• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Ciri Psikopat pada Anak

Ketahui Ciri Psikopat pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Kasus kekerasan yang melibatkan anak-anak sebagai korban maupun pelaku memang bukan lagi hal yang baru. Seperti yang menghebohkan beberapa hari terakhir, seorang remaja berusia 15 tahun diduga melakukan pembunuhan terhadap balita usia 5 tahun. Hingga artikel ini ditulis, penyelidikan masih berlangsung dan belum diketahui motif pelaku yang sebenarnya. Namun, dari berbagai hal, banyak yang menyebut bahwa remaja itu mengalami gangguan psikopat.

Jika diartikan, psikopat adalah orang yang memiliki gangguan kepribadian, yang ditunjukkan dengan perilaku kasar, tidak sensitif, manipulatif, dan antisosial. Sementara nama gangguannya adalah psikopati. Gangguan ini tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari sebuah proses panjang, yang dimulai sejak usia anak-anak. Lalu, bagaimana cara mengetahui ciri psikopat pada anak dan cara orangtua menghadapinya?

Baca juga: Psikopat Adalah Salah Satu Penyakit Mental?

Gemar Menyakiti Hewan, hingga Melanggar Aturan

Meski cukup sulit untuk menebak adanya gangguan psikopat pada anak, karena gejala bisa saja baru muncul ketika dewasa, ada beberapa tanda atau ciri yang bisa diidentifikasi. Mengidentifikasi adanya kemungkinan psikopat pada anak sangatlah penting, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Nah, meski tidak bisa sepenuhnya diberlakukan secara umum, gangguan psikopat pada anak dapat diketahui dari beberapa ciri berikut:

1. Berperilaku Kasar

Hati-hati, perilaku kasar pada anak perlu diwaspadai sebagai ciri psikopat. Normalnya, anak-anak berada pada fase usia yang lebih banyak bermain dan bergembira. Jika anak menunjukkan perilaku kasar dan kejam pada temannya atau orang lain, orangtua patut curiga adanya gangguan emosional pada anak.

2. Menyakiti Hewan

Tak hanya pada teman atau orang lain di sekitarnya, anak dengan gangguan psikopat juga dapat berlaku kejam dan menyakiti hewan. Terkait kasus yang sedang heboh, sang remaja yang berinisial NF juga diketahui memiliki kebiasaan membunuh hewan, seperti katak dan cicak, dengan menusuk-nusuknya menggunakan garpu. Hal itulah yang membuatnya dicurigai mengidap gangguan psikopat.

Sebab umumnya, anak-anak itu senang pada hewan. Tak heran banyak tokoh-tokoh kartun yang mengadopsi sosok hewan, seperti Mickey Mouse atau Donald Duck. Pada anak dengan psikopat, membunuh atau menyakiti hewan biasanya dilakukan sebagai bentuk pelampiasan akan emosinya yang tidak terkendali. 

Baca juga: Waspada Potensi Psikopat Jika Pasangan Lakukan 5 Hal Ini

3. Selalu Merasa Benar

Anak yang diduga mengalami gangguan psikopat biasanya cenderung selalu merasa benar dalam setiap kesempatan. Ketika melakukan kesalahan, ia bisa saja tidak mengakuinya, atau mengakui tapi tidak menunjukkan rasa bersalah atau menyesal sedikitpun. Ia juga cenderung menyalahkan orang lain dan menganggap bahwa kesalahan itu bukan disebabkan olehnya.

4. Manipulatif

Anak yang diduga psikopat juga memiliki sifat manipulatif. Mereka dapat melakukan berbagai upaya tipu daya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, termasuk ketika ingin menyakiti korbannya.

5. Sering Berbohong dan Tidak Pernah Tulus

Ciri psikopat pada anak lainnya adalah sering berbohong. Jika pada normalnya anak yang ketahuan berbohong akan meminta maaf dengan tulus dan menyesali perbuatannya, anak dengan gangguan psikopat tidak demikian.  Ia akan berbohong dan tidak akan menyesalinya. Seperti ciri yang telah disebutkan sebelumnya, ia akan selalu merasa dirinya benar walaupun telah berbohong, dan akan terus bersikap seperti itu.

6. Suka Membully dan Mengintimidasi

Suka membully dan mengintimidasi juga merupakan salah satu ciri psikopat pada anak. Anak yang diduga psikopat itu bahkan mengintimidasi dan mempermalukan orang lain karena senang dan sangat menikmatinya. Tanpa ada alasan atau motif khusus.

Baca juga: 5 Tanda Gangguan Kepribadian, Hati-Hati Terkena Salah Satunya

7. Melanggar Aturan

Anak dengan ciri psikopat sebenarnya mengerti akan aturan, tetapi lebih suka melanggarnya. Dengan melanggar peraturan itu, ia akan mendapat kegembiraan dan kepuasan tersendiri. Hal yang sama juga berlaku ketika mereka mencuri sesuatu.

Orangtua Harus Apa?

Setelah mengetahui berbagai ciri umum psikopat pada anak tadi, lalu apa yang harus dilakukan orangtua jika menemukan ciri tersebut pada sang buah hati? Tentu saja, orangtua tidak boleh diam saja. Segeralah cari bantuan medis, seperti psikolog dan psikiater. Sebagai langkah awal, cobalah download aplikasi Halodoc untuk berdiskusi dengan psikolog dan psikiater lewat chat, atau buat janji dengan psikolog atau psikiater di rumah sakit.

Penting juga untuk selalu mendekati anak, bukan menjauhi dan menganggapnya gila. Pada dasarnya, setiap gangguan (baik fisik maupun psikis) bisa disembuhkan dengan pengobatan dan terapi. Jadi, selalu dampingi anak dalam proses pengobatannya dan tunjukkan kasih sayang sebagai orangtua. 

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. Can We Identify Psychopathy in a Young Child?
Verywell Family. Diakses pada 2020. Signs of Psychopathy in Kids.