Ad Placeholder Image

Kenapa Suka Makan Beras Mentah? Ini Alasannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Suka Beras Mentah? Ternyata Ini Alasan Sebenarnya

Kenapa Suka Makan Beras Mentah? Ini Alasannya!Kenapa Suka Makan Beras Mentah? Ini Alasannya!

Memahami Ketertarikan pada Makan Beras Mentah dan Dampaknya bagi Kesehatan

Ketertarikan untuk mengonsumsi beras mentah mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, namun fenomena ini ternyata cukup umum. Aktivitas makan beras mentah, atau benda non-makanan lainnya, dapat menjadi indikasi kondisi medis atau psikologis tertentu yang memerlukan perhatian. Penting untuk memahami penyebab di balik kebiasaan ini serta potensi risiko kesehatan yang menyertainya.

Apa Itu Pica?

Pica adalah gangguan makan yang ditandai dengan keinginan untuk mengonsumsi zat non-nutrisi atau non-makanan secara terus-menerus selama setidaknya satu bulan. Zat tersebut bisa berupa es, tanah, rambut, cat, kertas, dan termasuk juga beras mentah. Kondisi ini seringkali dikaitkan dengan defisiensi nutrisi atau masalah kesehatan mental.

Kenapa Suka Makan Beras Mentah? Penyebab Umum

Keinginan untuk mengonsumsi beras mentah bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kekurangan nutrisi hingga kondisi psikologis. Pemahaman terhadap penyebab ini penting untuk mencari penanganan yang tepat.

  • Kekurangan Zat Besi (Anemia)

    Salah satu penyebab paling umum dari pica, termasuk keinginan makan beras mentah, adalah kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi. Tubuh secara naluriah mencari mineral yang kurang, meskipun dalam bentuk yang tidak tepat. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala lain seperti kelelahan, pucat, dan sesak napas.

  • Stres atau Kecemasan

    Beberapa individu mungkin menemukan kenyamanan atau pelepasan stres dengan mengunyah atau makan beras mentah. Tekstur keras beras dapat memberikan sensasi yang menenangkan atau mengalihkan perhatian dari perasaan cemas atau tegang.

  • Kehamilan

    Perubahan hormon dan kebutuhan nutrisi yang meningkat selama kehamilan dapat memicu pica pada beberapa wanita hamil. Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, kekurangan nutrisi seperti zat besi seringkali menjadi faktor pemicu.

  • Kondisi Neurologis atau Perkembangan

    Pica juga dapat ditemukan pada individu dengan kondisi neurologis atau gangguan perkembangan, seperti autisme. Dalam kasus ini, pica mungkin merupakan bagian dari perilaku repetitif atau cara mengatasi sensori yang unik.

  • Masalah Psikologis Lainnya

    Beberapa masalah kesehatan mental seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD) atau gangguan stres pascatrauma (PTSD) juga dapat dikaitkan dengan perilaku pica. Ini bisa menjadi mekanisme koping atau perilaku kompulsif.

  • Faktor Sensori (Tekstur)

    Terlepas dari kondisi medis atau psikologis, beberapa orang mungkin tertarik pada beras mentah hanya karena sensasi teksturnya yang keras dan renyah. Ini bisa menjadi preferensi sensori yang berkembang tanpa adanya masalah mendasar.

Bahaya Makan Beras Mentah bagi Kesehatan

Meskipun keinginan makan beras mentah mungkin tampak tidak berbahaya, kebiasaan ini menyimpan berbagai risiko kesehatan serius.

  • Keracunan Bakteri

    Beras mentah dapat mengandung bakteri berbahaya seperti Bacillus cereus atau Salmonella. Konsumsi beras mentah yang terkontaminasi dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut yang parah.

  • Gangguan Pencernaan

    Beras mentah mengandung lektin, sejenis protein yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung, gas, dan iritasi pada lapisan usus jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan tanpa proses pemasakan. Lektin biasanya dinonaktifkan saat beras dimasak.

  • Kerusakan Gigi

    Mengunyah beras mentah yang keras secara rutin dapat menyebabkan abrasi atau keretakan pada enamel gigi, bahkan bisa merusak tambalan atau restorasi gigi. Ini berpotensi memicu rasa sakit dan infeksi.

  • Anemia Bertambah Parah

    Jika pica disebabkan oleh anemia defisiensi besi, konsumsi beras mentah justru dapat memperburuk kondisi. Beras mentah tidak mengandung zat besi yang cukup dan, dengan mengganggu penyerapan nutrisi, dapat menghambat perbaikan anemia.

  • Kekurangan Nutrisi Lain

    Fokus pada konsumsi beras mentah dapat menggantikan asupan makanan bergizi lain yang penting bagi tubuh, berpotensi menyebabkan kekurangan nutrisi esensial selain zat besi.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika seseorang memiliki kebiasaan makan beras mentah atau benda non-makanan lainnya, sangat disarankan untuk mencari bantuan medis. Ini terutama penting jika kebiasaan tersebut sulit dihentikan atau mulai menimbulkan masalah kesehatan.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi penyebab mendasar, seperti kekurangan zat besi atau kondisi medis lainnya. Penanganan akan disesuaikan berdasarkan diagnosis yang tepat.

Penanganan dan Pencegahan

Penanganan pica, termasuk keinginan makan beras mentah, berfokus pada mengatasi penyebab utamanya. Ini mungkin melibatkan suplementasi zat besi jika terdapat anemia, terapi perilaku untuk mengatasi stres atau kecemasan, atau dukungan nutrisi jika terdapat kekurangan gizi.

Pencegahan meliputi memastikan asupan gizi seimbang, mengelola stres dengan baik, dan memantau kebiasaan makan, terutama pada kelompok risiko seperti ibu hamil atau individu dengan kondisi tertentu.

Kesimpulan: Rekomendasi Medis Halodoc

Ketertarikan pada makan beras mentah bukanlah hal yang dapat diabaikan, karena berpotensi menjadi tanda adanya gangguan pica yang terkait dengan berbagai masalah kesehatan. Jika seseorang atau kerabat terdekat memiliki kebiasaan ini, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan profesional medis.

Melalui aplikasi Halodoc, dapat menghubungi dokter spesialis gizi atau psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana penanganan yang tepat. Jangan ragu untuk mencari bantuan demi kesehatan yang optimal.