Saat diare, sebaiknya hindari makanan berlemak dan produk olahan susu.

DAFTAR ISI
- Pilihan Makanan untuk Diare Dewasa
- Pantangan Makanan Saat Diare
- Rekomendasi Obat Diare yang Ampuh
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Diare pada orang dewasa adalah gangguan pencernaan yang sangat umum terjadi. Kondisi ini ditandai dengan frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya, dengan tekstur feses yang lembek hingga cair. Meskipun sering kali dianggap sebagai penyakit ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya, diare yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama dehidrasi dan hilangnya elektrolit penting dari dalam tubuh.
Saat sistem pencernaan sedang bermasalah, dinding usus menjadi sangat sensitif dan kesulitan menyerap nutrisi maupun air secara optimal. Oleh karena itu, apa yang kamu konsumsi memainkan peran yang sangat krusial. Memilih makanan untuk diare dewasa yang tepat bukan hanya bertujuan untuk memberikan energi, tetapi juga untuk membantu menenangkan saluran pencernaan, memadatkan feses, dan mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.
Pola makan yang paling sering direkomendasikan secara medis saat diare adalah diet hambar atau rendah serat, yang difokuskan pada makanan yang mudah dicerna dan tidak memicu kontraksi usus berlebih. Jika gejala memburuk atau feses berdarah, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Selain mengatur pola makan, penggunaan obat-obatan yang dijual bebas (OTC) juga sangat membantu mempercepat proses penyembuhan. Nah, mau tahu apa saja pilihan makanan untuk diare dewasa dan produk obat yang aman dikonsumsi? Berikut ulasannya!
Pilihan Makanan untuk Diare Dewasa
Saat mengalami diare, tujuan utama dari pengaturan pola makan adalah mengurangi beban kerja usus. Metode yang paling populer di dunia medis adalah diet BRAT (Bananas, Rice, Applesauce, Toast). Berikut adalah rincian makanan yang dianjurkan:
1. Pisang (Bananas)
Pisang adalah buah yang sangat direkomendasikan saat diare. Buah ini memiliki tekstur yang lembut sehingga mudah dicerna oleh usus yang sedang meradang. Pisang kaya akan kalium (potasium), yaitu salah satu elektrolit penting yang banyak terbuang melalui feses cair. Selain itu, pisang juga mengandung pektin, sejenis serat larut air yang membantu menyerap kelebihan cairan di dalam usus, sehingga perlahan-lahan memadatkan feses.
2. Nasi Putih (Rice)
Berbeda dengan nasi merah yang tinggi serat tidak larut, nasi putih memiliki kandungan serat yang sangat rendah. Ini membuatnya menjadi makanan pengikat yang sangat baik. Nasi putih memberikan asupan karbohidrat yang mengenyangkan dan mudah dipecah menjadi energi tanpa merangsang gerakan peristaltik usus yang berlebihan.
3. Saus Apel (Applesauce)
Makan apel utuh dengan kulitnya saat diare tidak disarankan karena kulit apel mengandung serat kasar yang sulit dicerna. Namun, saus apel (apel kupas yang dihaluskan) sangat baik dikonsumsi. Sama seperti pisang, saus apel mengandung pektin tingkat tinggi yang berfungsi memadatkan tinja dan meredakan peradangan pada saluran cerna.
4. Roti Panggang Putih (Toast)
Roti putih yang dipanggang (tanpa tambahan mentega atau selai manis) adalah sumber karbohidrat sederhana yang aman untuk lambung dan usus. Hindari penggunaan roti gandum utuh untuk sementara waktu, karena kandungan seratnya yang tinggi dapat memicu usus berkontraksi lebih cepat.
5. Kaldu Bening
Kehilangan cairan adalah bahaya terbesar dari diare. Mengonsumsi kaldu bening (kaldu ayam, daging, atau sayuran) sangat membantu mencegah dehidrasi. Kaldu mengandung air, natrium (garam), serta nutrisi lain yang mudah diserap lambung untuk menggantikan elektrolit yang hilang.
Tanda-Tanda Dehidrasi Akibat Diare yang Wajib Diwaspadai
- Rasa haus yang ekstrem dan mulut terasa sangat kering.
- Volume urine berkurang drastis dan berwarna kuning pekat atau gelap.
- Merasakan pusing, lemas, hingga kebingungan atau disorientasi.
- Detak jantung berdebar lebih cepat dari biasanya.
Pantangan Makanan Saat Diare
Selain mengetahui apa yang boleh dimakan, kamu juga wajib menghindari makanan tertentu yang dapat memperparah peradangan usus. Hindari produk susu dan olahannya (keju, mentega) karena saat diare, produksi enzim laktase menurun sehingga tubuh kesulitan mencerna laktosa. Makanan pedas, berlemak tinggi, gorengan, dan makanan berserat tinggi (seperti sayuran mentah dan kacang-kacangan) juga harus dihindari karena merangsang usus besar dan memicu perut kembung. Jauhi juga minuman berkafein, alkohol, dan pemanis buatan yang bersifat pencahar osmotik.
Rekomendasi Obat Diare yang Ampuh
Jika pengaturan pola makan saja tidak cukup, kamu bisa menggunakan bantuan obat-obatan untuk meredakan gejala. Untuk mempercepat pemulihan dan memastikan produk selalu tersedia di rumah, kamu bisa beli obat online di Halodoc. Berikut rekomendasinya:
1. Oralit 200 100 Sachet
Oralit bukanlah obat untuk menghentikan diare, melainkan cairan rehidrasi oral (CRO) yang sangat vital untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. Produk ini mengandung kombinasi glukosa (gula) dan elektrolit esensial seperti Natrium Klorida, Kalium Klorida, dan Trisodium Sitrat Dihidrat. Cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan proses co-transport natrium-glukosa di dalam usus, yang mempercepat penyerapan air dan elektrolit kembali ke dalam tubuh.
Manfaat utamanya adalah mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat BAB cair secara cepat dan efektif.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 gelas (200 ml) cairan oralit setiap kali sesudah buang air besar cair.
- Dapat dilarutkan dalam air matang. Habiskan larutan dalam waktu 24 jam.
Obat ini aman dikonsumsi dan termasuk golongan obat bebas.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Oralit 200 100 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Entrostop 20 Tablet
Entrostop adalah obat antidiare yang mengandung dua bahan aktif utama, yaitu Attapulgite dan Pektin. Attapulgite bekerja dengan cara menyerap (adsorben) racun, bakteri, atau virus penyebab diare di dalam saluran pencernaan, serta mengikat kelebihan air dalam usus. Pektin, yang juga ditemukan secara alami pada buah apel, berfungsi menenangkan saluran cerna dan menambah konsistensi feses agar lebih padat.
Manfaat spesifik obat ini adalah meredakan diare non-spesifik (diare yang bukan disebabkan oleh infeksi parasit serius) dan mengurangi frekuensi buang air besar.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 2 tablet setiap setelah buang air besar cair.
- Maksimal penggunaan adalah 12 tablet dalam waktu 24 jam.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Entrostop 20 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
3. Diapet 10 Kapsul
Diapet merupakan obat herbal antidiare yang diformulasikan dari ekstrak bahan alami pilihan, seperti Daun Jambu Biji (Psidium guajava), Kunyit (Curcuma domestica), Buah Mojokeling (Terminalia chebula), dan Kulit Buah Delima (Punica granatum). Ekstrak daun jambu biji sangat kaya akan tanin, yang memiliki efek astringen untuk melapisi dinding usus, mengurangi sekresi cairan ke dalam usus, dan memiliki sifat antibakteri alami.
Manfaat Diapet adalah untuk membantu mengurangi frekuensi buang air besar, memadatkan tinja, serta meredakan rasa mulas pada perut.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 2 kapsul, diminum 2 kali sehari.
- Untuk diare akut, dapat diminum 2 kapsul setiap setelah buang air besar.
Obat ini termasuk golongan obat bebas (jamu herbal).
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Diapet 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
4. Zincpro Sirup 60 ml
Zincpro mengandung Zinc Sulfate Monohydrate. Meskipun Zinc lebih sering diasosiasikan dengan penanganan diare pada anak-anak (karena efektivitasnya yang sangat tinggi dalam memperbaiki mukosa usus anak), suplemen Zinc juga terkadang dianjurkan untuk orang dewasa yang mengalami diare berkepanjangan guna mempercepat regenerasi sel-sel usus yang rusak akibat peradangan.
Manfaat spesifiknya adalah sebagai pelengkap pengobatan diare untuk memulihkan dinding usus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh lokal di usus, dan mencegah diare berulang.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: Konsultasikan dosis yang tepat dengan dokter, umumnya disesuaikan dengan tingkat defisiensi. (Aturan pakai umum pada kemasan lebih ditujukan untuk anak: 1-2 sendok takar per hari).
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Zincpro Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Kapan Harus ke Dokter?
1. Gejala Tidak Membaik
Jika diare berlangsung lebih dari 2-3 hari meskipun kamu sudah menerapkan diet BRAT dan mengonsumsi obat-obatan OTC, ini bisa menjadi pertanda adanya infeksi bakteri atau parasit yang memerlukan antibiotik.
2. Feses Berdarah atau Hitam
Munculnya darah pada tinja, atau tinja yang berwarna hitam pekat seperti aspal, mengindikasikan adanya perdarahan di saluran pencernaan yang membutuhkan evaluasi medis segera.
Studi Mengenai Efektivitas Cairan Rehidrasi
The Cochrane Database of Systematic Reviews menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan Oral Rehydration Salts (ORS) atau oralit secara signifikan berhasil mencegah komplikasi fatal akibat dehidrasi berat pada pasien diare akut.
Studi tersebut menegaskan kembali rekomendasi World Health Organization (WHO) bahwa intervensi lini pertama pada segala jenis diare, baik pada dewasa maupun anak-anak, bukanlah obat penghenti diare, melainkan penggantian cairan dan elektrolit secara masif melalui oralit.
Kondisi diare memang mengganggu, namun dengan pengaturan makanan untuk diare dewasa yang tepat dan menjaga hidrasi, tubuh akan memulihkan dirinya sendiri. Jika gejala terus berlanjut disertai demam tinggi atau nyeri perut hebat, jangan ragu untuk memeriksakan diri.
Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Diarrhea.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Diarrhoeal disease.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. BRAT Diet.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Penanganan Diare pada Dewasa dan Anak.
FAQ
1. Apa saja makanan untuk diare dewasa yang paling aman?
Makanan yang paling aman adalah makanan rendah serat dan hambar, seperti pisang, nasi putih, saus apel, kaldu ayam bening, dan roti panggang (dikenal dengan diet BRAT).
2. Apakah boleh minum susu sapi saat sedang diare?
Sangat disarankan untuk menghindari susu dan produk olahan susu (seperti keju dan mentega) saat diare, karena usus yang meradang kesulitan memproduksi enzim untuk mencerna laktosa, yang bisa membuat diare makin parah.
3. Bagaimana cara membuat larutan oralit sendiri di rumah jika tidak ada obat?
Kamu bisa membuat cairan rehidrasi oral sendiri dengan mencampurkan setengah sendok teh garam dapur dan enam sendok teh gula pasir ke dalam satu liter air matang, lalu aduk hingga larut.
4. Bolehkah makan makanan pedas saat diare sudah mulai mampet?
Sebaiknya tahan dulu mengonsumsi makanan pedas, asam, atau berminyak setidaknya 2-3 hari setelah diare berhenti. Berikan waktu bagi dinding lambung dan usus untuk benar-benar pulih dari iritasi.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.



