Ad Placeholder Image

Kenapa Setiap Sore Badan Meriang? Ini Penyebab Ringan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Kenapa Setiap Sore Badan Meriang? Ini Lho Alasannya.

Kenapa Setiap Sore Badan Meriang? Ini Penyebab RinganKenapa Setiap Sore Badan Meriang? Ini Penyebab Ringan

Apa Itu Badan Meriang Setiap Sore?

Badan meriang setiap sore seringkali menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini dapat didefinisikan sebagai perasaan tidak enak badan, lemas, atau sensasi suhu tubuh sedikit meningkat yang terjadi secara konsisten pada sore hari. Meskipun kadang dianggap sepele, pola meriang yang berulang di waktu tertentu bisa menjadi indikasi berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Memahami penyebab di baliknya sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Penyebab Umum Badan Meriang Setiap Sore

Beberapa faktor dapat menyebabkan badan terasa meriang setiap sore tanpa adanya penyakit serius yang mendasari. Ini adalah penyebab yang seringkali dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup atau istirahat cukup.

  • Kelelahan dan Kurang Tidur. Aktivitas padat sepanjang hari dapat menguras energi fisik dan mental. Saat tubuh terlalu lelah, sistem imun bisa melemah sementara, menyebabkan sensasi meriang di sore hari sebagai respons tubuh terhadap kebutuhan istirahat.

  • Dehidrasi. Asupan cairan yang tidak mencukupi sepanjang hari bisa mempengaruhi fungsi tubuh secara keseluruhan. Dehidrasi dapat memicu perasaan lesu, pusing, dan sensasi panas dingin atau meriang.

  • Stres. Tekanan psikologis atau stres kronis dapat memengaruhi sistem saraf dan hormon, yang pada gilirannya bisa memicu respons inflamasi ringan dalam tubuh, menimbulkan gejala meriang atau tidak enak badan.

  • Ritme Sirkadian Tubuh. Suhu tubuh manusia secara alami mengalami fluktuasi sepanjang hari, mengikuti ritme sirkadian. Suhu tubuh cenderung sedikit lebih tinggi di sore dan malam hari. Bagi sebagian orang, perubahan kecil ini dapat dirasakan sebagai sensasi meriang.

  • Perubahan Suhu Lingkungan. Transisi dari cuaca panas ke dingin atau sebaliknya, atau berada di lingkungan ber-AC dalam waktu lama, dapat memicu respons penyesuaian suhu tubuh yang bisa dirasakan sebagai meriang.

Penyebab Medis yang Perlu Diwaspadai

Jika meriang setiap sore disertai gejala lain atau berlangsung terus-menerus, bisa jadi ini adalah tanda kondisi medis yang memerlukan diagnosis dan penanganan dari dokter.

  • Infeksi. Berbagai jenis infeksi dapat memicu respons demam atau meriang, terutama di sore hari. Contohnya termasuk:

    • Flu atau Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA): Infeksi virus umum yang menyebabkan hidung meler, batuk, dan demam.

    • Demam Tifoid (Tipes): Infeksi bakteri yang sering ditandai demam naik bertahap, biasanya lebih tinggi di sore atau malam hari (demam remiten), disertai gangguan pencernaan.

    • Demam Berdarah Dengue (DBD): Infeksi virus yang ditularkan nyamuk, bisa menyebabkan demam tinggi, nyeri otot, dan ruam. Demam dapat naik turun, dengan pola demam biphasic (dua puncak).

    • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Infeksi bakteri pada saluran kemih yang dapat menyebabkan demam, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri perut bagian bawah.

    • Tuberkulosis (TB): Infeksi bakteri paru-paru yang kronis, seringkali ditandai demam ringan, batuk berkepanjangan, dan keringat malam, termasuk meriang di sore hari.

    • Malaria: Penyakit yang ditularkan nyamuk dengan pola demam khas menggigil, demam tinggi, dan berkeringat hebat secara berkala.

  • Gangguan Autoimun. Kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehatnya sendiri, seperti lupus atau rheumatoid arthritis, dapat menyebabkan peradangan kronis dan gejala seperti meriang, kelelahan, serta nyeri sendi.

  • Masalah Pencernaan. Beberapa kondisi pencernaan, seperti gastritis (peradangan lambung), bisa menyebabkan gejala sistemik seperti meriang atau lemas, terutama jika disertai nyeri ulu hati, mual, atau gangguan pencernaan lainnya.

  • Gangguan Hormonal. Ketidakseimbangan hormon, misalnya pada gangguan tiroid, juga dapat mempengaruhi regulasi suhu tubuh dan metabolisme, yang bisa memicu sensasi meriang.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Penting untuk memeriksakan diri ke dokter jika badan meriang setiap sore berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai gejala berikut:

  • Demam tinggi (di atas 38 derajat Celsius).

  • Keringat malam yang berlebihan.

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

  • Batuk berkepanjangan.

  • Sakit kepala hebat.

  • Nyeri perut hebat atau mual dan muntah.

  • Ruam atau bintik merah di kulit.

  • Nyeri otot atau sendi yang parah.

  • Kelelahan ekstrem yang tidak membaik dengan istirahat.

Penanganan Awal di Rumah

Jika meriang bersifat ringan dan tidak disertai gejala serius, beberapa langkah dapat dilakukan di rumah untuk meredakan keluhan:

  • Istirahat Cukup. Pastikan tubuh mendapatkan waktu tidur yang memadai untuk memulihkan energi.

  • Cukupi Cairan Tubuh. Minumlah air putih, jus buah, atau sup untuk mencegah dehidrasi.

  • Kelola Stres. Lakukan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau aktivitas yang menyenangkan.

  • Makan Makanan Bergizi. Konsumsi buah, sayur, dan protein untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.

  • Kenakan Pakaian Nyaman. Sesuaikan pakaian dengan suhu lingkungan agar tubuh tidak terlalu panas atau dingin.

Pencegahan Meriang Setiap Sore

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko meriang setiap sore:

  • Terapkan pola tidur teratur dan cukup.

  • Minum air yang cukup sepanjang hari.

  • Kelola tingkat stres dengan baik.

  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang.

  • Lakukan aktivitas fisik secara teratur.

  • Hindari kontak dengan orang sakit.

  • Jaga kebersihan diri, termasuk rajin mencuci tangan.

Kesimpulan

Sensasi badan meriang setiap sore dapat disebabkan oleh beragam faktor, mulai dari kelelahan biasa hingga indikasi infeksi atau kondisi medis tertentu. Memahami penyebabnya adalah kunci untuk penanganan yang tepat. Jika meriang disertai demam tinggi, gejala berat lainnya, atau tidak membaik setelah beberapa hari, segera cari bantuan medis. Melakukan pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu memastikan diagnosis akurat dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Untuk konsultasi lebih lanjut atau janji temu dengan dokter, gunakan layanan Halodoc.