Ad Placeholder Image

Kerokan Masuk Angin: Benarkah Hilang Atau Cuma Bikin Lega?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 26 Maret 2026

Benarkah Kerokan Hilangkan Masuk Angin? Ini Kata Medis!

Kerokan Masuk Angin: Benarkah Hilang Atau Cuma Bikin Lega?Kerokan Masuk Angin: Benarkah Hilang Atau Cuma Bikin Lega?

Apakah Benar Kerokan Bisa Menghilangkan Masuk Angin? Ini Penjelasan Medisnya

Kerokan telah lama menjadi metode tradisional yang populer di Indonesia untuk mengatasi “masuk angin” atau gejala serupa. Banyak yang meyakini kerokan dapat “mengeluarkan angin” dari tubuh, sehingga meredakan ketidaknyamanan. Namun, bagaimana pandangan medis mengenai hal ini? Artikel ini akan mengupas tuntas tentang kerokan dari sudut pandang ilmiah, menjelaskan manfaat, risiko, dan batasan-batasannya.

Definisi “Masuk Angin” dan Kerokan

Istilah “masuk angin” sendiri bukanlah diagnosis medis yang diakui dalam ilmu kedokteran. Konsep ini lebih merupakan kepercayaan budaya yang merujuk pada sekumpulan gejala tidak spesifik seperti pusing, pegal-pegal, kembung, mual, dan badan meriang. Gejala-gejala ini seringkali disebabkan oleh kelelahan, perubahan cuaca, stres, atau gangguan pencernaan ringan.

Kerokan adalah metode pengobatan tradisional yang melibatkan pengerokan permukaan kulit menggunakan benda tumpul (seperti koin atau sendok) yang telah dilumuri minyak, balsam, atau ramuan herbal. Tujuannya adalah untuk menimbulkan garis kemerahan pada kulit, yang diyakini sebagai tanda “angin keluar” dari tubuh.

Mitos vs. Fakta Medis: Kerokan untuk Masuk Angin

Secara medis, kerokan tidak benar-benar “menghilangkan angin” karena konsep “masuk angin” tidak diakui sebagai penyakit dalam ilmu kedokteran. Tubuh manusia tidak memiliki “angin” yang bisa dikeluarkan melalui proses kerokan. Namun, bukan berarti kerokan tidak memberikan efek sama sekali. Kerokan dapat membantu meredakan beberapa gejala seperti pusing, pegal, atau perut kembung. Efek ini terjadi karena beberapa mekanisme fisiologis dan psikologis yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Manfaat Fisiologis dan Psikologis Kerokan: Mengapa Tubuh Terasa Lebih Baik?

Meskipun tidak “mengeluarkan angin”, kerokan dapat memberikan sensasi lega dan perbaikan gejala melalui beberapa cara:

Meningkatkan Sirkulasi Darah

Tekanan saat kerokan menyebabkan pembuluh darah kecil di bawah kulit melebar. Peningkatan aliran darah ini mirip dengan efek pijatan ringan. Sirkulasi darah yang lebih baik membantu mengalirkan oksigen dan nutrisi ke otot, sekaligus membuang limbah metabolik yang mungkin menyebabkan pegal dan nyeri otot. Otot-otot yang tegang menjadi lebih rileks, sehingga rasa pegal berkurang.

Memicu Pelepasan Endorfin

Sensasi tekanan dan mungkin sedikit rasa nyeri saat kerokan dapat memicu pelepasan endorfin. Endorfin adalah hormon alami tubuh yang bertindak sebagai pereda nyeri dan peningkat suasana hati. Pelepasan endorfin inilah yang seringkali menyebabkan tubuh merasa lebih nyaman, rileks, dan merasakan sensasi “lega” setelah kerokan.

Efek Relaksasi dan Placebo

Kerokan seringkali dilakukan dalam suasana yang menenangkan, oleh orang terdekat, dan disertai dengan kehangatan balsam atau minyak. Kombinasi dari sentuhan fisik, rasa hangat, dan kepercayaan pada tradisi ini dapat menciptakan efek relaksasi yang signifikan. Efek placebo juga berperan besar; jika seseorang percaya kerokan akan membuat mereka merasa lebih baik, otak dapat merespons dengan mengurangi persepsi nyeri dan meningkatkan rasa nyaman. Seperti yang diungkapkan oleh beberapa orang, kerokan bisa menjadi placebo yang efektif untuk membuat badan menjadi lebih baik.

Potensi Risiko dan Batasan Kerokan yang Perlu Diketahui

Meskipun kerokan dapat memberikan manfaat relaksasi, ada beberapa risiko dan batasan yang perlu diperhatikan:

  • Kulit iritasi atau memar: Tekanan yang berlebihan saat kerokan dapat merusak pembuluh darah halus di bawah kulit, menyebabkan memar atau iritasi. Kulit menjadi kemerahan dan terkadang menimbulkan nyeri.
  • Risiko infeksi: Jika alat kerokan tidak steril atau terdapat luka terbuka pada kulit, ada risiko bakteri masuk dan menyebabkan infeksi. Penting untuk selalu menggunakan alat yang bersih.
  • Tidak menggantikan pengobatan medis: Kerokan hanya efektif untuk meredakan gejala ringan dan sementara. Jika gejala berlanjut, memburuk, atau disertai dengan demam tinggi, nyeri hebat, muntah terus-menerus, atau kondisi serius lainnya, kerokan tidak dapat menggantikan diagnosis dan pengobatan medis profesional. Segera periksakan diri ke dokter.

Ringkasan Cepat: Kerokan dalam Sudut Pandang Medis

Untuk memahami kerokan secara singkat dari perspektif medis, berikut adalah poin-poin pentingnya:

  • Mengenai “penghilang angin”: Secara literal, kerokan tidak bisa menghilangkan angin, karena “masuk angin” bukan kondisi medis yang melibatkan angin fisik. Ini lebih merupakan kepercayaan budaya.
  • Meredakan gejala: Kerokan dapat meredakan gejala ringan seperti pusing, pegal, atau perut kembung melalui peningkatan sirkulasi darah, pelepasan hormon endorfin alami tubuh, serta efek relaksasi dan placebo.
  • Potensi risiko: Terdapat risiko iritasi kulit, memar, atau infeksi jika kerokan tidak dilakukan dengan hati-hati atau dengan alat yang tidak bersih.
  • Catatan penting: Kerokan tidak boleh dijadikan pengganti pengobatan medis untuk kondisi serius atau gejala yang persisten. Konsultasi dengan dokter tetap diperlukan dalam kasus tersebut.

Pertanyaan Umum (FAQ) Seputar Kerokan

Apakah kerokan aman dilakukan?

Kerokan relatif aman jika dilakukan dengan alat yang bersih, teknik yang tepat, dan tidak terlalu keras. Hindari kerokan pada area kulit yang luka, iritasi, atau pada orang dengan kondisi medis tertentu seperti gangguan pembekuan darah.

Berapa kali kerokan boleh dilakukan?

Tidak ada aturan medis pasti. Namun, jika gejala tidak membaik setelah satu atau dua kali kerokan, atau jika timbul gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Mengapa badan terasa lebih enak setelah kerokan?

Rasa lega ini berasal dari peningkatan sirkulasi darah, pelepasan endorfin sebagai pereda nyeri alami, serta efek relaksasi dan placebo yang bekerja secara psikologis.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Kerokan, dalam pandangan medis, bukanlah metode untuk “menghilangkan angin” secara fisik. Namun, praktik ini dapat membantu meringankan gejala ringan seperti pegal atau kembung melalui mekanisme peningkatan sirkulasi darah, pelepasan hormon endorfin, serta efek relaksasi dan kepercayaan.

Halodoc merekomendasikan agar kerokan dilakukan dengan bijak dan hati-hati. Pastikan alat yang digunakan bersih, dan teknik pengerokan tidak terlalu keras untuk menghindari iritasi atau cedera kulit. Penting untuk diingat bahwa kerokan hanya bersifat sebagai pereda gejala ringan sementara dan tidak dapat menggantikan diagnosis serta penanganan medis profesional. Apabila gejala “masuk angin” yang dialami tidak kunjung membaik, semakin parah, atau disertai dengan tanda-tanda serius seperti demam tinggi, nyeri hebat, muntah-muntah, atau sesak napas, segera konsultasikan dengan dokter melalui Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan akurat. Kesehatan adalah prioritas, dan diagnosis yang benar adalah langkah awal menuju pemulihan yang efektif.