Ad Placeholder Image

Kenapa Ubun Ubun Bayi Tidak Berdenyut? Bisa Normal Kok

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Kenapa Ubun Bayi Tak Berdenyut? Normal atau Bahaya?

Kenapa Ubun Ubun Bayi Tidak Berdenyut? Bisa Normal KokKenapa Ubun Ubun Bayi Tidak Berdenyut? Bisa Normal Kok

DAFTAR ISI


Melihat bayi yang baru lahir tumbuh dengan sehat adalah impian setiap orang tua. Namun, sering kali orang tua merasa cemas ketika memperhatikan detail kecil pada fisik buah hati mereka, salah satunya adalah ubun-ubun. Ubun-ubun atau fontanel adalah area lunak di kepala bayi yang belum tertutup oleh tulang tengkorak secara sempurna. Banyak orang tua yang merasa khawatir jika ubun-ubun bayi mereka terlihat berdenyut kencang, namun tidak sedikit pula yang panik saat ubun-ubun bayi tidak berdenyut sama sekali.

Kekhawatiran ini sebenarnya sangat wajar, mengingat ubun-ubun sering dianggap sebagai jendela kesehatan otak bayi. Memahami anatomi dan fungsi ubun-ubun sangat penting bagi orang tua agar tidak terjebak dalam kecemasan yang berlebihan atau justru mengabaikan tanda-tanda medis yang serius. Secara medis, ada alasan tertentu mengapa denyutan tersebut bisa terlihat sangat jelas atau bahkan tidak terasa sama sekali pada waktu-waktu tertentu.

Penting untuk diingat bahwa setiap bayi memiliki proses pertumbuhan yang unik. Jika kamu merasa ada yang tidak biasa dengan perkembangan fisik si kecil, langkah terbaik adalah mencari informasi yang akurat dan melakukan observasi mandiri sebelum memutuskan tindakan lebih lanjut. Memastikan asupan nutrisi bayi tetap terjaga melalui pemberian ASI atau susu formula yang tepat juga menjadi bagian dari perawatan harian. Kamu bisa memenuhi kebutuhan produk kesehatan bayi dengan beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk yang diantar langsung ke rumah.

Nah, mau tahu apa saja alasan di balik kondisi ubun-ubun bayi yang tidak berdenyut serta kapan kamu harus merasa waspada? Berikut ulasannya!

Apa itu Ubun-ubun Bayi?

Saat bayi lahir, tulang tengkoraknya tidak berbentuk satu kesatuan yang kaku. Tengkorak bayi terdiri dari beberapa tulang yang dipisahkan oleh celah yang disebut sutura. Di titik di mana beberapa sutura bertemu, terdapat area lunak yang tertutup oleh membran jaringan ikat yang kuat, yang kita kenal sebagai ubun-ubun atau fontanel. Bayi sebenarnya memiliki beberapa ubun-ubun, namun yang paling menonjol dan sering diperhatikan adalah fontanel anterior (ubun-ubun besar di bagian atas depan) dan fontanel posterior (ubun-ubun kecil di bagian belakang).

Fungsi utama dari celah lunak ini adalah untuk memungkinkan kepala bayi menjadi fleksibel saat melewati jalan lahir yang sempit selama proses persalinan. Selain itu, ubun-ubun memberikan ruang bagi otak bayi untuk berkembang dengan sangat cepat pada tahun-tahun pertama kehidupannya. Tanpa adanya celah ini, tekanan di dalam kepala bisa meningkat dan menghambat perkembangan kognitif serta fisik anak.

Kenapa Ubun-ubun Bayi Berdenyut?

Denyutan yang sering terlihat pada ubun-ubun bayi sebenarnya adalah hal yang sangat normal. Denyutan ini mencerminkan aliran darah yang dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Karena tulang tengkorak di area tersebut belum menyatu dan hanya ditutupi oleh jaringan ikat serta kulit, denyut nadi dari pembuluh darah di bawahnya menjadi terlihat atau terasa oleh tangan.

Denyutan ini biasanya akan terlihat lebih jelas saat bayi sedang menangis, batuk, atau mengejan. Namun, saat bayi dalam keadaan tenang atau sedang tidur, denyutan ini mungkin akan melambat atau menjadi kurang terlihat. Selama ubun-ubun terasa datar (tidak cekung ke dalam atau menonjol keluar secara ekstrem), maka kondisi tersebut umumnya dianggap sehat.

Penyebab Ubun-ubun Bayi Tidak Berdenyut

Jika kamu memperhatikan bahwa ubun ubun bayi tidak berdenyut, jangan langsung panik. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang bersifat fisiologis maupun situasional. Berikut adalah beberapa penyebab umumnya:

1. Ketebalan Jaringan Kulit dan Lemak

Setiap bayi memiliki ketebalan kulit dan jaringan subkutan (lemak di bawah kulit) yang berbeda-beda. Jika seorang bayi memiliki jaringan lemak yang cukup tebal di area kepala, denyutan pembuluh darah di bawah fontanel mungkin tidak akan terlihat di permukaan kulit. Hal ini mirip dengan orang dewasa yang denyut nadinya di pergelangan tangan mungkin lebih sulit teraba jika memiliki jaringan lemak yang lebih banyak.

2. Kondisi Bayi yang Sangat Tenang

Saat bayi sedang tertidur lelap atau dalam kondisi relaksasi total, tekanan darah dan detak jantungnya berada pada level yang stabil dan rendah. Dalam kondisi ini, dorongan aliran darah ke pembuluh darah di otak mungkin tidak cukup kuat untuk menghasilkan denyutan yang tampak secara visual di ubun-ubun. Ini adalah fenomena normal yang menunjukkan bahwa sistem sirkulasi bayi sedang bekerja dengan tenang.

3. Posisi Kepala Bayi

Posisi tubuh bayi juga memengaruhi tekanan intrakranial (tekanan di dalam kepala). Jika bayi sedang berbaring datar, denyutan mungkin kurang terlihat dibandingkan saat bayi dalam posisi tegak atau saat digendong. Perubahan gravitasi memengaruhi bagaimana darah mengalir dan bagaimana tekanan tersebut didistribusikan di area fontanel.

4. Ubun-ubun Mulai Menutup

Seiring bertambahnya usia, ubun-ubun akan mulai mengeras dan menutup. Ubun-ubun posterior biasanya menutup saat bayi berusia 2 hingga 3 bulan, sedangkan ubun-ubun anterior (yang besar) biasanya menutup antara usia 9 hingga 18 bulan. Jika bayi sudah mendekati usia penutupan, membran jaringan ikat akan semakin tebal dan mulai berubah menjadi tulang, sehingga denyutan tidak akan terlihat lagi.

Cara Mengecek Kondisi Ubun-ubun Bayi
  1. Pastikan bayi dalam posisi tenang (tidak sedang menangis).
  2. Raba area ubun-ubun dengan ujung jari secara lembut dan perlahan.
  3. Rasakan apakah permukaannya datar, cekung, atau menonjol.
  4. Jangan menekan terlalu keras karena area ini sangat sensitif.

Tanda Bahaya pada Ubun-ubun yang Perlu Diwaspadai

Meskipun ubun-ubun yang tidak berdenyut sering kali normal, kamu harus tetap waspada terhadap perubahan fisik lainnya pada area tersebut. Berikut adalah tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis segera:

1. Ubun-ubun Cekung (Sunken Fontanelle)

Jika ubun-ubun terlihat melesak ke dalam secara signifikan, ini adalah tanda klasik dehidrasi pada bayi. Kondisi ini sering disertai dengan mulut kering, popok yang jarang basah, dan bayi terlihat lemas atau rewel. Dehidrasi pada bayi adalah kondisi darurat yang harus segera ditangani.

2. Ubun-ubun Menonjol (Bulging Fontanelle)

Ubun-ubun yang tampak menonjol atau membengkak saat bayi sedang tenang (bukan saat menangis) bisa menjadi indikasi adanya peningkatan tekanan di dalam kepala. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi seperti meningitis, penumpukan cairan (hidrosefalus), atau perdarahan internal. Jika kondisi ini disertai demam, muntah, atau kejang, segera bawa ke rumah sakit.

3. Menutup Terlalu Cepat (Craniosynostosis)

Jika ubun-ubun menutup terlalu dini (misalnya sebelum usia 6 bulan), hal ini bisa membatasi pertumbuhan otak bayi. Kondisi ini disebut kraniosinostosis dan memerlukan evaluasi oleh dokter spesialis anak untuk memastikan bentuk kepala dan perkembangan otak tetap optimal.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagai orang tua, insting kamu adalah alat deteksi terbaik. Jika kamu merasa sangat khawatir karena ubun ubun bayi tidak berdenyut disertai dengan gejala lain, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam. Dokter dapat memberikan arahan apakah kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan fisik secara langsung atau merupakan variasi normal dari pertumbuhan bayi.

Segera cari bantuan medis jika:

  • Bayi tampak sangat lesu atau sulit dibangunkan.
  • Ubun-ubun tetap menonjol meskipun bayi sudah berhenti menangis.
  • Bayi menunjukkan gejala dehidrasi berat.
  • Bentuk kepala bayi terlihat tidak simetris atau berhenti tumbuh.

Studi Mengenai Perkembangan Fontanel Bayi

Journal of Paediatrics and Child Health menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa variasi waktu penutupan fontanel anterior sangat luas dan dipengaruhi oleh faktor genetik serta nutrisi. Studi tersebut menekankan bahwa denyutan fontanel adalah tanda klinis yang subjektif dan tidak boleh menjadi satu-satunya parameter untuk menilai kesehatan bayi.

Penelitian lain menunjukkan bahwa selama lingkar kepala bayi (head circumference) tumbuh mengikuti kurva pertumbuhan yang normal, maka variasi denyutan atau bentuk fontanel yang sedikit datar biasanya tidak berkorelasi dengan gangguan neurologis. Hal ini memberikan ketenangan bagi orang tua bahwa pengamatan visual saja tidak cukup, melainkan harus disertai dengan pemantauan tumbuh kembang secara keseluruhan.

Kesimpulannya, kondisi ubun ubun bayi tidak berdenyut sering kali merupakan hal yang normal akibat posisi tidur, ketebalan jaringan, atau kondisi tenang si kecil. Namun, tetap lakukan observasi rutin dan pastikan bayi mendapatkan hidrasi yang cukup. Jika keraguan muncul, jangan ragu untuk berdiskusi dengan tenaga medis profesional demi memastikan kesehatan buah hati tercinta.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung pertumbuhan bayi dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Baby’s soft spots: What’s normal and what’s not.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Fontanelles (Soft Spots): Anatomy & Function.
HealthyChildren.org – American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2026. Dehydration in Infants and Children.
MedlinePlus. Diakses pada 2026. Fontanelles – bulging.

FAQ

1. Apakah berbahaya jika ubun ubun bayi tidak berdenyut?

Secara umum, tidak berbahaya jika bayi tetap aktif, mau menyusu, dan tidak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi atau sakit. Denyutan mungkin tidak terlihat karena posisi atau ketebalan kulit kepala.

2. Kapan ubun-ubun bayi akan menutup sepenuhnya?

Ubun-ubun besar di depan biasanya menutup antara usia 9 hingga 18 bulan, sedangkan ubun-ubun kecil di belakang menutup lebih cepat, biasanya pada usia 2 hingga 3 bulan.

3. Apa yang harus dilakukan jika ubun-ubun bayi terlihat cekung?

Segera berikan ASI atau cairan lebih banyak karena itu tanda dehidrasi. Jika tidak membaik atau bayi tampak lemas, segera bawa ke dokter spesialis anak.

4. Bolehkah menyentuh ubun-ubun bayi?

Boleh, asalkan dilakukan dengan lembut. Ubun-ubun dilindungi oleh membran jaringan ikat yang sangat kuat, sehingga sentuhan ringan saat keramas atau mengelus kepala tidak akan melukai otak bayi.


## Punya Keluhan Kesehatan pada Si Kecil tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan terkait si kecil, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.