Ad Placeholder Image

Kencing Darah pada Wanita: Penyebab dan Kapan ke Dokter

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Februari 2026

Kencing Keluar Darah pada Wanita: Penyebab & Cara Mengatasi

Kencing Darah pada Wanita: Penyebab dan Kapan ke DokterKencing Darah pada Wanita: Penyebab dan Kapan ke Dokter

Kencing Keluar Darah pada Wanita: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Kencing keluar darah, atau hematuria, adalah kondisi di mana urine mengandung sel darah merah. Kondisi ini bisa membuat urine tampak berwarna merah muda, merah, atau cokelat. Pada wanita, kondisi ini seringkali disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK), batu ginjal atau kandung kemih, atau iritasi akibat aktivitas fisik berat. Meskipun seringkali tidak berbahaya, penting untuk mengetahui penyebab dan cara penanganannya.

Gejala Kencing Keluar Darah pada Wanita

Selain perubahan warna urine, gejala lain yang mungkin menyertai kencing keluar darah meliputi:

  • Nyeri perut bagian bawah
  • Anyang-anyangan (sensasi ingin terus buang air kecil)
  • Nyeri atau perih saat buang air kecil
  • Urine berbau menyengat
  • Demam atau menggigil (terutama jika disebabkan oleh infeksi)

Pada beberapa kasus, darah dalam urine mungkin hanya terlihat di bawah mikroskop dan tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Penyebab Umum Kencing Keluar Darah pada Wanita

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kencing keluar darah pada wanita, di antaranya:

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK adalah penyebab paling umum kencing keluar darah pada wanita. Infeksi bakteri pada kandung kemih atau uretra dapat menyebabkan peradangan dan pendarahan.

Batu Ginjal atau Batu Kandung Kemih

Mineral yang mengkristal di ginjal atau kandung kemih dapat mengiritasi saluran kemih dan menyebabkan pendarahan.

Perdarahan Menstruasi

Darah menstruasi dapat bercampur dengan urine, terutama jika sedang mengalami menstruasi.

Aktivitas Fisik Berat

Olahraga berat dapat menyebabkan kerusakan pada sel darah merah dan menyebabkan pendarahan dalam urine.

Penyakit Ginjal

Beberapa penyakit ginjal, seperti glomerulonefritis, dapat menyebabkan pendarahan dalam urine.

Obat-obatan Tertentu

Beberapa obat-obatan, seperti antikoagulan (pengencer darah), dapat meningkatkan risiko pendarahan dalam urine.

Kondisi Lain

Dalam kasus yang jarang terjadi, kencing keluar darah dapat disebabkan oleh kanker kandung kemih atau ginjal.

Pengobatan Kencing Keluar Darah pada Wanita

Pengobatan kencing keluar darah akan tergantung pada penyebabnya:

  • ISK: Antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.
  • Batu ginjal atau batu kandung kemih: Minum banyak air untuk membantu meluruhkan batu, obat-obatan untuk mengurangi nyeri, atau prosedur medis untuk memecah atau mengangkat batu.
  • Penyakit ginjal: Pengobatan akan tergantung pada jenis penyakit ginjal yang dialami.
  • Aktivitas fisik berat: Istirahat yang cukup dan hidrasi yang baik biasanya cukup untuk mengatasi kondisi ini.

Pencegahan Kencing Keluar Darah pada Wanita

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kencing keluar darah meliputi:

  • Minum banyak air setiap hari untuk menjaga saluran kemih tetap bersih.
  • Buang air kecil secara teratur dan jangan menahan keinginan untuk buang air kecil.
  • Membersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air besar untuk mencegah bakteri masuk ke uretra.
  • Menghindari penggunaan produk-produk kewanitaan yang dapat mengiritasi saluran kemih.
  • Segera obati infeksi saluran kemih untuk mencegah komplikasi.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Meskipun kencing keluar darah seringkali tidak berbahaya, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika:

  • Kencing keluar darah terjadi berulang kali.
  • Disertai dengan nyeri hebat.
  • Disertai dengan demam atau menggigil.
  • Terdapat kesulitan buang air kecil.

Rekomendasi Halodoc

Jika mengalami kencing keluar darah, terutama jika disertai gejala lain, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter di Halodoc. Dokter dapat membantu menentukan penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat. Jangan tunda untuk mencari pertolongan medis agar kondisi tidak semakin memburuk. Download aplikasi Halodoc sekarang untuk konsultasi lebih mudah!