Ad Placeholder Image

Keputihan Banyak dan Bau? Kenali Penyebabnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 April 2026

Keputihan Banyak dan Bau? Yuk, Kenali Serta Atasi!

Keputihan Banyak dan Bau? Kenali Penyebabnya!Keputihan Banyak dan Bau? Kenali Penyebabnya!

Keputihan Banyak dan Bau: Pahami Penyebab dan Solusi Tepat

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina, merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan dan melindungi area intim dari infeksi. Namun, jika keputihan menjadi banyak dan berbau tidak sedap, hal ini seringkali menandakan adanya kondisi yang tidak normal dan memerlukan perhatian medis. Keputihan yang abnormal umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan flora bakteri atau jamur di vagina, yang bisa dipicu oleh berbagai faktor.

Apa itu Keputihan Banyak dan Bau Abnormal?

Normalnya, keputihan memiliki tekstur bening hingga putih susu, sedikit kental, dan tidak berbau menyengat. Jumlahnya pun bervariasi tergantung siklus menstruasi. Keputihan yang dikategorikan abnormal biasanya ditandai dengan perubahan signifikan pada jumlah, warna, tekstur, dan terutama baunya. Bau yang menyengat seringkali menjadi indikator utama adanya infeksi atau masalah kesehatan lain.

Penyebab Umum Keputihan Banyak dan Bau

Beberapa kondisi medis dan kebiasaan dapat menyebabkan keputihan banyak dan berbau. Mengenali penyebabnya adalah langkah awal untuk penanganan yang tepat.

Vaginosis Bakterialis (BV)

Kondisi ini terjadi ketika ada pertumbuhan bakteri jahat berlebih di vagina. Vaginosis Bakterialis adalah penyebab paling umum dari keputihan yang abnormal.

Ciri-ciri BV meliputi:

  • Keputihan banyak dan encer.
  • Warna keputihan abu-abu atau putih susu.
  • Bau amis atau busuk yang sangat menyengat, terutama setelah berhubungan intim.

Infeksi Jamur (Kandidiasis)

Infeksi ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida yang berlebihan. Meskipun keputihan akibat infeksi jamur seringkali tidak berbau menyengat seperti BV, kadang bisa juga menimbulkan bau tidak sedap.

Ciri-ciri infeksi jamur meliputi:

  • Keputihan berwarna putih, kental, dan menggumpal seperti keju cottage.
  • Gatal hebat pada area vagina dan vulva.
  • Bengkak dan kemerahan di sekitar area intim.
  • Rasa perih atau terbakar saat buang air kecil atau berhubungan intim.

Penyakit Menular Seksual (PMS)

Beberapa penyakit menular seksual, seperti trikomoniasis atau klamidia, dapat menyebabkan keputihan abnormal yang berbau dan memiliki warna tertentu. Misalnya, trikomoniasis sering menyebabkan keputihan berbau busuk, berwarna kuning kehijauan, dan berbusa.

Iritasi atau Ketidakseimbangan pH Vagina

Penggunaan produk kewanitaan berpewangi, sabun mandi biasa untuk membersihkan area intim, celana dalam yang ketat, atau pantyliner yang digunakan terlalu lama dapat mengganggu keseimbangan pH alami vagina. Hal ini membuat vagina lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri atau jamur penyebab infeksi, yang kemudian memicu keputihan banyak dan bau. Perubahan hormon akibat siklus menstruasi atau kehamilan juga bisa memengaruhi pH vagina.

Gejala Lain yang Menyertai Keputihan Abnormal

Selain keputihan yang banyak dan bau, kondisi abnormal ini seringkali disertai gejala lain yang penting untuk diperhatikan, antara lain:

  • Gatal parah pada area vagina.
  • Rasa terbakar atau perih, terutama saat buang air kecil atau berhubungan intim.
  • Kemerahan dan bengkak di sekitar vulva.
  • Perubahan warna keputihan menjadi kuning, hijau, atau abu-abu.
  • Nyeri di perut bagian bawah.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan jika mengalami keputihan banyak dan bau yang disertai gejala berikut:

  • Bau yang sangat menyengat dan tidak biasa.
  • Perubahan warna keputihan menjadi hijau, kuning, atau abu-abu.
  • Gatal atau nyeri yang parah pada area intim.
  • Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim.
  • Keputihan tidak membaik atau justru memburuk.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, seperti antibiotik untuk infeksi bakteri atau antijamur untuk infeksi jamur.

Penanganan Medis untuk Keputihan Banyak dan Bau

Penanganan keputihan abnormal sangat tergantung pada penyebabnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan mungkin tes laboratorium untuk menentukan diagnosis.

  • **Untuk Vaginosis Bakterialis**: Dokter biasanya meresepkan antibiotik dalam bentuk pil atau gel yang diaplikasikan ke vagina.
  • **Untuk Infeksi Jamur**: Obat antijamur dapat diberikan dalam bentuk tablet oral atau krim/ovula yang dimasukkan ke vagina.
  • **Untuk PMS**: Penanganan akan disesuaikan dengan jenis PMS yang didiagnosis, seringkali melibatkan antibiotik atau antivirus.

Penting untuk menyelesaikan seluruh dosis pengobatan sesuai anjuran dokter meskipun gejala sudah mereda untuk mencegah kambuhnya infeksi.

Tips Menjaga Kesehatan Area Intim dan Mencegah Keputihan Abnormal

Menjaga kebersihan dan kesehatan area intim adalah kunci untuk mencegah keputihan banyak dan bau.

  • **Jaga Kebersihan**: Bersihkan area intim dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke vagina. Gunakan air bersih saja, hindari sabun kewanitaan berpewangi atau produk yang mengandung bahan kimia keras.
  • **Pilih Pakaian Dalam**: Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Hindari celana ketat atau pakaian dalam berbahan sintetis yang dapat membuat area intim lembap. Ganti pakaian dalam secara teratur, terutama setelah beraktivitas fisik.
  • **Hindari Douching**: Jangan menyemprotkan cairan pembersih ke dalam vagina (douching). Praktik ini dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri baik di vagina dan justru meningkatkan risiko infeksi.
  • **Gaya Hidup Sehat**: Konsumsi makanan bergizi seimbang, perbanyak buah dan sayur, serta minum air putih yang cukup. Kelola stres dengan baik dan pastikan tidur cukup, karena gaya hidup sehat dapat mendukung sistem kekebalan tubuh yang kuat.
  • **Hindari Mengobati Sendiri**: Jangan mencoba mengobati keputihan banyak dan bau dengan ramuan herbal, seperti air daun sirih, tanpa anjuran dokter. Pengobatan mandiri bisa memperburuk kondisi atau mengubah pH vagina secara tidak tepat, yang justru memicu masalah lain.

Jika mengalami keputihan banyak dan bau, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, pengguna dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang sesuai, memastikan kesehatan area intim tetap terjaga.