Ad Placeholder Image

Kerang Simping: Lezat, Bergizi, dan Mudah Diolah

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Kerang simping atau scallop adalah makanan laut yang lezat dan bergizi tinggi.

Kerang Simping: Lezat, Bergizi, dan Mudah DiolahKerang Simping: Lezat, Bergizi, dan Mudah Diolah

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu melihat menu restoran mewah yang menyajikan daging putih berbentuk bulat dengan tekstur lembut yang menggugah selera? Kemungkinan besar, hidangan tersebut adalah scallop. Di Indonesia, scallop adalah jenis makanan laut yang dikenal dengan nama kerang simping. Tidak hanya menawarkan rasa yang manis dan gurih, jenis moluska ini juga menyimpan segudang manfaat kesehatan yang luar biasa bagi tubuh manusia.

Sebagai salah satu primadona dalam dunia kuliner seafood, scallop sering dianggap sebagai makanan mewah karena proses pemanenannya yang membutuhkan ketelitian. Namun, di balik statusnya sebagai hidangan kelas atas, penting bagi kita untuk memahami profil nutrisi dan potensi risiko yang mungkin menyertainya, terutama terkait alergi makanan laut yang cukup umum ditemukan di masyarakat Indonesia.

Memasukkan scallop ke dalam diet harian bisa menjadi langkah cerdas untuk memenuhi kebutuhan protein berkualitas tinggi tanpa asupan lemak jenuh yang berlebihan. Namun, bagi kamu yang memiliki riwayat kondisi medis tertentu, penting untuk mengetahui batasan konsumsinya. Jika kamu merasakan gejala tidak biasa setelah mengonsumsi makanan laut, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Nah, mau tahu lebih dalam tentang apa itu kerang simping, manfaatnya, hingga cara mengolahnya agar nutrisinya tetap terjaga? Berikut ulasannya!

Apa Itu Scallop atau Kerang Simping?

Scallop adalah sekelompok moluska bivalvia (memiliki dua cangkang) yang termasuk dalam keluarga Pectinidae. Berbeda dengan tiram atau kerang darah yang biasanya menempel pada satu tempat di dasar laut, scallop memiliki kemampuan unik untuk “berenang” dengan cara membuka dan menutup cangkangnya secara cepat guna menyemprotkan air. Gerakan ini membuat otot aduktor mereka—bagian daging putih yang biasa kita makan—menjadi sangat berkembang, kuat, dan bertekstur lembut.

Di pasaran, kamu biasanya akan menemukan dua jenis utama, yaitu Sea Scallops (kerang laut dalam) yang berukuran besar dan Bay Scallops (kerang teluk) yang ukurannya lebih kecil namun rasanya cenderung lebih manis. Di Indonesia, kerang simping sering kali diolah menjadi kerupuk atau ditumis dengan berbagai bumbu tradisional. Karena kandungan lemaknya yang sangat rendah dan proteinnya yang tinggi, scallop menjadi pilihan favorit bagi mereka yang sedang menjalani program diet sehat atau pembentukan otot.

Kandungan Nutrisi dalam Scallop

Scallop adalah sumber makanan padat nutrisi. Dalam setiap 100 gram scallop yang dimasak dengan cara dikukus atau direbus, terkandung berbagai zat gizi penting yang meliputi:

  • Protein: Sekitar 17–20 gram, menyediakan asam amino esensial untuk perbaikan jaringan tubuh.
  • Vitamin B12: Penting untuk fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah.
  • Zinc (Seng): Mendukung sistem kekebalan tubuh dan penyembuhan luka.
  • Magnesium: Membantu fungsi otot dan metabolisme energi.
  • Kalium: Menjaga keseimbangan elektrolit dan kesehatan jantung.
  • Asam Lemak Omega-3: Lemak sehat yang baik untuk otak dan kesehatan kardiovaskular.

Keunggulan utama dari scallop adalah kadar kalorinya yang relatif rendah. Jika kamu ingin mengoptimalkan kesehatan saraf dan energi, selain mengonsumsi makanan bergizi, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan suplemen vitamin B kompleks yang berkualitas.

Kelebihan Nutrisi Scallop Dibandingkan Seafood Lain
  1. Rendah merkuri dibandingkan ikan besar seperti tuna atau makarel.
  2. Kandungan purin yang lebih moderat dibandingkan jeroan atau beberapa jenis ikan teri.
  3. Sumber selenium yang sangat baik sebagai antioksidan alami.

Manfaat Scallop bagi Kesehatan Tubuh

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Kombinasi antara magnesium dan kalium dalam scallop membantu merelaksasi pembuluh darah. Hal ini sangat penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah risiko stroke serta serangan jantung. Selain itu, asam lemak omega-3 berperan dalam menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

2. Mendukung Fungsi Otak dan Saraf

Vitamin B12 adalah nutrisi kunci yang banyak ditemukan dalam kerang-kerangan. Kekurangan vitamin B12 sering dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif dan masalah memori. Mengonsumsi scallop secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan selubung saraf (mielin) dan mendukung komunikasi antar sel otak.

3. Membantu Menurunkan Berat Badan

Karena scallop tinggi protein tetapi rendah kalori, makanan ini memberikan efek kenyang yang lebih lama. Protein membutuhkan energi lebih besar untuk dicerna dibandingkan karbohidrat, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh kamu.

Risiko dan Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

1. Alergi Makanan Laut

Scallop termasuk dalam golongan shellfish (kerang-kerangan) yang merupakan salah satu pemicu alergi paling umum. Gejala alergi bisa bervariasi mulai dari gatal-gatal, pembengkakan pada bibir, hingga kondisi yang mengancam jiwa seperti anafilaksis.

2. Akumulasi Logam Berat

Sebagai hewan penyaring air (filter feeder), scallop berisiko mengandung logam berat seperti kadmium atau merkuri jika habitatnya tercemar. Sangat disarankan untuk membeli scallop dari sumber yang terpercaya dan tersertifikasi keamanannya.

3. Kandungan Purin

Bagi penderita asam urat, konsumsi scallop harus dibatasi. Meskipun tidak setinggi jeroan, kandungan purin dalam kerang-kerangan dapat memicu serangan nyeri sendi jika dikonsumsi secara berlebihan.

Tips Memilih dan Mengolah Scallop yang Sehat

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, cara pengolahan sangatlah menentukan. Hindari menggoreng scallop dengan teknik deep-fry karena akan menambah kalori dan lemak jenuh yang tidak perlu. Berikut adalah tipsnya:

  • Pilih yang Segar: Scallop segar harus berwarna putih gading atau sedikit merah muda, berbau segar seperti air laut, dan tidak berlendir.
  • Teknik Pan-Sear: Gunakan sedikit minyak zaitun dan masak selama 2-3 menit di setiap sisi hingga berwarna kecokelatan.
  • Jangan Overcook: Memasak terlalu lama akan membuat tekstur scallop menjadi alot seperti karet dan menghilangkan kelembapan alaminya.

Studi Mengenai Konsumsi Seafood

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa asupan rutin makanan laut yang kaya akan asam lemak omega-3 berhubungan signifikan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular pada orang dewasa.

Penelitian tersebut menekankan bahwa mengganti sumber protein daging merah dengan protein dari kerang-kerangan seperti scallop dapat memperbaiki profil lipid darah dan menurunkan peradangan sistemik dalam tubuh dalam jangka panjang.

Kesimpulannya, scallop adalah pilihan makanan sehat yang lezat dan bergizi tinggi. Namun, jika kamu memiliki riwayat alergi atau kondisi metabolisme tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.

Kamu bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan untuk menunjang daya tahan tubuh dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan atau reaksi alergi yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc.

Punya Keluhan Setelah Makan Seafood atau Ingin Konsultasi Gizi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa pusing, mual, atau muncul gatal setelah makan kerang, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Are Scallops Healthy? Nutrition, Benefits, and More.
Medical News Today. Diakses pada 2026. What are the health benefits of scallops?
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Scallops.
USDA FoodData Central. Diakses pada 2026. Mollusks, scallop, mixed species, cooked, steamed.

FAQ Mengenai Scallop

1. Apakah scallop adalah makanan yang aman untuk ibu hamil?

Ya, scallop aman dikonsumsi ibu hamil asalkan dimasak hingga benar-benar matang untuk membunuh bakteri atau parasit. Scallop juga rendah merkuri dibandingkan ikan laut besar lainnya.

2. Apa perbedaan scallop dengan kerang biasa?

Perbedaan utama terletak pada tekstur otot aduktornya yang lebih besar dan rasa yang lebih manis. Scallop juga memiliki cangkang berbentuk kipas yang khas dibandingkan kerang jenis lain.

3. Bagaimana cara mengatasi alergi scallop?

Jika muncul reaksi ringan, segera hentikan konsumsi. Namun jika terjadi sesak napas, segera cari bantuan medis darurat karena itu merupakan tanda reaksi alergi berat.

4. Apakah penderita kolesterol tinggi boleh makan scallop?

Scallop mengandung kolesterol dalam jumlah moderat, namun sangat rendah lemak jenuh. Jika diolah tanpa banyak mentega, scallop umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah sewajarnya.