Ad Placeholder Image

Keputihan Berbau Saat Hamil, Kapan Harus ke Dokter?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   21 April 2026

Keputihan Berbau Saat Hamil: Kapan Ibu Perlu ke Dokter?

Keputihan Berbau Saat Hamil, Kapan Harus ke Dokter?Keputihan Berbau Saat Hamil, Kapan Harus ke Dokter?

Keputihan Berbau saat Hamil: Waspadai Tanda Infeksi dan Cara Mengatasinya

Keputihan merupakan kondisi alami yang umum dialami oleh ibu hamil. Peningkatan kadar hormon estrogen dan aliran darah ke area vagina selama kehamilan menyebabkan produksi cairan keputihan cenderung meningkat. Namun, tidak semua keputihan yang muncul selama kehamilan adalah normal.

Keputihan berbau saat hamil, terutama jika disertai perubahan warna menjadi hijau, kuning, atau abu-abu, dapat menjadi indikasi adanya infeksi. Kondisi ini sering kali disertai gejala tidak nyaman seperti gatal atau nyeri, dan berisiko bagi kesehatan janin. Oleh karena itu, penanganan medis yang tepat dari dokter kandungan sangat diperlukan.

Ciri-Ciri Keputihan Abnormal saat Hamil

Memahami perbedaan antara keputihan normal dan abnormal sangat penting bagi ibu hamil. Keputihan normal umumnya berwarna bening atau putih susu, tidak berbau menyengat, dan memiliki tekstur encer hingga sedikit kental. Sebaliknya, keputihan berbau saat hamil yang mengindikasikan masalah kesehatan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berbau amis, busuk, atau sangat menyengat.
  • Berwarna kehijauan, kuning, atau abu-abu.
  • Disertai rasa gatal hebat, perih, atau sensasi terbakar pada area intim.
  • Menimbulkan nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim.
  • Memiliki tekstur kental seperti keju atau terlihat berbusa.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami salah satu atau beberapa ciri tersebut untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penyebab Keputihan Berbau saat Hamil

Keputihan yang berbau tidak sedap saat hamil umumnya disebabkan oleh infeksi. Perubahan hormonal selama kehamilan dan peningkatan kelembaban di area vagina dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi. Beberapa penyebab utama meliputi:

  • Vaginosis Bakterialis (VB). Infeksi ini terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di vagina. VB sering menimbulkan keputihan berwarna keabu-abuan atau putih dengan bau amis yang khas, terutama setelah berhubungan intim.
  • Kandidiasis Vagina (Infeksi Jamur). Disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida albicans yang berlebihan. Gejalanya meliputi keputihan berwarna putih kental seperti keju cottage, disertai gatal hebat dan kemerahan pada vagina.
  • Trikomoniasis. Infeksi menular seksual (IMS) ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Keputihan yang muncul biasanya berwarna kuning kehijauan, berbau busuk, dan berbusa, sering disertai gatal dan nyeri saat buang air kecil.

Penyebab lain bisa meliputi infeksi menular seksual lain atau iritasi dari produk kebersihan tertentu.

Risiko Komplikasi Keputihan Berbau saat Hamil

Infeksi vagina yang tidak diobati selama kehamilan dapat menimbulkan risiko serius bagi ibu dan janin. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:

  • Persalinan Prematur. Infeksi dapat memicu kontraksi dini dan persalinan sebelum waktunya.
  • Ketuban Pecah Dini (KPD). Infeksi dapat melemahkan selaput ketuban sehingga berisiko pecah sebelum waktunya.
  • Infeksi pada Janin. Beberapa jenis infeksi dapat menular ke janin, meningkatkan risiko komplikasi kesehatan pada bayi baru lahir.

Mengingat risiko tersebut, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangatlah krusial.

Penanganan dan Pengobatan

Jika mengalami keputihan berbau saat hamil, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin mengambil sampel keputihan untuk dianalisis di laboratorium guna memastikan penyebab infeksi.

Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan memberikan pengobatan yang aman untuk ibu hamil. Misalnya, infeksi bakteri akan diobati dengan antibiotik, sedangkan infeksi jamur akan ditangani dengan antijamur. Jenis obat dan dosis akan disesuaikan dengan kondisi kehamilan dan jenis infeksi yang diderita.

Pencegahan Keputihan Berbau saat Hamil

Meskipun beberapa faktor penyebab keputihan berbau saat hamil sulit dihindari, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi:

  • Jaga Kebersihan Area Intim. Bersihkan area vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke vagina.
  • Kenakan Pakaian Dalam yang Tepat. Pilih celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat agar area intim tetap kering dan berventilasi baik.
  • Hindari Celana Ketat. Celana yang terlalu ketat dapat meningkatkan kelembaban dan memicu pertumbuhan jamur atau bakteri.
  • Hindari Sabun Pembersih Kewanitaan Berpewangi. Produk ini dapat mengganggu keseimbangan pH alami vagina dan menyebabkan iritasi atau infeksi. Cukup gunakan air bersih.
  • Praktikkan Seks Aman. Jika memungkinkan, gunakan kondom untuk mencegah penularan infeksi menular seksual.

Kapan Harus ke Dokter?

Ibu hamil dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan jika keputihan yang dialami:

  • Berbau tidak sedap (amis, busuk, atau menyengat).
  • Berwarna tidak normal (hijau, kuning, abu-abu).
  • Disertai rasa gatal, perih, atau nyeri di area intim.
  • Menyebabkan nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim.

Penanganan yang cepat dan tepat akan membantu mencegah komplikasi serius selama kehamilan.

Kesimpulan

Keputihan berbau saat hamil bukanlah kondisi yang bisa diabaikan. Ini sering menjadi tanda adanya infeksi yang berpotensi membahayakan kehamilan dan janin. Deteksi dini gejala abnormal dan konsultasi segera dengan dokter kandungan adalah langkah terpenting untuk memastikan kesehatan ibu dan calon buah hati.

Untuk kemudahan konsultasi dan mendapatkan penanganan medis yang sesuai, ibu hamil dapat memanfaatkan fitur Tanya Dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter kandungan yang berpengalaman siap memberikan saran dan arahan penanganan yang tepat.