Ad Placeholder Image

Kenapa Susah Berak? Ini Dia Biang Keroknya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Kenapa Susah Berak? Cek 7 Penyebab Utama Ini!

Kenapa Susah Berak? Ini Dia Biang Keroknya!Kenapa Susah Berak? Ini Dia Biang Keroknya!

Buang air besar (BAB) yang lancar adalah indikator penting kesehatan pencernaan. Namun, tidak jarang seseorang mengalami kesulitan BAB atau sembelit. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Memahami kenapa susah berak menjadi langkah awal untuk mengatasinya.

Apa Itu Susah Berak atau Sembelit?

Susah berak, atau dalam istilah medis disebut sembelit, adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan buang air besar. Ini ditandai dengan frekuensi BAB yang kurang dari tiga kali seminggu, feses yang keras, kering, atau kecil, serta harus mengejan kuat saat BAB. Seseorang mungkin juga merasa seperti ada sumbatan dan tidak tuntas setelah BAB.

Penyebab Utama Kenapa Susah Berak

Kesulitan buang air besar umumnya disebabkan oleh beberapa faktor gaya hidup dan kebiasaan. Faktor-faktor ini seringkali saling berkaitan dan memperburuk kondisi sembelit.

Kurang Asupan Serat dan Cairan

Asupan serat yang tidak memadai adalah penyebab paling umum seseorang mengalami sembelit. Serat pangan membantu melunakkan dan menambah volume feses, membuatnya lebih mudah bergerak melalui usus. Makanan rendah serat, seperti olahan daging merah dan produk susu, dapat membuat tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Selain serat, kurang minum air putih juga berkontribusi pada feses yang keras. Cairan membantu melunakkan feses, sehingga memudahkan proses defekasi. Dehidrasi membuat tubuh menarik air dari feses di usus besar, menyebabkan feses menjadi kering.

Kurang Aktivitas Fisik

Gaya hidup kurang gerak atau minim aktivitas fisik dapat memperlambat pergerakan usus. Olahraga secara teratur membantu melancarkan kontraksi otot usus, yang penting untuk mendorong feses. Seseorang yang jarang bergerak memiliki risiko lebih tinggi mengalami susah berak.

Kebiasaan Menunda Buang Air Besar

Menunda BAB saat ada dorongan adalah kebiasaan buruk yang bisa memicu sembelit. Semakin lama feses tertahan di usus besar, semakin banyak air yang diserap, menjadikannya lebih keras dan sulit dikeluarkan. Sebaiknya segera BAB ketika merasa ada dorongan.

Faktor Lain Pemicu Susah Berak

Selain penyebab utama di atas, ada beberapa faktor lain yang dapat berkontribusi pada susah berak.

Pengaruh Obat-obatan

Beberapa jenis obat memiliki efek samping yang dapat menyebabkan sembelit. Contohnya termasuk obat pereda nyeri tertentu (opioid), antidepresan, suplemen zat besi, antasida yang mengandung aluminium, dan beberapa obat tekanan darah. Konsultasikan dengan dokter jika mengalami sembelit setelah mengonsumsi obat baru.

Perubahan Rutinitas dan Stres

Perubahan pada rutinitas sehari-hari, seperti saat bepergian atau perubahan pola tidur, dapat memengaruhi ritme pencernaan. Stres juga memiliki dampak signifikan pada sistem pencernaan. Stres dapat memperlambat atau mempercepat pergerakan usus, seringkali menyebabkan gangguan seperti sembelit.

Kehamilan dan Usia Lanjut

Wanita hamil sering mengalami sembelit karena perubahan hormon yang memperlambat sistem pencernaan. Tekanan rahim yang membesar pada usus juga bisa menjadi penyebab. Pada lansia, metabolisme tubuh melambat dan seringkali kurang aktif bergerak, menyebabkan pergerakan usus melambat.

Kondisi Medis Tertentu

Beberapa penyakit atau kondisi medis dapat menyebabkan sembelit. Ini termasuk sindrom iritasi usus besar (IBS), diabetes, dan hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid). Kondisi neurologis yang memengaruhi saraf di usus juga bisa menjadi pemicu sembelit kronis.

Masalah Otot Panggul dan Saraf

Otot panggul yang lemah atau mengalami disfungsi dapat mempersulit proses pengeluaran feses. Masalah pada saraf yang mengontrol fungsi usus dan rektum juga bisa mengganggu koordinasi kontraksi otot yang diperlukan untuk BAB. Ini termasuk kondisi seperti neuropati atau cedera tulang belakang.

Mencegah Susah Berak yang Efektif

Mencegah susah berak melibatkan perubahan gaya hidup yang sehat dan konsisten. Penerapan kebiasaan ini dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan.

  • Perbanyak Asupan Serat: Konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan setiap hari.
  • Cukupi Cairan Tubuh: Minum air putih minimal 8 gelas sehari untuk menjaga feses tetap lunak.
  • Aktif Bergerak: Lakukan olahraga ringan hingga sedang secara teratur, setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Jangan Menunda BAB: Segera buang air besar saat ada dorongan, jangan ditahan.
  • Kelola Stres: Temukan cara sehat untuk mengatasi stres, seperti meditasi atau yoga.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Susah berak yang terjadi sesekali umumnya dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup. Namun, segera konsultasikan dengan dokter melalui Halodoc jika sembelit berlangsung lebih dari dua minggu, disertai nyeri perut parah, darah dalam feses, penurunan berat badan tanpa sebab, atau perubahan kebiasaan BAB secara tiba-tiba. Dokter dapat membantu mendiagnosis penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat.