• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyakit Hepatitis Akut yang Rentan Menyerang Anak-Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyakit Hepatitis Akut yang Rentan Menyerang Anak-Anak

Ketahui Penyakit Hepatitis Akut yang Rentan Menyerang Anak-Anak

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 20 Mei 2022

“Berbeda dengan hepatitis kronis, hepatitis akut terjadi dalam durasi yang lebih singkat, bahkan secara mendadak. Beberapa waktu terakhir, hepatitis akut menjadi masalah kesehatan serius yang menyerang anak-anak.”

Ketahui Penyakit Hepatitis Akut yang Rentan Menyerang Anak-AnakKetahui Penyakit Hepatitis Akut yang Rentan Menyerang Anak-Anak

Halodoc, Jakarta – Seperti halnya penyakit hepatitis, hepatitis akut merupakan peradangan yang menyerang organ liver atau hati manusia. Berbeda dengan hepatitis kronis yang terjadi pada waktu yang lebih lama, hepatitis akut terjadi dalam waktu yang relatif lebih singkat. 

Bahkan, beberapa waktu terakhir, dunia sedang digemparkan dengan infeksi virus hepatitis akut misterius yang sebagian besar terjadi pada anak. 

Penyebab Hepatitis Akut

Hepatitis akut bisa terjadi karena infeksi virus. Namun, bisa juga terjadi karena penyebab yang tidak berhubungan dengan infeksi. 

Infeksi

Terdapat beberapa jenis virus yang dapat menjadi penyebab hepatitis akut. Virus tersebut memengaruhi seberapa parah dan seberapa lama penyakit akan diidap. 

Berikut ini jenis hepatitis viral:

  • Hepatitis A

Kondisi ini terjadi ketika kamu mengonsumsi sesuatu yang terkontaminasi virus. Hepatitis A adalah jenis yang paling tidak berisiko, karena hampir selalu membaik dengan sendirinya. Kondisi ini juga tidak menyebabkan peradangan jangka panjang pada hati. 

  • Hepatitis B

Jenis hepatitis ini dianggap lebih berbahaya karena dapat menyebar dengan berbagai cara. Misalnya seperti melalui hubungan intim dengan pengidapnya atau berbagi jarum untuk menyuntikkan obat-obatan terlarang. Penularan juga dapat terjadi dari ibu ke bayi ketika proses persalinan atau setelahnya.

  • Hepatitis C

Hepatitis C terjadi jika kamu memiliki kontak dengan darah atau jarum yang terkontaminasi.

  • Hepatitis D

Kondisi ini hanya terjadi jika kamu telah terinfeksi dengan Hepatitis B. Kondisi ini berisiko membuat gejala penyakit semakin parah.

  • Hepatitis E

Penyakit ini ditularkan melalui air yang dihasilkan dari paparan virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E terutama ditemukan di daerah dengan sanitasi yang buruk dan biasanya terjadi akibat mengonsumsi air yang sudah terkontaminasi kotoran yang mengandung virus.

Selain infeksi virus, hepatitis akut juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, dan parasit.

Penyebab Non-Infeksi

Selain itu, hepatitis akut juga bisa terjadi karena berbagai kondisi yang tidak berhubungan dengan infeksi virus, seperti:

  • Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan yang menyebabkan hati mengalami pembengkakan dan peradangan yang berujung pada terjadi hepatitis alkoholik. Penyebab beracun lainnya adalah konsumsi obat-obatan berlebih (hepatitis yang diinduksi obat) atau paparan terhadap racun. 
  • Penyakit autoimun. Sistem imun dapat salah menganggap hati sebagai objek berbahaya dan mulai menyerang dan menghambat fungsi hati.
  • Hepatitis akut juga bisa terjadi akibat dari gangguan, seperti disfungsi saluran empedu (hepatitis kolestatik), disfungsi hati terkait kehamilan, syok, atau penyakit metastasis.

Selain itu, hepatitis akut misterius yang baru-baru ini terjadi dan menyerang anak diduga terjadi karena paparan virus jenis adenovirus stran 41. 

Bahkan, ditemukan bahwa hepatitis akut misterius tidak memiliki penyebab yang sama dengan hepatitis yang biasa ditemui. Selain itu, beberapa anak yang mengidap hepatitis akut misterius juga diduga mengalami infeksi virus corona.

Mengenali Gejala Hepatitis Akut

Gejala hepatitis akut muncul dengan sangat cepat. Berikut ini beberapa gejala umum dari kondisi tersebut:  

  • Gejala yang menyerupai flu, seperti mual, muntah, demam, dan lemas.
  • Tubuh mengalami kelelahan.
  • Nafsu makan menurun.
  • Adanya rasa tidak nyaman pada perut (nyeri pada hati).
  • Urine berubah warna menjadi keruh.
  • Kulit mengalami jaundice (penyakit kuning).
  • Feses yang berwarna pucat.
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas. 

Selain itu, seseorang yang mengidap hepatitis akut mungkin juga bisa mengalami demam dan ruam yang tidak menentu selama periode inkubasi. Gata-gatal biasanya tidak ditemukan pada fase awal, tapi dapat muncul apabila penyakit kuning berlanjut.

Menyikapi situasi hepatitis akut misterius yang masih belum diketahui penyebabnya, orangtua dengan anak berusia di bawah 6 tahun dianjurkan untuk tetap waspada dan selalu menjaga serta memperhatikan kondisi kesehatan sang buah hati. 

Sebab, adenovirus yang diduga menjadi penyebab utama hepatitis akut tersebut bisa menular dengan mudah melalui bersin, batuk, dan kontak langsung dengan pengidapnya. 

Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan, baik di lingkungan rumah maupun sekitar. Selalu mencuci tangan setiap kali selesai beraktivitas, setelah menggunakan toilet, dan sebelum makan. 

Hindari mengunjungi tempat umum, seperti kolam renang atau taman bermain, yang memungkinkan penularan lebih tinggi. Jangan lupa, pakai masker saat beraktivitas di luar rumah. 

Jika Si Kecil mengalami kondisi yang tidak biasa dan mengarah pada gejala hepatitis akut, segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Gunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan booking rumah sakit tanpa perlu mengantre. Segera download aplikasi Halodoc di ponsel kamu sekarang juga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Hepatitis. 
Verywell Health. Diakses pada 2022. Causes and Risk Factors of Hepatitis. 
British Medical Journal. Diakses pada 2022. Acute Hepatitis.
NIH. Diakses pada 2022. Acute Hepatitis. 
MSD Manuals. Diakses pada 2022. Overview of Acute Viral Hepatitis. 
WHO.int. Diakses pada 2022. Multi-Country – Acute, severe hepatitis of unknown origin in children. 
Stat Pearls. Diakses pada 2021. Acute Hepatitis.
BMJ. Diakses pada 2021. Acute Hepatitis.