Ad Placeholder Image

Ketuban Hijau: Penyebab, Risiko, dan Penanganan Tepat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Februari 2026

Ketuban Hijau: Penyebab, Risiko, & Tindakan Cepat!

Ketuban Hijau: Penyebab, Risiko, dan Penanganan TepatKetuban Hijau: Penyebab, Risiko, dan Penanganan Tepat

Mengenal Ketuban Hijau: Penyebab, Risiko, dan Penanganan

Ketuban hijau adalah kondisi saat air ketuban bercampur dengan mekonium, yaitu feses pertama bayi. Kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada janin dan memerlukan penanganan medis segera.

Lantas, apa saja penyebab ketuban berwarna hijau dan bagaimana cara menanganinya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Penyebab Ketuban Hijau

Ketuban hijau disebabkan oleh bercampurnya mekonium dengan air ketuban. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini antara lain:

  • Stres pada Janin: Kekurangan oksigen atau penurunan suplai darah dari plasenta dapat memicu bayi buang air besar (BAB) di dalam rahim.
  • Kehamilan Lewat Waktu (Serotinus): Kehamilan yang berlangsung lebih dari 40-42 minggu meningkatkan risiko ketuban hijau.
  • Infeksi: Adanya infeksi pada rahim atau selaput ketuban dapat menyebabkan ketuban hijau.
  • Kompresi Tali Pusat: Tali pusat yang tertekan dapat mengurangi suplai oksigen ke janin dan memicu keluarnya mekonium.

Bahaya dan Risiko Ketuban Hijau

Ketuban hijau dapat menimbulkan beberapa risiko bagi bayi, di antaranya:

  • Sindrom Aspirasi Mekonium (MAS): Bayi dapat menghirup air ketuban yang bercampur mekonium ke dalam paru-paru, menyebabkan gangguan pernapasan yang serius.
  • Infeksi: Peningkatan risiko infeksi pada bayi.

Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir dengan Ketuban Hijau

Berikut adalah beberapa tanda bahaya yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir yang mengalami ketuban hijau:

  • Napas cepat (lebih dari 60 kali per menit).
  • Kebiruan pada bibir dan wajah (sianosis).
  • Tarikan otot dada yang jelas saat bernapas.
  • Bayi kurang aktif atau malas menyusu.

Penanganan Ketuban Hijau

Jika ketuban pecah dan berwarna hijau, segera cari pertolongan medis ke fasilitas kesehatan atau dokter kandungan. Dokter akan melakukan tindakan berikut:

  • Pemantauan Ketat (CTG): Memantau kondisi dan detak jantung janin.
  • Percepatan Persalinan: Jika diperlukan, dokter akan mempercepat proses persalinan.
  • Pembersihan Saluran Napas Bayi: Setelah bayi lahir, dokter akan segera membersihkan saluran napas untuk mencegah komplikasi seperti Sindrom Aspirasi Mekonium (MAS).

Pertanyaan Umum Seputar Ketuban Hijau

Apakah ketuban hijau selalu berbahaya?

Tidak selalu. Namun, ketuban hijau memerlukan evaluasi medis segera karena dapat mengindikasikan adanya masalah pada janin.

Apa yang harus dilakukan jika ketuban pecah berwarna hijau?

Segera pergi ke rumah sakit atau hubungi dokter kandungan.

Bagaimana mencegah ketuban hijau?

Tidak ada cara pasti untuk mencegah ketuban hijau. Namun, menjaga kesehatan selama kehamilan dan rutin memeriksakan diri ke dokter dapat membantu mendeteksi dini potensi masalah.

Rekomendasi Halodoc

Jika mengalami ketuban pecah berwarna hijau, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis. Konsultasikan dengan dokter kandungan melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.