Ad Placeholder Image

Kerap Salah Kaprah, Ini Beda TDS dan pH

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

“TDS dan pH adalah dua istilah yang sering dijadikan indikator untuk mengukur sebuah larutan. pH berikaitan dengan tingkat keasaman atau kebasaan cairan, sedangkan TDS untuk mengukur partikel yang larut dalam air.”

Kerap Salah Kaprah, Ini Beda TDS dan pHKerap Salah Kaprah, Ini Beda TDS dan pH

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu memperhatikan label pada produk perawatan kulit atau air minum kemasan yang mencantumkan kadar pH tertentu? Istilah pH sangat sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari urusan kecantikan, kesehatan pencernaan, hingga kualitas air yang kita konsumsi. Namun, banyak orang yang belum memahami sepenuhnya mengenai arti dari singkatan tersebut serta mengapa angka ini begitu krusial bagi fungsi tubuh manusia.

Secara umum, pH berkaitan erat dengan tingkat keasaman atau kebasaan suatu zat. Dalam konteks medis, keseimbangan pH di dalam darah, jaringan, dan organ adalah kunci utama dari kesehatan yang optimal. Tubuh kita bekerja sangat keras setiap detiknya untuk memastikan bahwa tingkat pH tetap berada dalam rentang yang sangat sempit agar metabolisme berjalan lancar. Jika rentang ini bergeser sedikit saja, dampak kesehatannya bisa sangat serius.

Memahami pH bukan sekadar mengetahui angka, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga gaya hidup agar lingkungan internal tubuh tetap seimbang. Pengetahuan ini akan membantu kamu dalam memilih produk yang tepat serta mengenali tanda-tanda ketika tubuh membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Jika kamu mengalami keluhan yang berkaitan dengan metabolisme, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Nah, mau tahu apa saja informasi mendalam mengenai pH dan perannya bagi kesehatanmu? Berikut ulasannya!

Mengenal Apa Itu pH dan Singkatannya

Banyak yang bertanya-tanya, ph singkatan dari apa sebenarnya? Secara ilmiah, pH merupakan singkatan dari “potential of Hydrogen” atau dalam beberapa literatur disebut sebagai “power of Hydrogen”. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli biokimia asal Denmark bernama Søren Peder Lauritz Sørensen pada tahun 1909. Huruf ‘p’ dalam pH melambangkan operator matematika negatif logaritma, sedangkan ‘H’ melambangkan unsur Hidrogen.

Secara teknis, pH adalah ukuran konsentrasi ion hidrogen dalam suatu larutan. Semakin banyak ion hidrogen yang bebas dalam suatu zat, maka zat tersebut akan semakin bersifat asam. Sebaliknya, jika konsentrasi ion hidrogennya rendah, maka zat tersebut bersifat basa atau alkali. Pengukuran ini sangat penting karena hampir semua proses kimiawi di alam semesta, termasuk dalam sel manusia, sangat sensitif terhadap perubahan tingkat hidrogen ini.

Memahami Skala pH: Asam, Netral, dan Basa

Skala pH berkisar dari angka 0 hingga 14. Angka-angka ini memberikan gambaran yang jelas mengenai sifat suatu zat cair. Berikut adalah pembagian kategorinya:

  • Asam (0 – 6,9): Zat dengan angka pH di bawah 7 dianggap asam. Contoh zat asam kuat adalah asam lambung (pH 1-2) atau air baterai. Sedangkan asam lemah contohnya adalah jus lemon atau kopi.
  • Netral (7): Angka 7 dianggap sebagai titik netral, di mana jumlah ion hidrogen dan ion hidroksida seimbang. Air murni pada suhu ruang adalah contoh utama zat netral.
  • Basa/Alkali (7,1 – 14): Zat dengan angka di atas 7 bersifat basa. Contohnya meliputi soda kue, air laut, hingga pemutih pakaian yang merupakan basa kuat.

Penting untuk diingat bahwa skala pH adalah logaritmik, bukan linear. Artinya, perubahan satu unit pH mewakili perubahan sepuluh kali lipat dalam konsentrasi ion hidrogen. Misalnya, zat dengan pH 4 sepuluh kali lebih asam daripada zat dengan pH 5, dan seratus kali lebih asam daripada zat dengan pH 6.

Pentingnya Keseimbangan pH dalam Tubuh Manusia

Tubuh manusia memiliki mekanisme canggih untuk menjaga pH di berbagai area agar tetap stabil, yang dikenal dengan istilah homeostasis. Salah satu yang paling kritis adalah pH darah arteri. Normalnya, pH darah manusia harus berada pada rentang 7,35 hingga 7,45. Rentang yang sangat sempit ini menunjukkan betapa sensitifnya organ vital kita seperti jantung dan otak terhadap perubahan keasaman.

Ginjal dan paru-paru adalah dua organ utama yang bertugas menjaga keseimbangan ini. Paru-paru mengatur kadar karbon dioksida (yang bersifat asam) melalui pernapasan, sementara ginjal membuang kelebihan asam atau basa melalui urine. Jika kamu merasa tubuh sedang tidak seimbang atau memerlukan suplemen pendukung metabolisme, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Fungsi Penting pH bagi Organ Tubuh
  1. Darah: Menjaga fungsi enzim dan transportasi oksigen tetap optimal.
  2. Pencernaan: Membantu pemecahan protein dan membunuh bakteri patogen di lambung.
  3. Kulit: Membentuk lapisan pelindung (acid mantle) dari infeksi jamur dan bakteri.

pH pada Kulit dan Sistem Pencernaan

Berbeda dengan darah yang bersifat sedikit basa, kulit manusia justru secara alami bersifat sedikit asam, dengan pH ideal sekitar 4,7 hingga 5,7. Sifat asam ini sangat penting karena berfungsi sebagai penghalang (barrier) untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Penggunaan sabun yang terlalu basa seringkali dapat merusak lapisan pelindung ini dan menyebabkan kulit kering atau iritasi.

Di sisi lain, lambung kita adalah lingkungan yang sangat asam. Asam lambung (HCl) memiliki pH sekitar 1,5 hingga 3,5. Tingkat keasaman yang tinggi ini diperlukan untuk mengaktifkan enzim pepsin yang bertugas mencerna protein serta berfungsi sebagai garis pertahanan pertama melawan kuman yang masuk bersama makanan. Namun, jika pH lambung ini naik (menjadi kurang asam) atau justru asamnya naik ke kerongkongan (GERD), maka akan muncul gangguan kesehatan.

Gangguan Akibat Ketidakseimbangan pH

Jika tubuh gagal menjaga keseimbangan pH, dapat terjadi dua kondisi medis utama, yaitu:

1. Asidosis

Kondisi di mana cairan tubuh terlalu asam (pH darah di bawah 7,35). Hal ini bisa terjadi karena gangguan pernapasan (retensi CO2) atau masalah metabolik seperti diabetes yang tidak terkontrol atau gagal ginjal.

2. Alkalosis

Kondisi di mana cairan tubuh terlalu basa (pH darah di atas 7,45). Penyebabnya bisa karena hiperventilasi (bernapas terlalu cepat), kehilangan asam yang berlebihan (misalnya akibat muntah parah), atau gangguan elektrolit.

Studi Mengenai Keseimbangan pH dan Kesehatan

Journal of Environmental and Public Health menerbitkan studi di tahun 2012 yang menjelaskan bahwa diet alkali (banyak sayur dan buah) dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang, mengurangi pengecilan otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.

Studi tersebut menyoroti bahwa meskipun tubuh memiliki sistem buffer alami, asupan makanan yang terlalu banyak menghasilkan beban asam (seperti protein hewani berlebih dan sereal olahan) dapat membebani kerja ginjal dalam jangka panjang. Oleh karena itu, menjaga pola makan yang seimbang sangat disarankan untuk mendukung stabilitas pH internal.

Penting untuk diingat bahwa pH adalah indikator vitalitas seluler. Jika kamu sering mengalami gejala seperti kelelahan kronis, sesak napas yang tidak biasa, atau gangguan pencernaan yang menetap, jangan abaikan tanda-tanda tersebut. Pemeriksaan medis secara berkala dapat membantu mendeteksi ketidakseimbangan elektrolit atau pH sejak dini.

Kamu bisa mendapatkan kebutuhan kesehatan seperti strip tes pH atau suplemen pendukung dengan praktis di Halodoc. Selain itu, konsultasikan selalu kondisi kesehatanmu dengan tenaga profesional medis.

FAQ

1. Apa ph singkatan dari dalam istilah medis?

Dalam istilah medis dan kimia, pH adalah singkatan dari potential of Hydrogen, yang mengukur konsentrasi ion hidrogen untuk menentukan tingkat keasaman atau kebasaan suatu cairan tubuh.

2. Berapa pH normal tubuh manusia?

pH normal darah manusia berkisar antara 7,35 hingga 7,45. Jika angka ini berada di luar rentang tersebut, tubuh dapat mengalami gangguan serius yang disebut asidosis atau alkalosis.

3. Mengapa air minum harus memiliki pH tertentu?

Air minum umumnya memiliki pH netral (7). Namun, air alkali (pH 8-9) sering dikonsumsi karena diyakini dapat membantu menetralkan asam di dalam aliran darah dan meningkatkan metabolisme.

4. Apakah makanan bisa mengubah pH darah?

Makanan tidak secara drastis mengubah pH darah pada orang sehat karena tubuh memiliki sistem penyangga (buffer) yang kuat. Namun, pola makan memengaruhi pH urine dan beban kerja organ ginjal.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. What Is pH? Simple Definition and Scale.
Medical News Today. Diakses pada 2026. About pH Levels in the Body.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. The Alkaline Diet: Is There Evidence That an Alkaline pH Diet Benefits Health?
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Blood pH and Metabolic Acidosis.

## Punya Keluhan Kesehatan atau Ingin Tahu Lebih Lanjut Tentang pH Tubuh? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung mengenai keseimbangan pH tubuhmu? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.