
Keringat Buntet, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Keringat buntet bisa memicu gatal-gatal sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Keringat Buntet?
- Penyebab Keringat Buntet yang Utama
- Faktor Risiko dan Pemicu
- Jenis-Jenis Miliaria Berdasarkan Keparahan
- Cara Mengatasi Keringat Buntet di Rumah
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Keringat buntet, atau secara medis dikenal sebagai miliaria, adalah masalah kulit yang sangat umum terjadi di negara tropis seperti Indonesia. Kondisi ini muncul ketika saluran keringat tersumbat, sehingga keringat tidak bisa keluar ke permukaan kulit dan terjebak di lapisan bawah kulit. Akibatnya, muncul bintik-bintik merah kecil yang seringkali disertai rasa gatal atau perih yang mengganggu kenyamanan sehari-hari.
Meskipun sering dianggap sebagai masalah kulit ringan, keringat buntet yang tidak ditangani dengan benar dapat memicu infeksi sekunder atau peradangan yang lebih luas. Terlebih lagi bagi bayi dan anak-anak, rasa gatal yang ditimbulkan bisa membuat mereka rewel dan sulit tidur. Oleh karena itu, memahami penyebab dan cara penanganan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit keluarga.
Penyebab keringat buntet sangat bervariasi, mulai dari faktor lingkungan hingga aktivitas fisik yang berlebihan. Dengan mengetahui pemicunya, kamu bisa melakukan langkah pencegahan yang lebih efektif. Jika gejalanya sudah muncul, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk meredakan gejalanya dengan cepat.
Nah, mau tahu apa saja penyebab dan cara mengatasi keringat buntet secara lengkap? Berikut ulasannya!
Apa Itu Keringat Buntet?
Miliaria atau keringat buntet adalah kelainan kulit yang ditandai dengan munculnya ruam kecil yang menonjol dan terkadang berisi cairan bening. Secara patofisiologi, hal ini terjadi karena adanya oklusi atau penyumbatan pada duktus ekrin (saluran keringat). Indonesia dengan kelembapan udara yang tinggi menjadi lingkungan yang sangat mendukung terjadinya kondisi ini.
Penyebab Keringat Buntet yang Utama
Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab keringat buntet, di antaranya:
1. Saluran Keringat yang Belum Sempurna
Kondisi ini paling sering ditemukan pada bayi baru lahir. Saluran keringat mereka belum berkembang sepenuhnya, sehingga lebih mudah pecah dan tersumbat saat memproduksi keringat dalam jumlah banyak.
2. Iklim Tropis dan Cuaca Panas
Cuaca yang panas dan lembap memicu tubuh untuk memproduksi keringat secara terus-menerus. Jika volume keringat terlalu besar, saluran keringat bisa kewalahan dan akhirnya tersumbat.
3. Aktivitas Fisik yang Intens
Olahraga berat atau pekerjaan fisik yang memicu keringat berlebih dapat menyebabkan timbulnya miliaria, terutama jika pakaian yang digunakan tidak menyerap keringat dengan baik.
4. Pakaian yang Terlalu Ketat atau Tebal
Menggunakan pakaian dari bahan sintetis seperti poliester yang tidak memiliki sirkulasi udara baik dapat memerangkap panas dan keringat di permukaan kulit, yang memicu oklusi saluran ekrin.
Faktor Risiko dan Pemicu
Faktor Risiko Keringat Buntet
- Usia: Bayi dan balita memiliki risiko paling tinggi karena kelenjar keringat yang belum matang.
- Obesitas: Lipatan kulit pada orang dengan berat badan berlebih cenderung menyimpan panas dan kelembapan.
- Penggunaan Obat Tertentu: Beberapa jenis obat yang memicu keringat berlebih (diuretik atau obat hormonal) dapat meningkatkan risiko.
- Tirah Baring (Bedrest): Pasien yang terbaring lama di tempat tidur tanpa pergantian posisi sering mengalami keringat buntet di area punggung.
Jenis-Jenis Miliaria Berdasarkan Keparahan
Keringat buntet diklasifikasikan berdasarkan seberapa dalam penyumbatan terjadi pada lapisan kulit:
- Miliaria Crystallina: Penyumbatan terjadi di lapisan teratas kulit (stratum korneum). Gejalanya berupa bintik cairan bening yang mudah pecah dan tidak gatal.
- Miliaria Rubra: Jenis yang paling umum. Penyumbatan terjadi di lapisan epidermis yang lebih dalam, menyebabkan bintik merah, gatal, dan sensasi menyengat.
- Miliaria Pustulosa: Merupakan perkembangan dari miliaria rubra di mana bintik merah mulai meradang dan berisi nanah (pustul).
- Miliaria Profunda: Penyumbatan terjadi di lapisan dermis yang lebih dalam. Biasanya muncul setelah aktivitas fisik dan berbentuk benjolan berwarna daging yang lebih besar.
Cara Mengatasi Keringat Buntet di Rumah
Langkah awal yang paling penting adalah mendinginkan suhu tubuh dan area kulit yang terdampak. Berikut adalah beberapa tips praktis:
- Gunakan pakaian berbahan katun yang longgar dan menyerap keringat.
- Berada di ruangan yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik atau gunakan AC/kipas angin.
- Mandi dengan air dingin atau suam-suam kuku untuk menurunkan suhu kulit.
- Gunakan bedak kocok yang mengandung calamine untuk meredakan gatal dan memberikan efek dingin.
- Hindari penggunaan krim atau salep yang terlalu berminyak (heavy oils) karena dapat semakin menyumbat pori-pori.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari dengan perawatan rumah, kamu harus waspada jika muncul tanda-tanda berikut:
- Ruam tidak membaik setelah 3-4 hari perawatan mandiri.
- Muncul tanda infeksi seperti nanah, bengkak, dan kulit terasa panas saat disentuh.
- Demam atau menggigil yang menyertai ruam.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di area ketiak, leher, atau selangkangan.
Jika kamu mengalami gejala yang memburuk, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.
Studi Mengenai Keringat Buntet
StatPearls Publishing menerbitkan studi di tahun 2023 yang menjelaskan bahwa miliaria rubra adalah bentuk yang paling sering ditemui dalam praktik klinis dan seringkali dipicu oleh penggunaan pakaian oklusif di lingkungan yang panas. Studi ini menekankan bahwa kunci utama pengobatan bukanlah obat-obatan farmakologis yang berat, melainkan modifikasi lingkungan untuk meminimalkan produksi keringat.
Selain itu, penelitian lain dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menyoroti peran bakteri Staphylococcus epidermidis yang dapat membentuk biofilm pada saluran keringat, sehingga memperburuk penyumbatan pada kasus miliaria pustulosa.
Punya Masalah Kulit yang Mengganggu tapi Bingung Tanya Siapa? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan seperti bintik merah gatal atau keringat buntet yang tak kunjung sembuh, tapi bingung mulai konsultasi dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Heat Rash.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Miliaria (Heat Rash).
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Miliaria.
Kementerian Kesehatan RI (Promkes). Diakses pada 2026. Mengatasi Keringat Buntet pada Anak.
NHS UK. Diakses pada 2026. Heat rash (prickly heat).
FAQ
1. Apakah keringat buntet menular?
Tidak, keringat buntet tidak menular karena disebabkan oleh penyumbatan saluran keringat internal, bukan oleh virus, bakteri jahat dari orang lain, atau jamur.
2. Bolehkah memberikan bedak pada keringat buntet yang basah?
Sebaiknya hindari penggunaan bedak tabur pada area yang basah atau berisi nanah karena dapat menggumpal dan justru memperparah penyumbatan. Gunakan lotion calamine atau konsultasikan ke dokter.
3. Apakah AC membantu menyembuhkan keringat buntet?
Ya, lingkungan yang sejuk dengan pendingin ruangan (AC) sangat membantu menghentikan produksi keringat berlebih, sehingga memberi waktu bagi kulit untuk pulih dan penyumbatan berkurang.
4. Berapa lama keringat buntet biasanya sembuh?
Biasanya, keringat buntet akan hilang dalam waktu 2 hingga 3 hari setelah penderita berpindah ke lingkungan yang lebih sejuk dan tidak lagi memicu keringat berlebih.


