Ad Placeholder Image

Keputihan Bening Bercampur Darah? Cari Tahu Penyebabnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Februari 2026

Keputihan Bercampur Darah? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya

Keputihan Bening Bercampur Darah? Cari Tahu Penyebabnya!Keputihan Bening Bercampur Darah? Cari Tahu Penyebabnya!

Keputihan Bening Bercampur Darah Sedikit: Apa Artinya?

Keputihan adalah kondisi normal yang dialami wanita. Namun, jika keputihan bening bercampur darah sedikit, wajar jika muncul kekhawatiran. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari hal normal hingga masalah kesehatan yang memerlukan perhatian medis.

Keputihan yang normal biasanya berwarna bening hingga putih, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal atau iritasi. Perubahan pada warna, tekstur, atau bau keputihan, terutama jika disertai darah, bisa menjadi tanda adanya masalah.

Kemungkinan Penyebab Keputihan Bening Bercampur Darah

Beberapa penyebab umum keputihan bening bercampur darah sedikit meliputi:

  • Ovulasi: Saat ovulasi (masa subur), kadar hormon dalam tubuh berubah dan dapat menyebabkan sedikit pendarahan.
  • Awal Kehamilan (Pendarahan Implantasi): Pendarahan ringan bisa terjadi saat sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim.
  • Akhir Menstruasi: Sisa darah menstruasi yang bercampur dengan keputihan.
  • Iritasi: Penggunaan produk kewanitaan yang mengandung pewangi, douching, atau pakaian ketat dapat menyebabkan iritasi pada vagina dan menimbulkan sedikit pendarahan.
  • Infeksi: Infeksi bakteri (vaginosis bakterialis), jamur (kandidiasis), atau infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia atau gonore dapat menyebabkan keputihan abnormal yang disertai darah.
  • Polip atau Mioma: Pertumbuhan abnormal pada rahim atau leher rahim bisa menyebabkan pendarahan di luar siklus menstruasi.
  • Kanker Serviks: Dalam kasus yang jarang, keputihan bercampur darah bisa menjadi gejala kanker serviks.
  • Efek Kontrasepsi: Penggunaan alat kontrasepsi hormonal tertentu, seperti pil KB atau IUD, dapat menyebabkan flek atau pendarahan ringan.
  • Faktor Lain: Stres, kelelahan, atau adanya batu kandung kemih juga berpotensi memicu kondisi ini.

Gejala yang Menyertai Keputihan Bercampur Darah

Selain adanya darah dalam keputihan, perhatikan juga gejala lain yang mungkin muncul, seperti:

  • Gatal atau perih pada area vagina
  • Bau tidak sedap pada keputihan
  • Nyeri panggul
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Pendarahan di luar siklus menstruasi

Jika mengalami gejala-gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun keputihan bening bercampur darah sedikit bisa jadi kondisi yang normal, penting untuk tidak mengabaikannya. Segera periksakan diri ke dokter kandungan (Sp.OG) jika:

  • Keputihan disertai bau yang tidak sedap.
  • Terdapat rasa gatal, perih, atau nyeri pada area vagina.
  • Pendarahan terjadi di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seksual.
  • Mengalami nyeri panggul.
  • Demam.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, apusan vagina, tes urin, atau USG untuk menentukan penyebab keputihan dan memberikan penanganan yang tepat.

Bagaimana Cara Mengatasi Keputihan Bercampur Darah?

Penanganan keputihan bening bercampur darah akan tergantung pada penyebabnya. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Antibiotik: Untuk infeksi bakteri.
  • Antijamur: Untuk infeksi jamur.
  • Antivirus: Untuk infeksi virus.
  • Perubahan Gaya Hidup: Mengelola stres, istirahat yang cukup, dan menjaga kebersihan organ intim.
  • Tindakan Medis: Dalam kasus polip, mioma, atau kanker serviks, mungkin diperlukan tindakan medis seperti operasi.

Tips Mencegah Keputihan Abnormal

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah keputihan abnormal, termasuk:

  • Menjaga kebersihan organ intim dengan mencuci area kewanitaan hanya dengan air bersih dan hindari penggunaan sabun atau produk kewanitaan yang mengandung pewangi.
  • Membilas dari depan ke belakang setelah buang air.
  • Menggunakan celana dalam berbahan katun dan menggantinya secara teratur.
  • Menghindari penggunaan celana ketat terlalu sering.
  • Mengelola stres dan istirahat yang cukup.
  • Mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih minimal 2 liter sehari.
  • Melakukan hubungan seksual yang aman.

Kapan Harus Bertindak?

Keputihan bening bercampur darah sedikit bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Penting untuk memerhatikan gejala lain yang menyertai dan segera berkonsultasi dengan dokter jika ada kekhawatiran. Jangan tunda pemeriksaan karena beberapa penyebabnya bisa serius dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi. Jika memerlukan konsultasi segera, gunakan fitur chat dengan dokter spesialis di Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang tepat.