• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Efek Samping Konsumsi Aspirin Berlebihan

Ketahui Efek Samping Konsumsi Aspirin Berlebihan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Efek Samping Konsumsi Aspirin Berlebihan

Halodoc, Jakarta - Sudah tak asing kan dengan obat bernama aspirin? Aspirin masuk ke dalam obat pengencer darah atau untuk mencegah penggumpalan darah. Oleh karena itu, aspirin umumnya digunakan pada pengidap penyakit stroke, penyakit jantung koroner, serangan jantung, hingga penyakit arteri perifer.

Namun, obat aspirin tidak hanya menyoal penggumpalan darah saja. Obat ini dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan menurunkan demam. Hal yang perlu ditegaskan, aspirin tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Pasalnya, obat ini bisa memicu masalah medis yang serius pada anak-anak. 

Nah, pertanyaannya, apa sih efek samping dari obat aspirin bila dikonsumsi secara berlebihan?

Baca juga: Ini Bahayanya Jika Mengonsumsi Obat Tidak Sesuai Dosis

1. Sindrom Reye

Aspirin tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Pasalnya, obat ini bisa memicu sindrom Reye yang bisa menyebabkan pembengkakan pada organ hati dan otak. Awas, sindrom Reye merupakan kondisi yang bisa berakibat fatal pada anak-anak.

Oleh sebab itu, cobalah tanyakan langsung pada dokter sebelum memberikan aspirin pada anak-anak. Kamu bisa kok Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Menurut National Institutes of Health (NIH), sindrom Reye merupakan kerusakan otak mendadak (akut) dan masalah fungsi hati. Sindrom Reye ini tidak diketahui penyebabnya. Namun, sindrom ini umumnya terjadi pada anak-anak yang diberi aspirin saat terserang cacar air atau flu. 

Untungnya, kasus sindrom Reye menjadi sangat jarang saat ini. Alasannya, aspirin tidak lagi direkomendasikan untuk penggunaan rutin pada anak-anak. Masih menurut NIH, jangan pernah memberi anak-anak aspirin kecuali diminta oleh dokter. 

Selain itu, hindari aspirin selama beberapa minggu setelah anak menerima vaksin varicella (cacar air). Hal yang perlu diingat, obat bebas lainnya, seperti Pepto-Bismol dan zat dengan minyak wintergreen (oil of wintergreen) juga mengandung senyawa aspirin yang disebut salisilat. Nah, jangan pula memberikan obat-obatan ini pada anak yang sedang mengalami flu atau demam.

Baca juga: Alasan Aspirin Bisa Sebabkan Sindrom Reye pada Anak

2. Efek Samping yang Mematikan

Aspirin adalah salah satu obat yang bisa didapat tanpa resep dokter. Makanya, tak sedikit orang yang menganggap kalau aspirin terbilang aman. Padahal, konsumsi aspirin yang berlebihan bisa memicu overdosis. Overdosis aspirin adalah kondisi kegawatdaruratan medis karena dampaknya bisa mematikan. 

Lalu, bagaimana sih cara terhindar dari overdosis obat aspirin? Nah, aspirin tersedia dalam berbagai dosis miligram (mg), yaitu:

  • 81 mg (sering disebut aspirin dosis rendah)
  • 325 mg
  • 500 mg (kekuatan ekstra/extra strength)

Jika dirimu tidak memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, Dirimu tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi lebih dari 4.000 mg total per hari. Namun, bila dirimu memiliki masalah hati atau ginjal atau kondisi medis lainnya, tanyakan kepada dokter berapa banyak dosis yang dapat dikonsumsi.

Karena aspirin memiliki beberapa kemampuan anti-pembekuan darah, beberapa dokter mungkin merekomendasikan konsumsi aspirin 81 atau 325 mg per hari, bila pasien pernah atau berisiko mengalami kondisi tertentu.

Jika dirimu mengalami nyeri atau demam, kamu bisa meminum satu hingga dua pil dengan dosis 325 atau 500 mg setiap empat hingga enam jam. Meski begitu, jangan berlebihan ketika mengonsumsinya sebab bisa menimbulkan efek samping lainnya. 

3. Sederet Efek Samping Lainnya

Selain sindrom Reye dan dapat membahayakan nyawa, masih banyak efek samping aspirin lainnya yang perlu diwaspadai. Menurut NIH, efek samping aspirin bisa berupa: 

  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit perut.
  • Heartburn atau sensasi perih dan panas seperti terbakar di dada.

Nah, segera tanyakan pada dokter bila kondisi di atas semakin parah atau tak kunjung membaik. Di samping itu, ada pula efek samping aspirin yang terbilang serius, yaitu:

  • Gatal-gatal.
  • Ruam.
  • Pembengkakan pada mata, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Mengi atau kesulitan bernapas.
  • Suara serak.
  • Detak jantung menjadi cepat.
  • Napas cepat.
  • Kulit dingin dan lembap.
  • Dering di telinga.
  • Kehilangan pendengaran.
  • Muntah darah.
  • Muntahan yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Darah merah cerah pada tinja.
  • Tinja berwarna hitam atau lembab.

Baca juga: 3 Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Kecanduan Obat

Segeralah temui dokter bila dirimu mengalami efek samping di atas. Dalam beberapa kasus, aspirin juga bisa menimbulkan efek samping lainnya yang belum disebutkan di atas. 

Nah, agar terhindari dari efek samping yang berbahaya dan overdosis, cobalah tanyakan pada dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Kamu bisa kok membeli obat atau vitamin untuk mengatasi keluhan kesehatan, menggunakan aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu repot keluar rumah. Sangat praktis, bukan? 



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Reye syndrome
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Aspirin
Healthline. Diakses pada 2021. What You Need to Know About Taking Too Much Aspirin