahkan sebelum batu tersebut keluar. Rasa perih bisa terasa di punggung bagian bawah, pinggang, hingga menjalar ke selangkangan. Selain perih, urine juga bisa disertai darah.
  • Radang Prostat (Prostatitis)
    Pada pria, peradangan pada kelenjar prostat (prostatitis) bisa menjadi penyebab pipis perih. Prostatitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau faktor non-infeksius lainnya. Gejala lain bisa meliputi nyeri di area panggul, skrotum, atau penis, serta demam.
  • Iritasi Akibat Produk Kewanitaan atau Kebersihan
    Penggunaan sabun kewanitaan yang mengandung pewangi, busa, atau bahan kimia tertentu dapat mengiritasi uretra atau area genital, menyebabkan rasa perih saat buang air kecil. Iritasi juga bisa disebabkan oleh deterjen pakaian atau spermisida.
  • Menahan Pipis Terlalu Lama
    Kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama dapat menyebabkan penumpukan bakteri di kandung kemih dan meregangkan dinding kandung kemih, meningkatkan risiko ISK dan memicu rasa perih saat berkemih.
  • Vaginitis atau Uretritis Non-Spesifik
    Peradangan pada vagina (vaginitis) atau uretra (uretritis) yang tidak disebabkan oleh infeksi bakteri spesifik atau PMS juga bisa menimbulkan rasa perih. Ini bisa dipicu oleh perubahan hormon atau iritasi.

Gejala Lain yang Perlu Diperhatikan

Rasa perih saat kencing bisa disertai dengan gejala lain yang menjadi petunjuk penting bagi dokter. Beberapa gejala tambahan yang mungkin timbul meliputi:

  • Sering buang air kecil atau dorongan mendesak untuk buang air kecil.
  • Demam dan menggigil.
  • Nyeri pada panggul, punggung bagian bawah, atau perut.
  • Urine keruh, berbau tidak sedap, atau berwarna merah (darah).
  • Keluarnya cairan tidak biasa dari vagina atau penis.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.

Kapan Harus ke Dokter?

Karena pipis perih bisa menjadi indikasi berbagai masalah kesehatan, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika rasa perih disertai demam, nyeri hebat, darah dalam urine, atau gejala lain yang mengkhawatirkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin meminta tes urine untuk menentukan penyebab pasti dan memberikan pengobatan yang sesuai.

Pencegahan Pipis Perih

Meskipun tidak semua penyebab pipis perih dapat dicegah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya:

  • Minum air yang cukup untuk membantu membersihkan saluran kemih dari bakteri.
  • Jangan menahan buang air kecil terlalu lama; segera buang air kecil saat terasa ingin.
  • Menjaga kebersihan area genital dengan baik, tetapi hindari produk pembersih yang mengandung pewangi atau bahan kimia keras.
  • Buang air kecil setelah berhubungan seksual untuk membersihkan bakteri dari uretra.
  • Hindari penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat atau bahan sintetis.
  • Gunakan metode perlindungan saat berhubungan seksual untuk mencegah PMS.

Kesimpulan

Pipis perih adalah keluhan yang tidak boleh diabaikan. Berbagai kondisi, mulai dari infeksi ringan hingga masalah yang lebih serius, dapat menjadi penyebabnya. Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, dapat dengan mudah menemukan dokter umum atau spesialis yang sesuai untuk mendapatkan saran medis yang terpercaya dan penanganan yang komprehensif.