Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Jamur Kaki
Jamur kaki adalah infeksi kulit yang umum terjadi dan dapat diatasi dengan perawatan tepat serta menjaga kebersihan kaki secara rutin.

DAFTAR ISI:
- Penyebab Jamur di Kaki
- Faktor Risiko Jamur di Kaki
- Gejala Jamur di Kaki
- Cara Mengatasi Jamur di Kaki
- Pilihan Salep Gatal Jamur untuk Mengatasi Jamur Kaki
- Pencegahan Jamur di Kaki
- Kapan Harus ke Dokter?
Bisa jadi itu adalah tanda infeksi jamur kaki, atau dalam istilah medis dikenal sebagai tinea pedis. Kondisi ini cukup umum dan sering menyerang area lembap di antara jari-jari kaki, meski tak menutup kemungkinan menyebar ke bagian kaki lainnya.
Gejala yang ditimbulkan bisa sangat mengganggu, mulai dari rasa gatal, kulit pecah-pecah, hingga bau tak sedap.
Supaya tidak makin parah, penting untuk mengenali penyebabnya dan tahu cara mengatasinya dengan tepat. Yuk, simak penjelasannya!
Penyebab Jamur di Kaki
Penyebab utama jamur kaki adalah infeksi dari jamur dermatofita.
Jeenis jamur ini sangat mudah menyebar melalui kontak langsung dengan penderita atau dari permukaan yang terkontaminasi, seperti lantai kamar mandi umum, area kolam renang, atau bagian dalam sepatu yang lembap.
Infeksi jamur kulit, termasuk tinea pedis, merupakan masalah kesehatan yang cukup umum secara global.
Jamur ini tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap, sehingga kebersihan dan sirkulasi udara pada kaki sangat berperan dalam mencegah penyebarannya.
Faktor Risiko Jamur di Kaki
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jamur di kaki, antara lain:
- Sering menggunakan sepatu yang tertutup dan tidak menyerap keringat.
- Keringat berlebihan pada kaki.
- Berjalan tanpa alas kaki di tempat umum seperti kamar mandi umum, ruang ganti, dan kolam renang.
- Berbagi handuk, kaus kaki, atau sepatu dengan orang lain.
- Memiliki luka kecil atau lecet pada kulit kaki.
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Gejala Jamur di Kaki
Gejala jamur di kaki dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Beberapa gejala umum meliputi:
- Rasa gatal, perih, atau panas di antara jari kaki atau di telapak kaki.
- Kulit kering, bersisik, atau mengelupas, terutama di antara jari kaki dan telapak kaki.
- Kulit pecah-pecah atau retak-retak, terutama di antara jari kaki.
- Lecet atau luka kecil yang terasa sakit.
- Kuku kaki menebal, berubah warna, atau rapuh (jika infeksi menyebar ke kuku).
Pada beberapa kasus, infeksi jamur di kaki dapat menyebabkan bau tidak sedap.
Cara Mengatasi Jamur di Kaki
Tujuan utama dari pengobatan jamur di kaki adalah untuk menghilangkan infeksi jamur, meredakan gejala, dan mencegah kekambuhan.
Berikut beberapa langkah efektif yang bisa dilakukan:
1. Obat antijamur topikal
Gunakan krim, losion, gel, bedak, atau salep gatal jamur yang tersedia di apotek (misalnya yang mengandung clotrimazole, terbinafine, atau miconazole).
Produk ini dioleskan langsung pada area yang terinfeksi, biasanya dua kali sehari selama 2–4 minggu.
Pastikan untuk tetap melanjutkan pemakaian selama beberapa hari setelah gejala mereda, agar jamur benar-benar hilang.
Kamu bisa cari tahu selengkapnya, 5 Rekomendasi Obat Jamur Kulit yang Ada di Apotek.
2. Obat antijamur oral
Jika infeksi sudah parah, menyebar luas, atau tidak membaik dengan obat luar, dokter dapat meresepkan obat antijamur oral seperti terbinafine atau itraconazole.
Obat ini bekerja dari dalam tubuh untuk membasmi infeksi. Namun, karena bisa memiliki efek samping dan memerlukan pemantauan fungsi hati, penggunaannya harus atas pengawasan dokter.
Alami kutu air bikin nggak percaya diri? Simak rekomendasi obat kutu air dari Halodoc pada artikel berikut: Ini Pilihan Obat Kutu Air yang Ampuh dan Tersedia di Apotek.
3. Menjaga kebersihan kaki
Mencuci kaki setiap hari dengan sabun antibakteri dan air hangat sangat penting untuk mencegah infeksi semakin parah.
Jangan lupa membersihkan sela-sela jari kaki, lalu keringkan dengan handuk bersih, karena jamur tumbuh subur di area lembap. Hindari memakai handuk secara bergantian dengan orang lain.
4. Menggunakan kaus kaki yang bersih dan kering
Gantilah kaus kaki minimal sekali sehari atau lebih sering jika kaki mudah berkeringat. Pilih bahan yang menyerap kelembapan seperti katun, bambu, atau wol agar kaki tetap kering.
Hindari memakai kaus kaki yang terlalu ketat karena dapat menahan keringat dan memperparah infeksi.
5. Memilih sepatu yang tepat
Gunakan sepatu yang memiliki ventilasi baik dan tidak terlalu ketat agar kaki bisa bernapas. Hindari penggunaan sepatu yang lembap atau belum kering sepenuhnya.
Jika memungkinkan, jemur sepatu secara rutin di bawah sinar matahari. Hindari berbagi sepatu atau sandal dengan orang lain untuk mencegah penularan jamur.
Selain langkah-langkah di atas, menjaga kebersihan dan kekeringan kaki adalah kunci utama dalam mengatasi jamur di kaki.
Pilihan Salep Gatal Jamur untuk Mengatasi Jamur Kaki
Salep antijamur adalah pilihan utama untuk mengatasi gatal akibat jamur pada kaki. Salep ini mengandung bahan aktif yang bekerja membunuh atau menghambat pertumbuhan jamur. Berikut adalah beberapa pilihan salep gatal jamur yang efektif dan tersedia di apotek:
1. Salep antijamur
Produk-produk ini umumnya tersedia di apotek tanpa resep dokter dan efektif untuk kasus infeksi jamur ringan hingga sedang:
- Daktarin cream (mengandung miconazole): Menghentikan pertumbuhan jamur dengan merusak struktur sel jamur. Umumnya digunakan 2 kali sehari.
- Fungiderm cream (mengandung clotrimazole): Bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel jamur. Dapat digunakan 2-3 kali sehari.
- Salep 88: Merupakan salep gatal jamur yang dapat mengatasi gatal akibat infeksi jamur dan bakteri.
- Canesten Pro Cream: Salep antijamur yang efektif untuk mengatasi panu dan kurap.
- Ketomed cream (mengandung ketoconazole): Bermanfaat untuk mengatasi gatal berair dan menyebar akibat infeksi jamur.
Pencegahan Jamur di Kaki
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena jamur di kaki meliputi:
- Menjaga kebersihan dan kekeringan kaki.
- Menggunakan kaus kaki yang bersih dan kering setiap hari.
- Menggunakan sepatu yang tepat.
- Menghindari berjalan tanpa alas kaki di tempat umum.
- Tidak berbagi handuk, kaus kaki, atau sepatu dengan orang lain.
- Menggunakan bedak antijamur pada kaki, terutama jika kaki mudah berkeringat.
Penting untuk selalu menjaga kebersihan kaki dan menghindari faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena infeksi jamur.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala jamur di kaki yang parah atau tidak membaik setelah perawatan di rumah.
Konsultasi dengan dokter spesialis kulit kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.
Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Yuk, download Halodoc sekarang juga!


