• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Diagnosis untuk Mendeteksi Glioblastoma
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Diagnosis untuk Mendeteksi Glioblastoma

Ketahui Diagnosis untuk Mendeteksi Glioblastoma

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 19 Desember 2022

“Glioblastoma merupakan jenis kanker pada otak yang perlu didiagnosis sesegera mungkin, agar tidak menimbulkan komplikasi berbahaya. Salah satu cara untuk mendiagnosis penyakit ini adalah dengan pemeriksaan neurologis.”

Ketahui Diagnosis untuk Mendeteksi GlioblastomaKetahui Diagnosis untuk Mendeteksi Glioblastoma

Halodoc, Jakarta – Kanker adalah penyakit yang dapat menimbulkan kondisi berbahaya jika tidak segera ditangani. Saat gangguan ini terjadi pada otak atau sumsum tulang belakang, bisa jadi kamu mengidap glioblastoma. Diagnosis dini sangat diperlukan untuk mendeteksinya agar bisa dirawat dengan baik.

Berbagai Cara untuk Mendiagnosis Glioblastoma

Jika seseorang diperkirakan mengidap glioblastoma dari gejala yang dirasakan, rujukan akan dilakukan ke ahli saraf untuk pemeriksaan lebih lanjut. Cobalah untuk meminta rujukan ke perawatan medis yang terbiasa menangani seseorang dengan tumor otak.

Setelah itu, beberapa tes yang umum dilakukan untuk mendiagnosis glioblastoma, antara lain:

1. Pemeriksaan Neurologis

Selama tindakan ini, dokter akan menanyakan tentang gejala yang dirasakan. Ahli medis mungkin memeriksa kemampuan dasar, seperti penglihatan, pendengaran, keseimbangan, dan lainnya. Adanya masalah pada bagian tersebut dapat memberikan petunjuk jika seseorang mengidap kanker otak atau tidak.

2. Pemeriksaan Pencitraan

Tes pencitraan juga dapat membantu dokter untuk menentukan lokasi dan seberapa besar pertumbuhan kanker pada otak. Salah satu jenis tes pencitraan yang umum dilakukan adalah MRI. Meski begitu, bisa juga dokter menggunakan kombinasi dengan tes pencitraan lainnya seperti CT scan dan PET.

3. Biopsi

Tindakan pengambilan sampel jaringan untuk pengujian ini juga diperlukan untuk dilakukan. Hal ini dilakukan dengan jarum sebelum atau selama operasi pengangkatan glioblastoma dilakukan. Sampel jaringan tersebut dianalisis di laboratorium untuk menentukan jenis sel dan tingkat agresivitasnya.

Pemeriksaan ini juga dapat memberitahu dokter terkait jenis mutasi yang terjadi. Hal ini dapat memberikan petunjuk pada dokter terkait prognosis, sehingga pilihan perawatan yang tepat bisa dipilih.

4. Tes Molekuler

Jenis pemeriksaan ini mungkin tidak dibutuhkan untuk diagnosis, tetapi dapat berguna untuk pemilihan pengobatan, memprediksi respon sel kanker terhadap kemoterapi, serta prognosisnya. Dengan begitu, tindakan pengobatan yang tepat dan ampuh bisa dipilih oleh dokter.

Perlu diketahui juga jika kelainan genetik lebih sering terjadi pada sel kanker penyebab glioblastoma dibandingkan jenis kanker otak lainnya. Namun penyebab terjadinya masalah ini masih belum diketahui.

Dokter dapat menggunakan sistem penilaian dari satu hingga empat, sebagai tingkatan dari pertumbuhan kanker di otak. Pada tingkat satu, artinya kanker tumbuh dengan perlahan dan paling tidak agresif. Jika seseorang didiagnosis tingkat empat, kanker tumbuh dengan cepat dan agresif.

Perlukan untuk mendapatkan pemeriksaan lainnya dengan ahli medis lain?

Glioblastoma adalah penyakit yang serius dan diagnosisnya sangat penting. Saat bertemu dengan dokter ahli yang menemukannya tentu memberikan secercah harapan. Namun, tidak ada salahnya untuk mencari pendapat kedua untuk memastikannya lagi dan menimbulkan rasa nyaman.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis glioblastoma, jenis kanker otak. Dengan melakukan pemeriksaan dini, tindakan perawatan yang tepat bisa dilakukan sesegera mungkin. Sehingga, gangguan ini tidak sampai menimbulkan komplikasi yang dapat mengancam nyawa pengidapnya.

Apabila kamu ingin melakukan pemeriksaan terkait kondisi kanker pada otak ini, fitur pemesanan pemeriksaan dengan internis di rumah sakit bisa dilakukan melalui aplikasi Halodoc. Dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa didapatkan melalui smartphone di tangan. Makanya, unduh aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Glioma.
Everyday Health. Diakses pada 2022. Tests to Diagnose Glioblastoma Brain Tumors.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Glioblastoma (GBM).