Ad Placeholder Image

Kenapa Sariawan Berdarah? Ini Penyebab dan Solusinya.

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Kenapa Sariawan Berdarah? Ini Lho Alasannya

Kenapa Sariawan Berdarah? Ini Penyebab dan Solusinya.Kenapa Sariawan Berdarah? Ini Penyebab dan Solusinya.

Kenapa Sariawan Berdarah? Pahami Penyebab dan Penanganannya

Sariawan, atau ulkus aftosa, merupakan kondisi umum berupa luka terbuka pada jaringan lunak di mulut, seperti bibir, pipi bagian dalam, lidah, atau gusi. Meskipun seringkali dianggap sepele, kemunculan sariawan yang berdarah dapat menimbulkan kekhawatiran. Pendarahan pada sariawan adalah respons alami tubuh terhadap iritasi atau peradangan yang memburuk pada luka.

Pembuluh darah halus di sekitar area sariawan bisa menjadi lebih rapuh. Akibatnya, sentuhan ringan, gesekan, atau peradangan yang intens dapat memicu pecahnya pembuluh darah tersebut. Pemahaman mengenai penyebab sariawan berdarah sangat penting untuk penanganan yang tepat dan pencegahan yang efektif.

Definisi Sariawan Berdarah

Sariawan berdarah adalah kondisi ketika luka sariawan mengeluarkan darah, baik sedikit maupun lebih banyak. Sariawan sendiri adalah luka terbuka yang terbentuk akibat peradangan pada selaput lendir mulut. Ketika peradangan ini cukup parah atau luka teriritasi secara fisik, pembuluh darah kecil di bawah permukaan luka bisa pecah. Hal ini menyebabkan munculnya darah.

Kondisi ini seringkali disertai rasa nyeri yang lebih hebat. Area sariawan menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan, makanan pedas, atau asam.

Penyebab Umum Kenapa Sariawan Berdarah

Sariawan yang berdarah bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa kondisi menyebabkan pembuluh darah di sekitar luka menjadi lebih rentan. Berikut adalah penyebab-penyebab umumnya.

Trauma Fisik atau Cedera

Ini adalah penyebab paling umum dari sariawan yang berdarah. Trauma fisik dapat terjadi karena berbagai hal. Misalnya, tergigit secara tidak sengaja saat makan, menyikat gigi terlalu keras, atau penggunaan alat gigi yang tidak pas. Gesekan atau tekanan berulang pada sariawan yang sudah ada dapat merusak dinding pembuluh darah halus.

Akibatnya, luka sariawan mengeluarkan darah.

Infeksi Bakteri atau Virus

Sariawan adalah luka terbuka. Kondisi ini menjadikannya rentan terhadap infeksi sekunder oleh bakteri atau virus. Infeksi dapat memperparah peradangan dan merusak jaringan di sekitar sariawan.

Peradangan yang intens akibat infeksi dapat membuat pembuluh darah lebih rapuh dan mudah pecah. Ini juga bisa menyebabkan sariawan berdarah.

Kekurangan Nutrisi

Defisiensi beberapa vitamin dan mineral esensial dapat mempengaruhi kesehatan jaringan mulut. Kekurangan vitamin B12, vitamin C, dan zat besi dapat melemahkan dinding pembuluh darah. Nutrisi ini juga dapat menghambat proses penyembuhan luka.

Akibatnya, sariawan lebih mudah berdarah dan sulit sembuh.

Stres dan Perubahan Hormon

Stres yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini membuat seseorang lebih rentan terhadap sariawan dan memperburuk kondisi yang sudah ada. Perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, kehamilan, atau menopause, juga dapat mempengaruhi kesehatan mulut.

Faktor-faktor ini dapat meningkatkan kemungkinan sariawan berdarah.

Alergi dan Kondisi Medis Lain

Reaksi alergi terhadap makanan tertentu, pasta gigi, atau obat-obatan dapat memicu timbulnya sariawan. Beberapa kondisi medis, seperti penyakit autoimun (misalnya, lupus atau penyakit Crohn), juga dapat menyebabkan sariawan yang parah dan berdarah. Penyakit autoimun menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat.

Respons ini dapat memperburuk peradangan pada sariawan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sariawan berdarah seringkali bukan masalah serius, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami:

  • Sariawan tidak kunjung sembuh dalam dua minggu.
  • Pendarahan sariawan sangat banyak atau sering terjadi.
  • Sariawan disertai demam, ruam, atau nyeri sendi.
  • Sariawan menyebabkan kesulitan makan atau minum.
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja.
  • Sariawan muncul bersamaan dengan benjolan atau perubahan lain di mulut.

Pengobatan Sariawan Berdarah

Penanganan sariawan berdarah bertujuan untuk mengurangi nyeri, mencegah infeksi, dan mempercepat penyembuhan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menjaga Kebersihan Mulut: Sikat gigi dengan lembut dan gunakan obat kumur antiseptik untuk mencegah infeksi.
  • Obat Kumur Medis: Penggunaan obat kumur yang mengandung kortikosteroid atau klorheksidin dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri.
  • Obat Oles: Salep atau gel yang mengandung anestesi lokal dapat meredakan nyeri sementara.
  • Konsumsi Makanan Lunak: Hindari makanan pedas, asam, atau keras yang dapat memperparah iritasi.
  • Suplemen Nutrisi: Jika penyebabnya adalah kekurangan nutrisi, dokter dapat merekomendasikan suplemen vitamin B12, vitamin C, atau zat besi.

Pencegahan Sariawan Berdarah

Mencegah sariawan berdarah melibatkan beberapa strategi gaya hidup dan kebersihan:

  • Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut: Sikat gigi secara teratur dengan sikat berbulu lembut.
  • Pola Makan Seimbang: Konsumsi makanan kaya vitamin B12, C, dan zat besi untuk menjaga kesehatan mulut.
  • Hindari Pemicu: Kenali dan hindari makanan atau zat yang dapat memicu sariawan, seperti makanan pedas atau asam.
  • Kelola Stres: Lakukan aktivitas yang dapat mengurangi stres, seperti yoga atau meditasi.
  • Cek Gigi Secara Rutin: Kunjungi dokter gigi secara teratur untuk pemeriksaan dan pembersihan.

Sariawan yang berdarah memerlukan perhatian agar tidak menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, konsultasikan kondisi ini dengan dokter profesional. Gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter atau membeli obat yang direkomendasikan.