Ad Placeholder Image

Kenapa Perut Bayi Berbunyi? Ini Penyebabnya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Penting untuk memahami penyebab perut bayi berbunyi demi mencegah gangguan kesehatan.

Kenapa Perut Bayi Berbunyi? Ini PenyebabnyaKenapa Perut Bayi Berbunyi? Ini Penyebabnya

Mendengar suara gemuruh atau gemericik dari perut si kecil sering kali membuat orang tua baru merasa cemas. Sebenarnya, suara perut atau dalam istilah medis disebut sebagai borborygmi adalah hal yang sangat wajar terjadi. Suara ini muncul akibat pergerakan cairan dan gas di dalam saluran pencernaan yang sedang bekerja keras mencerna ASI atau susu formula.

Penting untuk dipahami bahwa sistem pencernaan bayi yang baru lahir masih dalam tahap perkembangan dan belum sepenuhnya matang. Otot-otot pada lambung dan usus mereka masih belajar bagaimana cara berkoordinasi untuk memindahkan makanan (peristaltik). Proses penyesuaian inilah yang sering kali menghasilkan bunyi bergemuruh yang cukup keras, bahkan terkadang bisa terdengar dari jarak beberapa langkah.

Meski sebagian besar kasus perut berbunyi adalah kondisi normal, ada kalanya hal ini menjadi pertanda bahwa bayi sedang mengalami perut kembung, kolik, atau penumpukan gas akibat teknik menyusui yang kurang pas. Jika kamu merasa khawatir atau bingung mencari jawaban tentang kenapa perut bayi berbunyi terlalu sering dan disertai dengan tangisan rewel yang tak kunjung henti, ada baiknya kamu segera mencari tahu cara meredakannya atau berkonsultasi dengan ahlinya.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk yang aman dan ampuh untuk meredakan gangguan pencernaan ringan penyebab perut bayi berbunyi? Berikut ulasannya!

DAFTAR ISI


Rekomendasi Produk untuk Pencernaan Bayi

Untuk mengatasi ketidaknyamanan perut bayi akibat gas, kembung, atau masalah pencernaan lainnya, ada beberapa produk over-the-counter (OTC), suplemen, dan obat luar yang sangat aman digunakan untuk perawatan mandiri di rumah. Berikut adalah rekomendasinya:

1. Interlac Probiotics Drops 5 ml

Interlac Probiotics Drops adalah suplemen makanan yang dirancang khusus untuk menjaga kesehatan fungsi pencernaan, khususnya pada bayi baru lahir (neonatus) hingga anak-anak. Produk ini mengandung bakteri baik Limosilactobacillus reuteri DSM 17938 (sebelumnya dikenal sebagai Lactobacillus reuteri). Strain probiotik ini secara alami hidup di dalam saluran pencernaan manusia dan ASI.

Cara kerja probiotik ini adalah dengan menjajah saluran usus dengan bakteri baik, sehingga mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen yang menyebabkan gas berlebih, diare, atau kolik pada bayi. Manfaat utamanya adalah meredakan tangisan kolik, mengatasi konstipasi, serta mencegah dan meredakan diare akibat penggunaan antibiotik atau rotavirus.

Dosis dan aturan pakai:

  • Berikan 5 tetes, 1 kali sehari, atau sesuai dengan anjuran dokter.
  • Kocok botol dengan kuat sebelum digunakan agar kultur bakteri tercampur rata. Teteskan langsung ke mulut bayi, atau campurkan ke dalam ASI/susu formula yang tidak panas (suhu ruangan).

Produk ini termasuk dalam kategori suplemen kesehatan dan aman dibeli bebas. Peringatan: jangan mencampurkan tetesan ini dengan air atau makanan bersuhu panas karena dapat mematikan bakteri baik di dalamnya.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Interlac Probiotics Drops 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Lacto-B 10 Sachet

Lacto-B merupakan suplemen probiotik berbentuk serbuk yang sangat populer di Indonesia untuk mengatasi gangguan pencernaan pada anak. Suplemen ini mengandung kombinasi bakteri probiotik yaitu Bifidobacterium longum, Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus acidophilus. Selain itu, produk ini juga diperkaya dengan Vitamin C, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Niacin, serta Zinc.

Kandungan aktif bakteri menguntungkan di dalam Lacto-B bekerja secara sinergis untuk memproduksi asam laktat yang akan menurunkan pH usus. Kondisi lingkungan usus yang asam ini akan menghambat pertumbuhan bakteri jahat yang memicu produksi gas penyebab perut berbunyi dan kembung. Selain itu, Lacto-B sangat bermanfaat untuk meredakan diare dan mengembalikan keseimbangan flora usus setelah bayi sakit.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 1-12 tahun: 3 sachet per hari.
  • Untuk bayi di bawah 1 tahun: Penggunaan disarankan berdasarkan anjuran dokter (umumnya 1-2 sachet per hari dibagi dalam beberapa dosis).
  • Dapat dicampurkan langsung ke dalam susu formula, ASI perah, makanan bayi, atau air putih bersuhu ruangan.

Suplemen ini bebas dikonsumsi sebagai perawatan mandiri. Segera hentikan penggunaan jika timbul reaksi alergi terhadap komponen produk.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lacto-B 10 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Pure Kids Aise Belly Natural 60 ml

Berbeda dengan suplemen probiotik, Pure Kids Aise Belly Natural adalah obat herbal (jamu) berbentuk sirup yang diformulasikan khusus untuk mengatasi kembung, masuk angin, dan kram perut pada bayi dan anak-anak. Produk ini mengandung bahan-bahan alami ekstrak herbal premium seperti Terpeneless Dill Seed Oil (Minyak biji adas), ekstrak Chamomile, ekstrak Fennel (Adas), ekstrak Ginger (Jahe), dan Lemon Balm.

Kandungan carminative (peluruh gas) pada jahe dan adas bekerja merelaksasi otot-otot sfingter di saluran pencernaan, sehingga gas yang terperangkap dapat keluar dengan mudah, baik melalui sendawa maupun buang angin (kentut). Chamomile memberikan efek menenangkan (calming) sehingga bayi yang menangis rewel akibat perut berbunyi dan kembung bisa kembali tidur nyenyak.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bayi usia 6 bulan – 2 tahun: 1 sendok teh (5 ml), diberikan 1-3 kali sehari.
  • Anak usia di atas 2 tahun: 1 sendok makan (15 ml), diberikan 1-3 kali sehari.

Kocok perlahan sebelum diminumkan. Produk ini tergolong jamu yang aman dibeli secara bebas di apotek atau platform kesehatan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pure Kids Aise Belly Natural 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Zwitsal Baby Minyak Telon Natural 100 ml

Beralih ke perawatan dari luar, Zwitsal Baby Minyak Telon Natural adalah produk perawatan bayi luar (topikal) yang wajib ada di rumah. Minyak telon ini mengandung kombinasi tiga minyak esensial alami: Oleum Cajuputi (minyak kayu putih), Oleum Cocos (minyak kelapa), dan Oleum Anisi (minyak adas manis).

Minyak kayu putih memberikan sensasi hangat yang pas dan tidak membakar kulit bayi, membantu melebarkan pembuluh darah di sekitar perut dan merangsang pergerakan peristaltik usus dari luar. Minyak adas manis mencegah perut kembung, sementara minyak kelapa bertindak sebagai minyak pembawa (carrier oil) yang melembapkan kulit agar terhindar dari iritasi. Efek aromaterapinya juga meredakan stres pada bayi.

Cara pemakaian:

  • Tuangkan secukupnya pada telapak tangan ibu.
  • Usapkan dengan lembut pada dada, perut, dan punggung bayi setelah mandi atau setiap kali cuaca terasa dingin.
  • Dapat digunakan sambil melakukan pijatan ringan “I Love You” pada perut bayi.

Hanya untuk pemakaian luar. Hindari area mata dan luka terbuka.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Zwitsal Baby Minyak Telon Natural 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

5. Mama’s Choice Baby Calming Tummy Oil 55 ml

Sebagai alternatif inovatif bagi minyak telon tradisional, Mama’s Choice Baby Calming Tummy Oil menawarkan formulasi modern yang 100% natural, tanpa kandungan minyak kayu putih (cajuput oil) yang kadang berisiko memicu alergi pada bayi dengan kulit sangat sensitif. Produk ini menggunakan kombinasi Nutmeg Oil (minyak pala), Lavender Oil, dan Chamomile Oil.

Minyak pala memberikan kehangatan alami yang menembus ke dalam lapisan kulit untuk meredakan kram usus dan memecah gelembung gas di dalam perut bayi. Sementara itu, Lavender dan Chamomile bekerja melalui indera penciuman (aromaterapi) untuk mengirimkan sinyal relaksasi ke otak bayi, menurunkan hormon stres kortisol, dan meredakan kolik. Produk ini sangat efektif untuk mengatasi perut berbunyi akibat masuk angin.

Cara pemakaian:

  • Teteskan secukupnya di telapak tangan.
  • Balurkan pada perut, punggung, dan telapak kaki bayi sambil dipijat dengan gerakan melingkar searah jarum jam.

Produk ini telah tersertifikasi Halal dan Hypoallergenic, sangat aman digunakan setiap hari untuk bayi baru lahir sekalipun.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Mama’s Choice Baby Calming Tummy Oil 55 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Pijat Perut Bayi: Cara Ampuh Meredakan Gas
  1. Gerakan “I Love You”: Pijat perut bayi dengan telapak tangan secara lembut membentuk huruf I (turun di sisi kiri bayi), huruf L terbalik (melintang dari kanan ke kiri lalu turun), dan huruf U terbalik (dari kanan bawah, naik ke atas, melintang, dan turun ke kiri bawah).
  2. Gerakan Mengayuh Sepeda: Baringkan bayi, pegang kedua pergelangan kakinya, dan gerakkan kakinya ke arah perut secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda. Ini menekan perut secara halus untuk mendorong gas keluar.
  3. Tummy Time: Tengkurapkan bayi di pangkuanmu dan tepuk punggungnya perlahan setelah menyusu. Tekanan alami pada perut akan membantunya bersendawa.

Faktor Penyebab Perut Bayi Berbunyi

Memahami penyebab dasar mengapa perut bayi sering bergemuruh dapat membantumu menentukan langkah penanganan yang paling tepat, entah itu memperbaiki posisi menyusui, menggunakan obat luar, atau memberikan suplemen probiotik.

1. Udara yang Tertelan (Aerofagia)

Bayi, terutama yang baru lahir, sering kali menelan banyak udara tanpa disengaja. Hal ini bisa terjadi saat mereka menangis terlalu lama, menyusu dari botol dengan dot yang lubangnya terlalu besar, atau pelekatan (latch-on) yang kurang sempurna saat menyusu langsung dari payudara. Udara yang terperangkap ini akan bergerak ke usus, membentuk gelembung gas, dan menimbulkan suara gemuruh. Jika tidak dikeluarkan melalui sendawa atau kentut, bayi akan merasa kembung dan rewel.

2. Proses Pencernaan Laktosa

ASI dan susu formula mengandung laktosa, yaitu sejenis gula alami. Pada beberapa kasus, tubuh bayi memproduksi enzim laktase yang belum cukup untuk mencerna semua laktosa tersebut (terutama jika bayi mendapatkan terlalu banyak foremilk atau ASI depan yang kaya air dan gula). Laktosa yang tidak tercerna sempurna akan masuk ke usus besar, difermentasi oleh bakteri alami, dan menghasilkan gas hidrogen serta metana yang memicu bunyi di perut bayi.

3. Perkembangan Saluran Cerna (Gastrocolic Reflex)

Sistem saraf usus (enteric nervous system) bayi masih dalam tahap belajar. Terkadang, makanan bergerak terlalu cepat atau lambat melalui usus. Bayi juga memiliki refleks gastrokolik yang sangat kuat, di mana lambung yang terisi susu langsung memberi sinyal ke usus besar untuk mengosongkan diri (inilah sebabnya bayi sering pup tak lama setelah menyusu). Kontraksi aktif di sepanjang usus inilah yang menciptakan suara bising.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun perut berbunyi seringkali hanyalah bagian dari fisiologi normal anak, ada beberapa tanda bahaya (red flags) yang tidak boleh kamu abaikan. Sebagai orang tua, instingmu sangat penting.

1. Disertai Muntah Hebat dan Demam

Jika bunyi perut disertai dengan bayi memuntahkan semua susunya (bukan sekadar gumoh, melainkan muntah proyektil atau menyemprot), serta mengalami demam di atas 38 derajat Celcius, ini bisa mengindikasikan adanya infeksi gastrointestinal, sumbatan usus, atau peradangan lambung. Kondisi ini memerlukan diagnosis dokter spesialis anak secepatnya.

2. Perut Keras dan BAB Berdarah

Perhatikan bentuk fisik perut bayi. Perut yang sedikit buncit memang normal, namun jika saat disentuh terasa keras seperti papan, tegang, dan bayi menangis kesakitan saat area tersebut ditekan, ini tanda waspada. Terlebih lagi bila feses bayi bercampur dengan lendir pekat atau noda darah. Ini adalah indikasi kuat adanya intoleransi makanan berat, alergi susu sapi, atau masalah struktural usus.

Studi Terkait Pencernaan Bayi

Pediatrics Journal menerbitkan studi komprehensif di tahun 2018 yang menjelaskan bahwa pemberian probiotik Lactobacillus reuteri efektif dalam mengurangi durasi tangisan pada bayi yang mengalami kolik infantil akibat ketidakseimbangan mikrobioma usus.

Studi klinis ini membuktikan bahwa anak yang diberikan tetesan probiotik setiap hari mengalami penurunan episode kembung dan nyeri perut secara drastis dibandingkan kelompok plasebo. Hal ini mengonfirmasi bahwa menyeimbangkan jumlah bakteri baik dalam saluran cerna adalah kunci utama mencegah perut berbunyi berlebihan dan kembung pada minggu-minggu pertama kehidupan bayi.

Apabila kondisi pencernaan bayi tidak kunjung membaik setelah melakukan perawatan rumahan di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut secara medis.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan, vitamin, dan produk bayi di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan anak yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan panduan medis yang tepat dan terpercaya.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Colic – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Borborygmi (Stomach Growling).
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Infant and young child feeding.
NCBI / PubMed. Diakses pada 2024. Probiotics for Infant Colic.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Penanganan Bayi Rewel dan Kolik di Rumah.

FAQ

1. Normalkah jika perut bayi berbunyi setiap kali setelah menyusu?

Ya, sangat normal. Saat bayi menyusu, refleks gastrokolik akan langsung bekerja. Lambung mengirimkan sinyal agar usus bergerak mencerna makanan dan mengosongkan ruang untuk susu yang baru masuk. Pergerakan cairan susu, enzim pencernaan, dan gas inilah yang menciptakan bunyi bergemuruh.

2. Apakah ibu menyusui perlu pantang makanan tertentu jika perut bayi berbunyi?

Tidak selalu. Secara medis, gas dari lambung ibu tidak bisa berpindah ke ASI. Namun, protein dari makanan tertentu yang memicu alergi (seperti produk susu sapi olahan, kafein tinggi, atau kedelai) bisa masuk ke ASI dan memicu reaksi intoleransi ringan pada pencernaan bayi yang bermanifestasi sebagai kembung dan perut berbunyi. Jika ragu, evaluasi diet ibu dibantu dokter.

3. Bagaimana cara praktis mencegah bayi menelan banyak udara saat minum susu botol?

Gunakan botol susu berteknologi anti-kolik yang memiliki katup udara terpisah. Pastikan saat bayi mengisap dot, seluruh bagian karet dot penuh dengan susu, bukan udara. Caranya, pegang botol dengan sudut kemiringan minimal 45 derajat sehingga gelembung udara berada di bagian bawah botol, menjauh dari mulut bayi.

4. Bolehkah memberikan probiotik bayi tanpa resep dokter?

Probiotik khusus bayi yang berlabel suplemen makanan umum (seperti Interlac atau Lacto-B) tergolong aman dibeli dan dikonsumsi tanpa resep sebagai pencegahan dan perawatan kolik/diare. Namun, pastikan mengikuti dosis anjuran pada kemasan dan konsultasikan ke dokter anak jika bayi terlahir prematur atau memiliki gangguan sistem imun.