Ad Placeholder Image

Ketombe di Telinga? Ini Solusi Mudah dan Ampuhnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Mudah Atasi Ketombe di Telinga: Kenali Penyebabnya

Ketombe di Telinga? Ini Solusi Mudah dan Ampuhnya!Ketombe di Telinga? Ini Solusi Mudah dan Ampuhnya!

Ketombe tidak hanya muncul di kulit kepala, tetapi juga bisa terjadi di area telinga. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa gatal dan ketidaknyamanan. Ketombe di telinga umumnya merupakan gejala dari dermatitis seboroik atau kondisi kulit lainnya seperti eksim dan psoriasis, yang menyebabkan kulit di area tersebut kering, kemerahan, gatal, serta mengelupas membentuk sisik putih atau kekuningan.

Apa Itu Ketombe di Telinga?

Ketombe di telinga adalah kondisi ketika kulit di bagian daun telinga atau saluran telinga mengalami pengelupasan berlebihan. Serpihan kulit mati ini terlihat seperti sisik dan sering disertai rasa gatal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yang paling umum adalah dermatitis seboroik. Dermatitis seboroik adalah peradangan kulit kronis yang memengaruhi area tubuh yang kaya akan kelenjar minyak.

Gejala Ketombe di Telinga

Gejala ketombe di telinga bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya. Mengenali gejala ini penting untuk penanganan yang tepat.

  • Kulit kering di sekitar telinga, baik di daun telinga maupun di dalam saluran telinga.
  • Kemerahan pada area kulit yang terkena.
  • Rasa gatal yang persisten dan seringkali intens, menyebabkan keinginan untuk menggaruk.
  • Terlihatnya serpihan kulit yang mengelupas, berwarna putih atau kekuningan, menyerupai sisik.
  • Pada kasus yang lebih parah, kulit bisa pecah-pecah dan mengeluarkan cairan bening atau berdarah jika sering digaruk.

Penyebab Umum Ketombe di Telinga

Berbagai faktor dapat memicu munculnya ketombe di telinga. Pemahaman tentang penyebabnya dapat membantu dalam penanganan dan pencegahan.

  • Jamur Malassezia

    Jamur ini secara alami hidup di kulit dan biasanya tidak berbahaya. Namun, pertumbuhan berlebih jamur Malassezia dapat memicu peradangan dan pengelupasan kulit, terutama pada area yang banyak menghasilkan minyak, termasuk telinga.

  • Dermatitis Seboroik

    Ini adalah penyebab paling umum dari ketombe di telinga. Kondisi peradangan kulit kronis ini menyebabkan kulit berminyak, merah, dan bersisik. Selain telinga, dermatitis seboroik juga sering menyerang kulit kepala, alis, dan sisi hidung.

  • Eksim (Dermatitis Atopik)

    Eksim adalah kondisi kulit yang membuat kulit kering, gatal, dan meradang. Eksim di telinga dapat menyebabkan kulit mengelupas dan menyerupai ketombe.

  • Psoriasis

    Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sel kulit tumbuh terlalu cepat, menumpuk dan membentuk bercak tebal, merah, dan bersisik perak. Psoriasis bisa muncul di telinga dan menyebabkan sisik yang mirip ketombe.

  • Stres

    Stres dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan memicu atau memperburuk kondisi kulit seperti dermatitis seboroik dan eksim.

  • Perubahan Hormon

    Fluktuasi hormon dapat memengaruhi produksi minyak di kulit, yang bisa menjadi faktor pemicu ketombe.

  • Alergi

    Reaksi alergi terhadap produk tertentu seperti sampo, sabun, atau perhiasan (anting) dapat menyebabkan iritasi kulit dan pengelupasan.

Penanganan Ketombe di Telinga

Penanganan ketombe di telinga bertujuan untuk mengurangi peradangan, mengontrol pertumbuhan jamur, dan mengatasi gejala. Pilihan pengobatan mungkin memerlukan rekomendasi dari dokter.

  • Menjaga Kebersihan

    Bersihkan telinga secara lembut menggunakan air hangat dan sabun bayi tanpa pewangi. Hindari penggunaan cotton bud terlalu dalam ke saluran telinga karena dapat mendorong kotoran atau serpihan kulit lebih masuk.

  • Menjaga Kelembapan Kulit

    Gunakan pelembap khusus yang dirancang untuk kulit sensitif atau pelembap alami seperti minyak zaitun atau baby oil. Mengoleskan sedikit pelembap dapat membantu melunakkan sisik dan mengurangi kekeringan.

  • Hindari Menggaruk

    Meskipun gatal, menggaruk telinga dapat memperparah iritasi, menyebabkan luka, dan meningkatkan risiko infeksi.

  • Obat Antijamur Topikal

    Jika penyebabnya adalah pertumbuhan jamur Malassezia, dokter mungkin meresepkan krim atau salep antijamur yang dioleskan ke area yang terinfeksi.

  • Kortikosteroid Topikal

    Untuk mengurangi peradangan dan gatal, dokter dapat meresepkan krim kortikosteroid ringan. Penggunaan harus sesuai petunjuk dokter karena penggunaan jangka panjang dapat menipiskan kulit.

  • Shampo Antiketombe Khusus

    Beberapa dokter menyarankan penggunaan sampo antiketombe yang mengandung bahan seperti selenium sulfide atau zinc pyrithione. Sampo ini bisa digunakan untuk membersihkan area telinga luar secara hati-hati.

Pencegahan Ketombe di Telinga

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mencegah ketombe di telinga muncul atau kambuh.

  • Jaga kebersihan telinga secara teratur tetapi lembut, hindari penggunaan produk yang dapat mengiritasi.
  • Gunakan pelembap secara rutin jika kulit cenderung kering.
  • Kelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi atau aktivitas yang menyenangkan.
  • Identifikasi dan hindari pemicu alergi yang mungkin menyebabkan iritasi kulit.
  • Hindari menggaruk telinga untuk mencegah kerusakan kulit dan infeksi.

Ketombe di telinga adalah kondisi yang dapat mengganggu, namun umumnya dapat dikelola dengan penanganan yang tepat. Jika gejala tidak membaik atau semakin parah, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan rencana pengobatan yang akurat. Dokter dapat membantu menentukan penyebab pasti dan merekomendasikan solusi terbaik.

Dapatkan informasi kesehatan terpercaya dan konsultasi langsung dengan dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc. Tim medis Halodoc siap memberikan rekomendasi medis berdasarkan riset ilmiah terbaru.