Ad Placeholder Image

Keputihan Cair Kuning? Ini Penyebab dan Kapan ke Dokter

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Keputihan Cair Warna Kuning: Kenapa Bisa Terjadi?

Keputihan Cair Kuning? Ini Penyebab dan Kapan ke DokterKeputihan Cair Kuning? Ini Penyebab dan Kapan ke Dokter

Mengapa Keputihan Cair Warna Kuning Perlu Diwaspadai?

Keputihan merupakan hal yang normal terjadi pada wanita, berfungsi untuk membersihkan dan melembapkan vagina serta mencegah infeksi. Namun, tidak semua jenis keputihan adalah normal. Keputihan cair warna kuning seringkali menjadi indikator adanya masalah kesehatan, seperti infeksi bakteri, jamur, atau parasit. Kondisi ini memerlukan perhatian medis untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Keputihan Cair Warna Kuning?

Normalnya, keputihan memiliki warna bening hingga putih susu, tidak berbau, dan teksturnya bisa bervariasi dari encer hingga kental tergantung siklus menstruasi. Keputihan cair warna kuning, terutama jika disertai gejala lain, menunjukkan adanya perubahan pada keseimbangan flora vagina. Perubahan warna ini menandakan respons tubuh terhadap keberadaan mikroorganisme asing atau peradangan.

Gejala yang Menyertai Keputihan Cair Warna Kuning

Keputihan cair warna kuning yang abnormal seringkali tidak berdiri sendiri, melainkan disertai dengan beberapa gejala lain yang penting untuk dikenali. Gejala-gejala ini dapat membantu dokter dalam menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai.

  • Bau Tidak Sedap: Munculnya bau amis atau bau busuk dari cairan vagina.
  • Gatal atau Perih: Rasa gatal yang intens atau sensasi perih di area vulva dan vagina.
  • Kemerahan atau Pembengkakan: Kulit di sekitar vagina menjadi merah atau bengkak.
  • Nyeri Saat Buang Air Kecil: Sensasi perih atau tidak nyaman saat berkemih.
  • Nyeri Saat Berhubungan Seksual: Rasa sakit atau tidak nyaman selama atau setelah aktivitas seksual.
  • Cairan Berbusa: Tekstur keputihan yang terlihat seperti busa.

Penyebab Umum Keputihan Cair Warna Kuning

Berbagai kondisi dapat menyebabkan keputihan cair warna kuning. Sebagian besar penyebabnya adalah infeksi yang memerlukan diagnosis dan pengobatan spesifik dari tenaga medis profesional.

Infeksi Bakteri (Bacterial Vaginosis)

Bacterial Vaginosis (BV) terjadi ketika terjadi pertumbuhan bakteri jahat secara berlebihan di vagina, mengganggu keseimbangan bakteri alami. Kondisi ini umum menyebabkan keputihan berwarna kuning, putih, atau keabu-abuan.

Keputihan akibat BV seringkali berbau amis, terutama setelah berhubungan seksual. Gejala lain mungkin termasuk gatal atau perih pada vagina, serta kemerahan di area vulva.

Infeksi Parasit (Trikomoniasis)

Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis. Infeksi ini dapat menyebabkan keputihan cair warna kuning atau kehijauan yang encer dan berbusa.

Gejala khas trikomoniasis meliputi bau busuk yang sangat menyengat, gatal pada area genital, dan sensasi perih saat buang air kecil. Beberapa orang juga mungkin merasakan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

Infeksi Jamur (Kandidiasis)

Meskipun keputihan akibat infeksi jamur atau kandidiasis umumnya berwarna putih kental seperti keju cottage, pada beberapa kasus dapat terlihat kekuningan. Infeksi ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur Candida albicans.

Kandidiasis seringkali disertai dengan gatal yang intens, rasa terbakar, kemerahan, dan pembengkakan pada vulva. Nyeri saat buang air kecil dan berhubungan seksual juga bisa terjadi.

Penyakit Menular Seksual (PMS)

Beberapa jenis PMS, seperti klamidia dan gonore, juga dapat menyebabkan keputihan cair warna kuning. Infeksi ini seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal, namun bisa menimbulkan komplikasi serius jika tidak diobati.

Selain keputihan kuning, PMS bisa disertai nyeri panggul, pendarahan di luar siklus menstruasi, atau nyeri saat buang air kecil. Skrining dan pengobatan dini sangat penting untuk mencegah penyebaran dan komplikasi jangka panjang.

Penanganan Keputihan Cair Warna Kuning

Penanganan keputihan cair warna kuning sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, penting untuk tidak melakukan diagnosis mandiri dan segera mencari bantuan medis.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan panggul, dan mungkin mengambil sampel cairan vagina untuk dianalisis di laboratorium. Berdasarkan hasil diagnosis, dokter akan meresepkan pengobatan yang sesuai.

  • Untuk Bacterial Vaginosis: Antibiotik oral atau gel/krim vagina yang mengandung antibiotik.
  • Untuk Trikomoniasis: Antibiotik oral khusus yang diresepkan oleh dokter. Pasangan seksual juga perlu diobati untuk mencegah infeksi ulang.
  • Untuk Kandidiasis: Obat antijamur dalam bentuk tablet oral, krim, atau supositoria vagina.
  • Untuk PMS: Antibiotik atau antivirus sesuai dengan jenis PMS yang didiagnosis.

Langkah Pencegahan Keputihan Cair Warna Kuning

Mencegah keputihan cair warna kuning dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan dan kesehatan area intim. Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain:

  • Menjaga Kebersihan Vagina: Bersihkan area vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke vagina.
  • Hindari Produk Berpewangi: Gunakan sabun tanpa pewangi atau sabun khusus area intim dengan pH seimbang. Hindari penggunaan douching karena dapat mengganggu keseimbangan alami vagina.
  • Pilih Pakaian Dalam yang Tepat: Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Ganti pakaian dalam secara teratur, terutama setelah berolahraga.
  • Praktik Seks Aman: Gunakan kondom secara konsisten dan benar untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual.
  • Gaya Hidup Sehat: Konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan kelola stres untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Jika mengalami keputihan cair warna kuning yang disertai bau tidak sedap, gatal, perih, kemerahan, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri saat berhubungan seksual, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Penundaan diagnosis dan pengobatan dapat memperburuk kondisi dan berpotiko menyebabkan komplikasi. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan akurat.