Ad Placeholder Image

Kenapa Upil Berdarah tapi Tidak Mimisan? Wajar?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Jangan Panik! Upil Berdarah Tapi Bukan Mimisan

Kenapa Upil Berdarah tapi Tidak Mimisan? Wajar?Kenapa Upil Berdarah tapi Tidak Mimisan? Wajar?

Mengenal Upil Berdarah tapi Tidak Mimisan: Penyebab dan Penanganannya

Upil berdarah tapi tidak mimisan merupakan kondisi saat terdapat bercak darah pada lendir hidung atau “upil” yang keluar saat membersihkan hidung. Kejadian ini berbeda dengan mimisan yang melibatkan aliran darah dari hidung secara signifikan. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh iritasi atau luka kecil pada dinding hidung yang pecah, bercampur dengan ingus, dan umumnya tidak berbahaya jika hanya sedikit serta berhenti sendiri. Memahami penyebabnya dapat membantu penanganan dan pencegahan yang tepat.

Apa Itu Upil Berdarah tapi Tidak Mimisan?

Kondisi upil berdarah tapi tidak mimisan adalah munculnya sedikit darah yang bercampur dengan lendir hidung atau krusta (upil) saat seseorang membersihkan atau mengorek hidungnya. Darah yang terlihat biasanya hanya berupa bercak atau garis merah muda hingga merah gelap yang menyatu dengan ingus, bukan aliran darah aktif dari lubang hidung. Kejadian ini mengindikasikan adanya pecahnya pembuluh darah halus di lapisan mukosa hidung yang sangat rentan.

Penyebab Umum Upil Berdarah

Munculnya upil berdarah sebagian besar dipicu oleh faktor iritasi atau trauma ringan pada mukosa hidung. Mukosa hidung adalah lapisan lembab yang melapisi bagian dalam hidung, kaya akan pembuluh darah kecil yang mudah pecah.

  • Mengorek Hidung Terlalu Keras. Tindakan mengorek hidung secara agresif atau terlalu dalam dapat melukai lapisan mukosa, menyebabkan pembuluh darah halus pecah dan bercampur dengan lendir hidung.
  • Udara Kering. Lingkungan dengan kelembapan rendah, seperti ruangan ber-AC atau saat musim dingin, dapat membuat mukosa hidung menjadi kering. Mukosa yang kering lebih mudah retak dan berdarah saat teriritasi.
  • Alergi. Reaksi alergi menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada mukosa hidung. Sering bersin atau menggosok hidung saat alergi dapat memicu pecahnya pembuluh darah kecil.
  • Infeksi Ringan. Infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek atau flu, dapat membuat mukosa hidung meradang dan lebih sensitif. Pembuluh darah menjadi lebih rapuh dan mudah berdarah.
  • Penggunaan Semprot Hidung Dekongestan Berlebihan. Beberapa jenis semprot hidung, terutama yang mengandung dekongestan, jika digunakan terlalu sering atau dalam jangka panjang, dapat mengeringkan dan mengiritasi mukosa hidung.

Gejala yang Mungkin Menyertai

Selain melihat darah pada upil atau ingus, tidak ada gejala khusus yang menyertai kondisi ini. Seseorang mungkin merasakan sedikit gatal atau ketidaknyamanan di hidung sebelum darah terlihat. Tidak ada rasa sakit yang signifikan atau aliran darah yang deras seperti pada mimisan. Jika ada gejala lain seperti nyeri, demam, atau hidung tersumbat parah, hal itu mungkin berkaitan dengan kondisi medis yang mendasari, seperti infeksi.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Upil berdarah tapi tidak mimisan umumnya bukan kondisi yang berbahaya dan seringkali dapat ditangani sendiri. Namun, ada beberapa situasi yang memerlukan pemeriksaan medis:

  • Upil berdarah terjadi secara sering atau berulang.
  • Jumlah darah semakin banyak atau menyerupai mimisan aktif.
  • Disertai dengan gejala lain seperti nyeri hebat, demam tinggi, atau pembengkakan di wajah.
  • Tidak ada perbaikan setelah melakukan upaya pencegahan dan penanganan mandiri.
  • Penggunaan obat pengencer darah atau memiliki riwayat gangguan pembekuan darah.

Penanganan dan Pencegahan Upil Berdarah

Penanganan upil berdarah bertujuan untuk menghentikan pendarahan kecil dan mencegah iritasi lebih lanjut. Pencegahan sangat penting untuk menghindari kekambuhan.

  • Hindari Mengorek Hidung. Sebisa mungkin, hindari mengorek hidung. Gunakan tisu basah atau semprotan air garam untuk membersihkan hidung secara lembut.
  • Jaga Kelembapan Hidung. Gunakan pelembap udara (humidifier) di rumah, terutama saat tidur atau saat udara kering. Semprotan air garam (saline nasal spray) juga dapat membantu menjaga kelembapan mukosa hidung.
  • Hidrasi Tubuh. Pastikan tubuh terhidrasi dengan cukup minum air. Ini membantu menjaga kelembapan seluruh selapisan mukosa dalam tubuh, termasuk hidung.
  • Hindari Iritan. Jauhi asap rokok, polusi udara, dan alergen yang dapat memicu iritasi hidung.
  • Oleskan Pelembap Lembut. Mengoleskan sedikit petroleum jelly atau salep khusus hidung di bagian dalam lubang hidung dapat membantu melembapkan dan melindungi mukosa.

Kesimpulan

Upil berdarah tapi tidak mimisan merupakan kondisi umum yang biasanya disebabkan oleh iritasi ringan pada lapisan dalam hidung. Meskipun umumnya tidak berbahaya, penting untuk memahami penyebabnya dan melakukan upaya pencegahan seperti menjaga kelembapan hidung dan menghindari kebiasaan mengorek. Jika kondisi ini terjadi secara berulang, semakin parah, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis THT untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.