Ad Placeholder Image

Kenapa Perut Bayi Bunyi Terus? Jangan Panik, Ini Normal

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Perut Bayi Bunyi Terus? Normal Kok, Ini Alasannya

Kenapa Perut Bayi Bunyi Terus? Jangan Panik, Ini NormalKenapa Perut Bayi Bunyi Terus? Jangan Panik, Ini Normal

Kenapa Perut Bayi Bunyi Terus? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Bunyi pada perut bayi merupakan hal yang umum terjadi dan sering kali normal. Fenomena perut bayi bunyi terus ini umumnya menandakan sistem pencernaan bayi yang sedang bekerja atau dikenal dengan peristaltik. Bunyi tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti rasa lapar atau adanya gas akibat menelan udara saat menyusu maupun menangis, khususnya pada bayi baru lahir.

Meskipun sering normal, penting bagi orang tua untuk mengenali kapan bunyi perut bayi memerlukan perhatian lebih. Bunyi perut yang normal tidak disertai dengan gejala lain seperti rewel hebat, perut terasa keras, diare, atau bayi malas makan. Apabila gejala tersebut muncul, konsultasi dengan dokter anak sangat dianjurkan untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain seperti alergi atau masalah posisi menyusu.

Penyebab Umum Kenapa Perut Bayi Bunyi Terus

Ada beberapa alasan utama mengapa perut bayi sering mengeluarkan bunyi. Pemahaman tentang penyebab ini dapat membantu orang tua dalam mengidentifikasi kondisi si kecil.

  • Rasa Lapar. Perut yang kosong akan memicu usus untuk bergerak membersihkan sisa makanan sebelumnya, yang kemudian menimbulkan bunyi khas. Ini adalah tanda alami bahwa bayi membutuhkan asupan nutrisi.
  • Gas dalam Perut. Bayi dapat menelan udara berlebihan saat menyusu, menangis, atau bahkan bernapas. Udara yang terperangkap ini bergerak melalui saluran pencernaan dan dapat menghasilkan bunyi. Hal ini sangat umum pada bayi baru lahir yang sistem pencernaannya masih beradaptasi.
  • Sistem Pencernaan yang Berkembang (Peristaltik). Sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan. Gerakan usus (peristaltik) untuk mendorong makanan dan cairan di dalamnya lebih aktif dan sering terdengar dibandingkan pada orang dewasa. Ini adalah fungsi normal dari organ pencernaan yang bekerja.
  • Posisi Menyusu yang Kurang Tepat. Posisi menyusu yang tidak pas dapat menyebabkan bayi menelan lebih banyak udara. Udara yang tertelan ini akan bergerak melalui sistem pencernaan dan bisa menjadi alasan perut bayi bunyi terus.
  • Reaksi terhadap Makanan atau Alergi. Pada beberapa kasus, bunyi perut yang disertai gejala lain seperti rewel, diare, atau ruam bisa menjadi indikasi alergi terhadap makanan tertentu yang dikonsumsi ibu (jika menyusui) atau susu formula.

Kapan Harus Mewaspadai Bunyi Perut Bayi?

Meskipun sebagian besar kasus bunyi perut bayi adalah normal, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan dan memerlukan konsultasi medis segera.

  • Rewel Hebat dan Sulit Ditenangkan. Bayi menunjukkan tanda-tanda nyeri yang intens dan tidak berhenti menangis.
  • Perut Terasa Keras atau Kembung. Perabaan pada perut bayi menunjukkan kekakuan atau pembengkakan yang tidak biasa.
  • Diare atau Sembelit Akut. Perubahan signifikan pada pola buang air besar, baik itu diare cair atau kesulitan buang air besar.
  • Malas Makan atau Menolak Menyusu. Bayi kehilangan minat untuk menyusu atau makan seperti biasanya.
  • Muntah Berulang. Frekuensi muntah yang tidak wajar dan berlebihan.
  • Demam. Suhu tubuh bayi meningkat.
  • Adanya Darah dalam Tinja. Ini adalah tanda bahaya serius yang membutuhkan penanganan medis segera.

Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan adanya masalah pencernaan yang lebih serius, seperti infeksi, intususepsi (usus masuk ke dalam usus), atau alergi makanan yang parah.

Cara Mengatasi Ketidaknyamanan Akibat Perut Bayi Bunyi

Untuk mengurangi ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan bayi akibat gas atau perut bunyi terus, beberapa langkah praktis dapat dilakukan.

  • Pastikan Posisi Menyusu Benar. Saat menyusui, pastikan mulut bayi melekat erat pada areola (payudara) atau botol susu. Hal ini membantu mencegah masuknya udara berlebih.
  • Sendawakan Bayi Secara Teratur. Setelah menyusu atau di tengah-tengah sesi menyusu, sendawakan bayi untuk mengeluarkan udara yang tertelan.
  • Pijat Perut Bayi. Pijatan lembut searah jarum jam di perut bayi dapat membantu melancarkan pergerakan gas.
  • Gerakkan Kaki Bayi Menyerupai Sepeda. Gerakan ini dapat membantu mengeluarkan gas dari saluran pencernaan bayi.
  • Berikan Waktu Tengkurap (Tummy Time). Aktivitas ini dapat membantu memperkuat otot perut bayi dan melancarkan pencernaan.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Bunyi pada perut bayi merupakan hal yang lazim dan sering kali menunjukkan fungsi pencernaan yang normal. Namun, kewaspadaan diperlukan jika bunyi tersebut disertai gejala yang mengkhawatirkan seperti rewel hebat, perut keras, diare, atau malas makan.

Penting untuk selalu memantau kondisi bayi. Apabila terdapat kekhawatiran mengenai kenapa perut bayi bunyi terus atau jika gejala abnormal muncul, tidak ragu untuk segera mencari bantuan medis. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak terpercaya untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.