Kencing Merah Setelah Makan Buah Naga? Ini Penyebabnya!

DAFTAR ISI
- Kandungan Nutrisi Buah Naga yang Luar Biasa
- Efek Buah Naga Terhadap Kesehatan Pencernaan
- Manfaat untuk Jantung dan Pembuluh Darah
- Efek Kencing Merah (Pseudohematuria) Setelah Makan Buah Naga
- Studi Terkait Buah Naga
- FAQ Mengenai Efek Buah Naga
Buah naga, atau yang dikenal secara internasional sebagai pitaya, merupakan salah satu buah tropis yang sangat populer di Indonesia. Tanaman yang berasal dari keluarga kaktus (Cactaceae) ini tidak hanya memiliki tampilan eksotis dengan sisik di kulitnya, tetapi juga menyimpan kekayaan nutrisi yang luar biasa. Tersedia dalam varian daging putih, merah, hingga kuning, buah naga telah lama menjadi pilihan utama masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh secara alami.
Penting bagi kamu untuk memahami efek makan buah naga bagi tubuh, baik itu manfaat kesehatan jangka panjang maupun perubahan fisiologis sementara yang mungkin timbul. Sebagai apoteker, saya sering mendapati pasien yang merasa khawatir akan kondisi tertentu setelah mengonsumsi buah ini, padahal hal tersebut merupakan reaksi biologis yang normal. Memahami profil farmakologis nutrisi dalam buah naga akan membantu kamu mengoptimalkan asupannya dalam diet harian.
Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam apa saja yang terjadi pada tubuh saat kamu rutin mengonsumsi buah naga, mulai dari peningkatan sistem imun hingga efeknya pada sistem ekskresi. Jika kamu merasa asupan nutrisi dari buah-buahan saja belum cukup, kamu bisa melengkapinya dengan suplemen kesehatan dan beli obat online di Halodoc untuk memastikan daya tahan tubuh tetap prima.
Nah, mau tahu apa saja ulasan lengkap mengenai efek makan buah naga? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini!
Kandungan Nutrisi Buah Naga yang Luar Biasa
Sebelum membahas efeknya, kita perlu meninjau apa yang terkandung di dalam satu buah naga. Buah naga adalah makanan rendah kalori namun padat nutrisi. Dalam 100 gram buah naga, terkandung sekitar 60 kalori, yang sebagian besar berasal dari karbohidrat kompleks. Namun, kekuatan utamanya terletak pada mikronutrien dan senyawa fitokimia di dalamnya.
Buah ini kaya akan vitamin C, vitamin E, magnesium, dan zat besi. Selain itu, buah naga mengandung senyawa antioksidan kuat seperti betalain (terutama pada varian merah), flavonoid, dan asam fenolik. Serat makanan, baik larut maupun tidak larut, juga tersedia dalam jumlah signifikan, yang berperan penting dalam memelihara kesehatan mikrobiota usus.
Efek Buah Naga Terhadap Kesehatan Pencernaan
Salah satu efek makan buah naga yang paling cepat dirasakan adalah kelancaran sistem pencernaan. Buah naga bekerja sebagai laksatif alami ringan karena kandungan seratnya yang tinggi. Serat membantu menambah volume feses dan merangsang gerakan peristaltik usus, sehingga mencegah konstipasi atau sembelit.
Lebih jauh lagi, buah naga mengandung prebiotik, yaitu jenis serat yang menjadi “makanan” bagi bakteri baik di usus, seperti Lactobacilli dan Bifidobacteria. Keseimbangan bakteri usus yang baik tidak hanya melancarkan BAB, tetapi juga meningkatkan penyerapan nutrisi dan memperkuat sistem pertahanan tubuh dari dalam usus.
Tips Mengonsumsi Buah Naga untuk Pencernaan
- Konsumsi dalam keadaan segar untuk mendapatkan serat maksimal.
- Minum air putih yang cukup setelah makan buah naga agar serat dapat bekerja optimal.
- Jangan membuang biji kecil hitamnya, karena biji tersebut mengandung asam lemak sehat.
Manfaat untuk Jantung dan Pembuluh Darah
Buah naga merah mengandung betalain yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Sementara itu, biji hitam kecil yang tersebar di dalam daging buahnya kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-9 yang sangat baik untuk kesehatan jantung. Mengonsumsi buah naga secara rutin dapat membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan mengontrol tekanan darah.
Zat besi yang terkandung di dalamnya juga membantu dalam pembentukan sel darah merah, sehingga sangat baik untuk mencegah anemia. Bagi individu yang sering merasa lemas atau pucat, kombinasi zat besi dan vitamin C dalam buah naga mempercepat proses penyerapan mineral tersebut oleh tubuh.
Efek Kencing Merah (Pseudohematuria) Setelah Makan Buah Naga
Ini adalah poin yang paling sering ditanyakan kepada tenaga medis. Beberapa orang mungkin akan mendapati urine atau feses mereka berubah warna menjadi kemerahan atau merah muda setelah mengonsumsi buah naga merah dalam jumlah banyak. Kondisi ini disebut sebagai pseudohematuria atau betahiasinuria.
Warna merah ini berasal dari pigmen betahiasin yang tidak sepenuhnya terurai oleh sistem pencernaan dan akhirnya dibuang melalui sistem ekskresi. Kondisi ini sama sekali tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya setelah pigmen tersebut keluar dari tubuh. Namun, jika warna merah tetap ada meski kamu sudah tidak makan buah naga, atau disertai rasa nyeri, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Studi Mengenai Efek Buah Naga
Molecules Journal menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kandungan betalain dalam buah naga memiliki aktivitas anti-inflamasi dan anti-oksidatif yang kuat. Studi ini menunjukkan bahwa senyawa tersebut mampu menetralkan radikal bebas dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences menyoroti potensi buah naga dalam membantu mengontrol kadar glukosa darah pada penderita diabetes tipe 2, berkat kandungan seratnya yang memperlambat penyerapan gula di usus halus.
Cara Terbaik Menikmati Buah Naga
1. Dimakan Langsung dalam Keadaan Dingin
Cara ini paling efektif untuk menjaga integritas vitamin C yang rentan terhadap panas. Memakan buah naga segar juga memberikan rasa kenyang lebih lama bagi kamu yang sedang menjalani program diet.
2. Sebagai Campuran Smoothie Bowl
Kamu bisa mencampurkan buah naga dengan yogurt atau kacang-kacangan. Kombinasi ini meningkatkan asupan protein dan probiotik yang bekerja sinergis dengan prebiotik dalam buah naga.
Meskipun buah naga sangat bermanfaat, jika kamu memiliki kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal kronis atau alergi spesifik terhadap keluarga kaktus, tetap perhatikan jumlah asupannya. Konsultasi medis sangat disarankan untuk mendapatkan saran gizi yang personal.
Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan pendukung di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter spesialis jika kamu mengalami keluhan kesehatan yang tidak biasa setelah mengubah pola makan.
Punya Keluhan Kesehatan atau Bingung Soal Nutrisi? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan setelah makan buah tertentu, atau bingung menentukan pola makan yang tepat? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. 7 Nutritious Benefits of Dragon Fruit.
Medical News Today. Diakses pada 2026. What are the benefits of dragon fruit?.
WebMD. Diakses pada 2026. Dragon Fruit: Health Benefits and Nutrition.
Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry. Diakses pada 2026. Nutritional and medicinal value of dragon fruit (Hylocereus undatus).
FAQ
1. Apakah buah naga aman untuk penderita asam lambung?
Ya, buah naga umumnya aman karena memiliki tingkat keasaman yang rendah (pH netral hingga basa) sehingga tidak memicu iritasi pada dinding lambung.
2. Bolehkah makan buah naga setiap hari?
Boleh, mengonsumsi satu porsi buah naga (sekitar 150-200 gram) setiap hari sangat baik untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin harian tubuh.
3. Kenapa kencing berwarna merah setelah makan buah naga?
Itu disebabkan oleh pigmen alami bernama betahiasin. Kondisi ini normal dan tidak berbahaya, dikenal sebagai pseudohematuria.
4. Apakah buah naga bisa menurunkan berat badan?
Secara tidak langsung ya, karena kandungan seratnya yang tinggi memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu mengontrol nafsu makan.



