Ad Placeholder Image

Kenapa Perut Berbunyi Mirip Kentut? Ternyata Normal Kok!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Perut bunyi seperti kentut? Jangan panik, ini sebabnya!

Kenapa Perut Berbunyi Mirip Kentut? Ternyata Normal Kok!Kenapa Perut Berbunyi Mirip Kentut? Ternyata Normal Kok!

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu sedang berada di ruangan yang hening, lalu tiba-tiba terdengar suara perut bunyi seperti kentut? Kondisi yang dalam istilah medis disebut sebagai borborygmi ini sebenarnya adalah hal yang sangat normal. Suara tersebut berasal dari pergerakan makanan, cairan, dan gas yang sedang melewati saluran pencernaanmu (usus).

Meski normal, perut yang berbunyi terlalu keras dan sering bisa menjadi tanda bahwa ada penumpukan gas di dalam lambung atau usus. Hal ini biasanya terjadi ketika kamu menelan terlalu banyak udara saat makan, mengonsumsi makanan yang memicu gas seperti kol atau kacang-kacangan, atau bisa juga karena perut dalam keadaan kosong alias lapar.

Jika suara bergemuruh di perut ini disertai dengan rasa begah, kembung, sering bersendawa, atau buang angin, kamu mungkin memerlukan bantuan obat-obatan yang dijual bebas (OTC) untuk memecah gelembung gas tersebut. Menangani gas berlebih tidak hanya meredakan bunyi perut yang memalukan, tapi juga membuat tubuh terasa lebih nyaman.

Nah, mau tahu apa saja pilihan obat dan produk kesehatan yang aman untuk mengatasi keluhan ini? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat untuk Perut Kembung dan Bergas

Untuk membantu meredakan gas berlebih penyebab perut berbunyi dan kembung, berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu konsumsi dengan aman di rumah:

1. Promag 12 Tablet

Promag merupakan obat sakit maag dan perut kembung yang mengandung kombinasi Hydrotalcite, Magnesium Hydroxide, dan Simethicone. Simethicone bekerja sangat efektif sebagai agen anti-busa yang menurunkan tegangan permukaan gelembung gas di dalam lambung, sehingga gas lebih mudah dikeluarkan lewat sendawa atau buang angin (flatus).

Selain meredakan bunyi perut akibat gas, obat ini juga bermanfaat untuk menetralkan asam lambung yang memicu mual, perih, dan rasa begah.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak > 12 tahun: 1-2 tablet, 3-4 kali sehari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 1/2 – 1 tablet, 3-4 kali sehari.
  • Dianjurkan untuk dikunyah sebelum ditelan, diminum 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan, dan menjelang tidur.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Promag 12 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Polysilane Suspensi 100 ml

Polysilane Suspensi adalah obat cair yang diformulasikan dengan kandungan Aluminium Hidroksida, Magnesium Hidroksida, dan Dimetilpolisiloksan (Simethicone). Bentuk sirup suspensi ini membuatnya lebih cepat melapisi dinding lambung dan mengurai tumpukan gas yang terperangkap di saluran pencernaan.

Manfaat utamanya adalah mengatasi gejala dispepsia, perut kembung, begah, serta bunyi gemuruh di perut akibat asam lambung berlebih.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 sendok takar (5-10 ml), 3-4 kali sehari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 1/2-1 sendok takar (2.5-5 ml), 3-4 kali sehari.
  • Kocok dahulu sebelum diminum.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Polysilane Suspensi 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Perut Berbunyi dan Kembung
  1. Makan dan minum terlalu cepat sehingga udara ikut tertelan.
  2. Sering mengonsumsi minuman bersoda atau berkarbonasi.
  3. Makan sambil berbicara atau mengunyah permen karet.
  4. Konsumsi makanan tinggi serat tak larut atau gas (seperti kubis, brokoli, dan kacang).

3. Disflatyl 40 mg 10 Tablet

Disflatyl adalah tablet kunyah yang memiliki kandungan bahan aktif tunggal yaitu Simethicone 40 mg. Obat ini secara spesifik bekerja di saluran cerna untuk menyatukan gelembung-gelembung gas kecil menjadi besar, sehingga gas lebih mudah didorong keluar dari dalam tubuh.

Produk ini sangat cocok untuk kamu yang mengalami perut bunyi dan kembung murni karena penumpukan gas berlebih (meteorismus), tanpa disertai gejala asam lambung yang parah.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 2 tablet, dikunyah 3 kali sehari.
  • Diminum setelah makan atau sebelum tidur malam. Tablet harus dikunyah sampai halus sebelum ditelan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Disflatyl 40 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Tolak Angin Cair 15 ml 5 Sachet

Jika kamu lebih menyukai pendekatan herbal untuk mengatasi perut kembung dan berbunyi, Tolak Angin Cair adalah pilihan yang sangat populer. Produk ini mengandung ekstrak jahe, daun mint, adas, kayu ules, cengkeh, dan madu.

Jahe dan mint dalam Tolak Angin memiliki sifat karminatif (peluruh gas) dan antispasmodik yang dapat melemaskan otot saluran cerna, melancarkan pencernaan, serta memberikan sensasi hangat yang nyaman di perut.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 sachet, diminum 3-4 kali sehari atau sesuai kebutuhan.
  • Dapat diminum langsung dari sachet atau diseduh dengan setengah gelas air hangat.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Tolak Angin Cair 15 ml 5 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Promag Herbal Gazero 10 ml 6 Sachet

Promag Herbal Gazero merupakan sirup herbal yang diformulasikan khusus dengan kandungan Jahe merah, Adas, Peppermint, Akar Manis (Licorice), dan Kunyit. Kombinasi herbal ini terbukti secara empiris membantu mengatasi gangguan pencernaan ringan.

Sirup ini berfungsi meredakan perut kembung, begah, mual, serta membantu menenangkan usus yang terlalu aktif bergerak sehingga meminimalisir bunyi perut yang mengganggu.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 sachet, diminum 3 kali sehari.
  • Bisa diminum langsung atau dicampur dengan air hangat.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Promag Herbal Gazero 10 ml 6 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Mengatasi Perut Berbunyi dan Kembung

1. Minum Air Hangat Perlahan

Air hangat membantu melancarkan sistem pencernaan dan mempercepat proses pergerakan makanan di usus. Pastikan untuk meminumnya secara perlahan agar tidak ada udara ekstra yang ikut tertelan.

2. Berjalan Kaki Ringan Setelah Makan

Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 10-15 menit setelah makan dapat merangsang gerak peristaltik usus. Hal ini membantu usus memproses makanan dan mendorong gas keluar secara alami.

Studi Mengenai Bunyi Usus dan Gangguan Gas

Journal of Neurogastroenterology and Motility menerbitkan studi di tahun 2013 yang menjelaskan bahwa suara usus (borborygmi) sangat berkaitan erat dengan jumlah gas luminal dan motilitas (pergerakan) saluran cerna.

Studi tersebut menemukan bahwa pasien yang sering mengeluhkan perut berbunyi keras biasanya memiliki kecenderungan retensi gas di usus yang lebih tinggi. Penggunaan obat-obatan yang dapat memecah gas seperti Simethicone dan modifikasi pola makan terbukti dapat memperbaiki kualitas hidup penderita kondisi ini.

Apabila setelah mengonsumsi obat-obatan yang disarankan keluhan perutmu tidak membaik, atau jika perut bunyi disertai dengan diare parah, muntah, hingga penurunan berat badan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam.

Kamu bisa beli obat-obatan di atas dengan praktis, 100% asli, dan pesanan cepat diantar ke rumah melalui Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah pencernaan yang sedang dialami langsung melalui aplikasi.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
International Foundation for Gastrointestinal Disorders (IFFGD). Diakses pada 2024. Belching, Bloating, and Flatulence.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Intestinal gas: Belching, bloating and flatulence.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2024. Symptoms & Causes of Gas in the Digestive Tract.
Journal of Neurogastroenterology and Motility. Diakses pada 2024. Bowel Sounds and Intestinal Gas.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Borborygmi (Stomach Growling).

FAQ

1. Kenapa perut bunyi seperti kentut padahal tidak lapar?

Perut berbunyi tidak selalu karena lapar. Hal ini sering terjadi karena proses pencernaan normal, di mana gas dan cairan sedang bergerak melewati lambung dan usus. Jika terlalu banyak udara yang tertelan, bunyinya bisa menjadi lebih keras menyerupai kentut.

2. Apakah bahaya jika perut sering berbunyi keras?

Sebagian besar kasus perut berbunyi adalah kondisi normal dan tidak berbahaya. Namun, jika dibarengi dengan sakit perut melilit, diare berdarah, atau sembelit parah, itu bisa menjadi tanda infeksi usus atau sindrom iritasi usus besar (IBS).

3. Obat apa yang paling cepat meredakan perut kembung?

Obat yang mengandung Simethicone merupakan salah satu pilihan paling cepat karena bekerja langsung memecah gelembung gas di dalam lambung. Contohnya seperti Promag, Polysilane, dan Disflatyl.

4. Makanan apa saja yang harus dihindari agar perut tidak bergas?

Sebaiknya kurangi mengonsumsi sayuran bergas seperti kol, brokoli, dan bawang. Selain itu, batasi minuman bersoda, produk susu (jika kamu intoleran laktosa), serta makanan yang digoreng karena sulit dicerna dan memicu penumpukan gas.