Ad Placeholder Image

Kenapa Pipis Warna Merah? Ini Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Kenapa Pipis Warna Merah? Penyebab & Kapan Harus ke Dokter

Kenapa Pipis Warna Merah? Ini Penyebab dan Kapan Harus ke DokterKenapa Pipis Warna Merah? Ini Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

DAFTAR ISI


Melihat air kencing berwarna merah saat buang air kecil tentu bisa membuat siapa saja merasa panik dan khawatir. Secara normal, urine manusia berwarna kuning pucat hingga keemasan, tergantung pada tingkat hidrasi tubuh. Perubahan warna yang drastis, terutama menjadi kemerahan, sering kali menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak biasa terjadi di dalam tubuh kamu.

Kondisi air kencing yang berwarna merah ini dalam istilah medis dikenal dengan sebutan hematuria, yaitu adanya sel darah merah di dalam urine. Namun, tidak semua urine yang berwarna kemerahan disebabkan oleh darah. Terkadang, pigmen dari makanan tertentu yang baru saja kamu konsumsi atau efek samping dari obat-obatan juga bisa mengubah warna urine menjadi merah, pink, atau kecokelatan.

Sebagai langkah awal, sangat penting untuk tidak langsung panik namun tetap waspada. Mengetahui perbedaan antara perubahan warna urine akibat faktor makanan dan perubahan warna akibat kondisi medis yang serius adalah kunci utama. Jika urine merah disertai dengan gejala lain seperti rasa nyeri, demam, atau anyang-anyangan, ini adalah tanda bahwa kondisi tersebut memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.

Mengingat air kencing berwarna merah bisa menjadi indikasi awal dari gangguan saluran kemih, infeksi, hingga masalah ginjal, kamu tidak boleh mengabaikannya. Mari kita bahas secara tuntas apa saja penyebabnya, kapan kamu harus segera ke dokter, dan langkah penanganan yang tepat!

Apa Itu Hematuria?

Hematuria adalah kondisi medis di mana sel darah merah (eritrosit) bocor ke dalam saluran kemih dan ikut terbuang bersama urine. Darah ini bisa berasal dari bagian mana saja di dalam sistem saluran kemih kamu, mulai dari ginjal (tempat urine diproduksi), ureter (saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih (tempat penyimpanan urine), hingga uretra (saluran pembuangan akhir).

Terdapat dua jenis hematuria yang perlu kamu ketahui:

  • Hematuria Makroskopis (Gross Hematuria): Ini adalah kondisi di mana darah di dalam urine dapat dilihat dengan jelas oleh mata telanjang. Urine bisa berwarna merah muda, merah terang, atau menyerupai warna minuman cola. Hebatnya, hanya butuh sedikit darah untuk mengubah warna urine secara keseluruhan.
  • Hematuria Mikroskopis: Pada kondisi ini, urine tampak memiliki warna kuning yang normal, tetapi ketika diperiksa di bawah mikroskop di laboratorium, terdapat sel darah merah di dalamnya. Kondisi ini biasanya baru ketahuan saat kamu melakukan tes urine rutin (urinalisis) untuk keperluan check-up kesehatan.

Penyebab Air Kencing Berwarna Merah

Penyebab dari air kencing berwarna merah sangat bervariasi, mulai dari yang sama sekali tidak berbahaya hingga kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera. Berikut adalah klasifikasi penyebabnya:

1. Faktor Makanan dan Minuman

Jika kamu baru saja mengonsumsi makanan tertentu dalam jumlah banyak, jangan kaget jika urine kamu berubah warna. Kondisi ini disebut pseudo-hematuria (hematuria palsu). Beberapa makanan pemicunya antara lain:

  • Buah Bit (Beetroot): Ini adalah penyebab paling umum. Pigmen merah pada buah bit (betanin) dapat diekskresikan melalui urine, menyebabkan kondisi yang disebut beeturia.
  • Buah Beri: Mengonsumsi blackberry atau blueberry dalam jumlah besar dapat memberikan rona kemerahan pada urine.
  • Pewarna Makanan Buatan: Makanan ringan atau minuman kemasan yang mengandung pewarna merah pekat terkadang tidak terserap sempurna dan dibuang melalui ginjal.

2. Pengaruh Obat-obatan

Beberapa jenis obat memiliki efek samping yang dapat mengubah warna urine menjadi merah, oranye, atau kecokelatan. Jika kamu sedang dalam masa pengobatan, coba cek apakah kamu mengonsumsi obat-obatan berikut:

  • Rifampisin: Antibiotik yang sering digunakan untuk mengobati tuberkulosis (TBC). Obat ini secara khas mengubah urine, keringat, dan air mata menjadi warna merah-oranye.
  • Phenazopyridine: Obat yang sering diresepkan untuk meredakan nyeri pada infeksi saluran kemih. Obat ini akan membuat urine berwarna oranye kemerahan terang.
  • Obat Pencahar (Laxative): Terutama yang mengandung ekstrak senna, dapat membuat urine tampak kemerahan.
Faktor Risiko Hematuria
  1. Usia dan Jenis Kelamin: Pria berusia di atas 50 tahun lebih rentan mengalami kencing berdarah akibat pembesaran prostat (BPH).
  2. Riwayat Keluarga: Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ginjal atau batu ginjal meningkatkan risiko kamu mengalami hal serupa.
  3. Aktivitas Fisik Ekstrem: Pelari maraton atau atlet yang melakukan latihan fisik sangat berat sering kali mengalami hematuria pasca-olahraga akibat trauma pada kandung kemih atau dehidrasi parah.

3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK terjadi ketika bakteri (biasanya E. coli) masuk ke dalam uretra dan berkembang biak di kandung kemih. Selain menyebabkan air kencing berwarna merah karena iritasi dinding kandung kemih, ISK biasanya disertai dengan gejala desakan ingin terus buang air kecil, rasa perih (anyang-anyangan), dan urine yang berbau menyengat. Untuk pencegahan dan menjaga kesehatan saluran kemih, perbanyak minum air putih. Kamu juga bisa beli vitamin dan suplemen seperti ekstrak cranberry secara online melalui aplikasi kesehatan.

4. Batu Ginjal atau Kandung Kemih

Mineral dalam urine terkadang dapat mengkristal dan membentuk batu pada dinding ginjal atau kandung kemih. Saat batu ini bergesekan dengan saluran kemih atau tersangkut saat akan keluar, ia akan melukai jaringan di sekitarnya dan menyebabkan perdarahan. Gejala khasnya adalah nyeri punggung bawah yang sangat hebat (kolik ginjal) yang bisa menjalar hingga ke pangkal paha.

5. Pembesaran Prostat (BPH)

Kelenjar prostat yang terletak tepat di bawah kandung kemih pria akan membesar seiring bertambahnya usia. Saat membesar, prostat akan menekan uretra dan mengganggu aliran urine. Hal ini dapat menyebabkan iritasi, infeksi sekunder, dan pendarahan mikroskopis maupun makroskopis.

Diagnosis dan Pemeriksaan Medis

Karena air kencing berwarna merah akibat darah adalah sebuah gejala, dokter perlu mencari tahu penyakit yang mendasarinya. Beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan meliputi:

  • Urinalisis: Pemeriksaan sampel urine di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan sel darah merah, sel darah putih (tanda infeksi), kristal mineral (tanda batu ginjal), hingga protein.
  • Kultur Urine: Dilakukan jika dicurigai ada infeksi. Tes ini akan menentukan jenis bakteri penyebab infeksi sehingga dokter bisa meresepkan antibiotik yang tepat.
  • USG Ginjal atau CT Scan: Pemeriksaan pencitraan (imaging) ini bertujuan untuk melihat struktur ginjal, ureter, dan kandung kemih. Sangat efektif untuk mendeteksi adanya batu ginjal, kista, atau tumor.
  • Sistoskopi: Prosedur medis di mana dokter memasukkan selang kecil yang dilengkapi kamera kecil ke dalam uretra dan kandung kemih untuk melihat kondisi saluran kemih secara langsung dari dalam.

Mengingat berbahayanya komplikasi yang bisa terjadi, jika kamu mengalami kencing berdarah, segera konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat sedini mungkin.

Studi Mengenai Hematuria

Mayo Clinic Proceedings menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa evaluasi klinis yang cepat pada pasien dengan gross hematuria sangat penting karena sekitar 20% hingga 25% kasus berkaitan dengan keganasan urologi (seperti kanker kandung kemih).

Studi ini menekankan bahwa pasien, terutama mereka yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki kebiasaan merokok, tidak boleh menganggap remeh gejala kencing berdarah meskipun tidak disertai dengan rasa sakit (painless hematuria). Pemeriksaan USG dan sistoskopi direkomendasikan sebagai standar emas untuk penegakan diagnosis awal.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Blood in urine (hematuria).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Hematuria (Blood in Urine).
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2024. Hematuria (Blood in the Urine).
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Infeksi Saluran Kemih dan Kencing Berdarah.

FAQ

1. Apakah air kencing berwarna merah selalu berarti ada penyakit serius?

Tidak selalu. Terkadang air kencing berwarna merah hanya disebabkan oleh konsumsi makanan berpigmen kuat (seperti buah bit atau blackberry) atau efek samping dari obat-obatan tertentu. Namun, jika perubahan warna ini berlanjut tanpa penyebab makanan yang jelas, itu bisa menjadi tanda kondisi medis seperti infeksi, batu ginjal, atau gangguan prostat yang harus segera diperiksa dokter.

2. Kapan saya harus segera pergi ke dokter jika urine berwarna merah?

Kamu harus segera menemui dokter jika urine merah disertai dengan gejala lain seperti nyeri punggung bagian bawah yang hebat, demam tinggi, mual, muntah, atau rasa terbakar saat buang air kecil. Selain itu, jika urine tampak memiliki gumpalan darah atau kamu kesulitan buang air kecil, itu adalah kondisi darurat medis.

3. Apakah kurang minum air putih bisa menyebabkan air kencing berwarna merah?

Dehidrasi parah biasanya menyebabkan urine berwarna kuning sangat pekat, oranye, atau kecokelatan kental, tetapi jarang menyebabkan urine menjadi merah terang kecuali jika dehidrasi memicu iritasi berat atau batu ginjal yang akhirnya melukai saluran kemih. Tetap pastikan tubuh terhidrasi dengan minum minimal 8 gelas air per hari.

4. Bagaimana cara mengatasi air kencing berwarna merah di rumah?

Jika warna merah dipastikan akibat darah (hematuria), kondisi ini tidak bisa diobati secara mandiri di rumah dan memerlukan resep dokter (seperti antibiotik untuk ISK atau obat peluruh batu ginjal). Langkah rumahan yang bisa dilakukan hanyalah memperbanyak minum air putih untuk membantu membilas saluran kemih sambil menunggu jadwal konsultasi ke dokter.