Ad Placeholder Image

Keputihan Ada Darahnya, Normalkah Ini?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Keputihan Ada Darahnya: Normal atau Tanda Bahaya?

Keputihan Ada Darahnya, Normalkah Ini?Keputihan Ada Darahnya, Normalkah Ini?

Keputihan yang bercampur darah atau flek darah dari vagina dapat menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian wanita. Kondisi ini sering disebut sebagai keputihan ada darahnya. Meskipun kadang merupakan hal normal terkait siklus reproduksi, kemunculannya juga bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian medis. Penting untuk memahami penyebab dan kapan harus mencari bantuan profesional untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

Apa itu Keputihan Ada Darahnya?

Keputihan ada darahnya adalah kondisi ketika cairan vagina yang keluar bukan hanya berupa lendir bening atau putih, melainkan juga bercampur dengan bercak darah. Darah bisa terlihat merah muda, merah terang, atau cokelat gelap, tergantung pada usia darah dan jumlahnya. Tekstur keputihan juga bisa bervariasi, dari encer hingga kental.

Kondisi ini berbeda dengan menstruasi biasa. Flek darah biasanya terjadi di luar periode haid, jumlahnya lebih sedikit, dan durasinya lebih singkat. Memahami perbedaan ini penting untuk mengidentifikasi penyebabnya.

Penyebab Normal Keputihan Ada Darahnya

Tidak semua keputihan yang bercampur darah menandakan masalah serius. Beberapa penyebabnya adalah bagian dari proses fisiologis tubuh wanita:

  • Ovulasi: Beberapa wanita mungkin mengalami flek ringan di tengah siklus menstruasi, sekitar 10-14 hari sebelum periode berikutnya. Ini dikenal sebagai pendarahan ovulasi, yang terjadi saat sel telur dilepaskan dari ovarium.
  • Awal Kehamilan: Flek darah ringan yang terjadi sekitar 6-12 hari setelah pembuahan bisa menjadi tanda pendarahan implantasi. Ini terjadi saat embrio menempel pada dinding rahim dan seringkali merupakan salah satu tanda awal kehamilan.
  • Perubahan Hormonal: Fluktuasi hormon, terutama estrogen dan progesteron, dapat menyebabkan bercak darah. Ini bisa terjadi akibat penggunaan kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, suntik KB, atau implan.
  • Gesekan atau Iritasi Ringan: Aktivitas seksual yang intens atau pemeriksaan panggul bisa menyebabkan iritasi pada leher rahim atau vagina, yang kemudian memicu flek darah.

Penyebab Medis yang Perlu Diwaspadai

Jika keputihan ada darahnya terjadi secara berulang, disertai gejala lain, atau jumlah darahnya cukup banyak, bisa jadi ini adalah tanda masalah kesehatan yang lebih serius. Beberapa penyebab medis meliputi:

  • Infeksi:
    • Infeksi Menular Seksual (IMS): Penyakit seperti klamidia, gonore, atau trikomoniasis dapat menyebabkan peradangan pada leher rahim atau vagina, yang memicu pendarahan.
    • Infeksi Jamur atau Bakteri: Meskipun lebih sering menyebabkan keputihan gatal atau berbau, infeksi seperti vaginosis bakterial atau kandidiasis berat juga dapat menyebabkan iritasi dan flek.
  • Polip Rahim atau Leher Rahim: Polip adalah pertumbuhan jaringan non-kanker (jinak) yang menonjol dari dinding rahim atau permukaan leher rahim. Mereka rapuh dan mudah berdarah, terutama setelah hubungan seksual atau iritasi.
  • Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease/PID): Ini adalah infeksi pada organ reproduksi wanita yang seringkali disebabkan oleh IMS yang tidak diobati. PID dapat menyebabkan nyeri panggul, demam, dan pendarahan di luar siklus haid.
  • Endometriosis: Kondisi di mana jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Ini dapat menyebabkan nyeri hebat dan pendarahan tidak teratur.
  • Fibroid Rahim: Benjolan otot non-kanker di dinding rahim yang dapat menyebabkan pendarahan berat atau tidak teratur, termasuk keputihan yang bercampur darah.
  • Kanker Serviks atau Rahim: Dalam kasus yang jarang namun serius, keputihan ada darahnya bisa menjadi gejala kanker serviks (leher rahim) atau kanker rahim. Gejala lain mungkin termasuk pendarahan setelah berhubungan seks, nyeri panggul, atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan jika mengalami keputihan ada darahnya, terutama jika disertai gejala-gejala berikut:

  • Terjadi secara sering atau berulang.
  • Jumlah darah yang keluar semakin banyak.
  • Disertai nyeri perut bagian bawah atau panggul.
  • Disertai bau tidak sedap pada keputihan.
  • Disertai rasa gatal, terbakar, atau iritasi pada area kewanitaan.
  • Disertai demam atau lemas.
  • Terjadi setelah menopause.
  • Tidak yakin penyebabnya dan merasa khawatir.

Pemeriksaan medis akan membantu dokter menentukan penyebab pasti dan memberikan penanganan yang sesuai.

Langkah Awal Penanganan dan Pencegahan

Sambil menunggu pemeriksaan dokter, beberapa langkah berikut dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan organ intim:

  • Jaga Kebersihan Organ Intim: Bersihkan area kewanitaan dengan air bersih dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar.
  • Gunakan Celana Dalam Katun: Pilihlah celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat untuk menjaga sirkulasi udara.
  • Hindari Bahan Kimia Kewanitaan: Jangan gunakan sabun pembersih vagina, douching, atau produk kewanitaan beraroma yang dapat mengganggu keseimbangan pH vagina.
  • Kelola Stres: Stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh, yang berpotensi memicu masalah keputihan.
  • Gaya Hidup Sehat: Konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan hindari kebiasaan merokok atau minum alkohol.

Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi risiko iritasi dan infeksi, namun tidak menggantikan kebutuhan akan diagnosis dan penanganan medis dari profesional.

Keputihan ada darahnya bisa menjadi pertanda kondisi yang tidak berbahaya, tetapi juga bisa mengindikasikan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan serius. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter kandungan sangat penting untuk mendapatkan informasi dan diagnosis yang akurat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan panduan medis yang tepat.