Ad Placeholder Image

Kenapa Sakit Saat Kencing? Yuk Kenali Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Kenapa Sakit Saat Kencing? Kenali ISK dan Penyebab Lainnya

Kenapa Sakit Saat Kencing? Yuk Kenali PenyebabnyaKenapa Sakit Saat Kencing? Yuk Kenali Penyebabnya

Apa Itu Sakit Saat Kencing (Disuria)?

Sakit saat kencing, atau dikenal secara medis sebagai disuria, merupakan sensasi nyeri, terbakar, atau tidak nyaman yang dirasakan saat buang air kecil. Kondisi ini bisa terasa di dalam saluran kemih (uretra), kandung kemih, atau area sekitar alat kelamin. Meskipun lebih sering terjadi pada wanita, disuria dapat dialami oleh siapa saja dari berbagai kelompok usia. Rasa nyeri ini dapat bervariasi mulai dari ringan hingga parah dan mungkin disertai dengan gejala lain.

Gejala yang Menyertai Sakit Saat Kencing

Selain rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil, disuria dapat disertai dengan beberapa gejala lain, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Mengenali gejala-gejala ini penting untuk membantu penentuan diagnosis.

  • Nyeri di perut bagian bawah atau panggul.
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat.
  • Urgensi atau keinginan mendesak untuk buang air kecil.
  • Sulit menahan buang air kecil.
  • Urine keruh, berbau menyengat, atau bercampur darah.
  • Demam atau menggigil.
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri di punggung bawah atau samping (flank pain).

Kenapa Sakit Saat Kencing: Berbagai Penyebabnya

Penyebab sakit saat kencing (disuria) sangat bervariasi, mulai dari infeksi yang umum hingga kondisi medis yang lebih kompleks. Pemahaman mengenai berbagai penyebab ini krusial untuk penanganan yang tepat.

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah penyebab paling umum sakit saat kencing. Kondisi ini terjadi ketika bakteri, seperti E. coli, masuk dan berkembang biak di saluran kemih. Bakteri ini dapat menginfeksi uretra (uretritis), kandung kemih (sistitis), atau bahkan ginjal (pielonefritis).

Wanita lebih rentan mengalami ISK karena uretra yang lebih pendek dan letaknya berdekatan dengan anus. Gejala ISK meliputi nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, sering buang air kecil, urine keruh, dan terkadang demam.

Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa Infeksi Menular Seksual (IMS) dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil. Contoh IMS yang seringkali menimbulkan disuria adalah gonore, klamidia, dan herpes genital. Selain nyeri saat kencing, IMS dapat disertai dengan gejala lain seperti keputihan yang tidak normal, rasa gatal, atau luka di area genital.

Batu Ginjal

Batu ginjal adalah endapan keras yang terbentuk dari mineral dan garam di dalam ginjal. Ketika batu ini bergerak turun dari ginjal ke ureter (saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih) atau kandung kemih, dapat menyebabkan nyeri hebat. Nyeri ini bisa menjalar ke perut bagian bawah, selangkangan, dan juga menyebabkan sakit saat kencing.

Peradangan Prostat (Prostatitis)

Pada pria, peradangan kelenjar prostat atau prostatitis dapat menjadi penyebab sakit saat kencing. Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra. Peradangan pada prostat dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau kondisi non-infeksi. Gejalanya termasuk nyeri panggul, sering buang air kecil, dan nyeri saat ejakulasi.

Iritasi dari Produk Kebersihan

Penggunaan produk kebersihan tertentu dapat menyebabkan iritasi pada area genital dan saluran kemih, sehingga menimbulkan rasa sakit saat buang air kecil. Sabun dengan pewangi, douching (pembersih vagina), atau produk kontrasepsi seperti spermisida bisa menjadi pemicu iritasi pada uretra atau vulva. Iritasi ini seringkali tidak disebabkan oleh infeksi.

Kondisi Medis Lainnya

Selain penyebab di atas, sakit saat kencing juga bisa diakibatkan oleh kondisi medis lain yang kurang umum. Kondisi ini meliputi:

  • Vaginitis (radang vagina pada wanita).
  • Uretritis non-gonokokus (peradangan uretra tanpa infeksi gonore).
  • Kanker kandung kemih.
  • Kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder).
  • Obat-obatan tertentu, seperti kemoterapi.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Penting untuk mencari pertolongan medis jika mengalami sakit saat kencing, terutama jika disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan. Segera konsultasikan dengan dokter jika disuria tidak membaik, demam, terdapat darah dalam urine, nyeri hebat di punggung, atau jika sedang hamil.

Penundaan diagnosis dan penanganan dapat memperburuk kondisi atau menyebabkan komplikasi serius. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan mungkin meminta tes urine atau tes lainnya untuk menentukan penyebab pasti.

Pengobatan Sakit Saat Kencing

Pengobatan untuk sakit saat kencing sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Setelah diagnosis ditegakkan oleh dokter, rencana pengobatan akan disesuaikan. Jika disebabkan oleh ISK atau IMS, antibiotik mungkin diresepkan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.

Untuk kasus batu ginjal, penanganan bisa bervariasi mulai dari minum banyak air untuk membantu batu keluar secara alami, hingga prosedur medis untuk memecah atau mengangkat batu. Jika iritasi adalah penyebabnya, dokter akan merekomendasikan untuk menghindari produk pemicu dan mungkin meresepkan krim atau salep.

Pencegahan Sakit Saat Kencing

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk membantu mencegah sakit saat kencing atau mengurangi risiko kekambuhan. Ini termasuk perubahan gaya hidup dan praktik kebersihan.

  • Minum air putih yang cukup sepanjang hari untuk membantu membilas bakteri dari saluran kemih.
  • Buang air kecil segera setelah merasakan dorongan dan setelah berhubungan intim.
  • Bersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air besar untuk mencegah penyebaran bakteri ke uretra.
  • Hindari penggunaan sabun beraroma kuat, douching, atau produk kebersihan feminin yang dapat mengiritasi.
  • Kenakan pakaian dalam berbahan katun yang longgar untuk menjaga area genital tetap kering dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Sakit saat kencing adalah keluhan yang tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian medis. Apabila mengalami gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, mendapatkan rekomendasi medis praktis dan terpercaya menjadi lebih mudah.