Ad Placeholder Image

Kista Duktus Tiroglosus: Benjolan Bawaan Leher Anak

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Kista Duktus Tiroglosus: Benjolan Leher, Kenali Cirinya!

Kista Duktus Tiroglosus: Benjolan Bawaan Leher AnakKista Duktus Tiroglosus: Benjolan Bawaan Leher Anak

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu melihat benjolan kecil di bagian tengah leher, terutama pada anak-anak atau dewasa muda? Benjolan ini sering kali muncul tepat di atas jakun dan bergerak ke atas saat seseorang menelan atau menjulurkan lidah. Kondisi medis ini dikenal sebagai kista duktus tiroglosus. Meski sering kali bersifat jinak dan tidak menimbulkan rasa nyeri, kista ini merupakan salah satu anomali leher bawaan (kongenital) yang paling sering ditemukan dalam dunia kedokteran.

Kista duktus tiroglosus terbentuk karena adanya kegagalan penutupan saluran (duktus) selama perkembangan kelenjar tiroid di masa janin. Walaupun ini adalah kondisi bawaan, benjolan mungkin tidak terlihat sejak lahir dan baru muncul saat anak-anak atau bahkan ketika seseorang sudah beranjak dewasa, sering kali dipicu oleh adanya infeksi saluran pernapasan atas yang membuat kista tersebut membengkak.

Memahami kondisi ini sangat penting karena kista duktus tiroglosus memiliki risiko infeksi berulang dan, dalam kasus yang sangat jarang, dapat berkembang menjadi keganasan. Penanganan yang tepat biasanya melibatkan prosedur bedah untuk mengangkat kista sepenuhnya beserta bagian kecil dari tulang di sekitarnya guna mencegah kekambuhan di masa depan.

Jika kamu mendapati adanya benjolan aneh di area leher, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan evaluasi awal. Untuk membantu menjaga daya tahan tubuh selama masa pemulihan atau menghadapi gejala ringan, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc dengan jaminan produk 100% asli dan diantar langsung ke rumah.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai apa itu kista duktus tiroglosus, gejala, hingga cara penanganannya? Berikut ulasannya!

Apa Itu Kista Duktus Tiroglosus?

Kista duktus tiroglosus adalah kantong berisi cairan (kista) yang terletak di garis tengah leher. Secara embriologis, kelenjar tiroid manusia bermula dari pangkal lidah dan turun menuju posisi akhirnya di bagian bawah leher selama masa kehamilan. Jalur yang dilewati tiroid ini disebut duktus tiroglosus. Secara normal, saluran ini akan menyusut dan menghilang setelah kelenjar tiroid mencapai posisi tetapnya.

Namun, pada beberapa orang, bagian dari saluran ini tidak menghilang dan justru meninggalkan ruang kosong yang kemudian terisi oleh cairan mukus atau sel-sel epitel. Ruang inilah yang membentuk kista. Kista ini bisa terletak di mana saja di sepanjang jalur penurunan tiroid, mulai dari pangkal lidah (foramen sekum) hingga ke area di atas tulang rawan tiroid (jakun).

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Sebagian besar penderita kista duktus tiroglosus tidak merasakan gejala apa pun selain adanya benjolan. Namun, ada beberapa karakteristik khas yang membantu membedakannya dari jenis benjolan leher lainnya:

  • Benjolan di Tengah Leher: Biasanya terletak tepat di garis tengah atau sedikit ke kiri/kanan di area tulang hioid (tulang di atas jakun).
  • Pergerakan yang Khas: Benjolan akan bergerak ke atas saat kamu menelan air liur atau saat menjulurkan lidah. Hal ini terjadi karena kista ini biasanya melekat pada tulang hioid dan pangkal lidah.
  • Konsistensi Lunak: Saat diraba, benjolan terasa kenyal atau lunak, tidak keras seperti tulang atau kelenjar getah bening yang meradang kronis.
  • Tanda Infeksi: Jika terjadi infeksi sekunder, benjolan bisa memerah, terasa hangat, nyeri saat ditekan, bahkan mengeluarkan nanah jika pecah (fistula).
  • Gangguan Menelan: Dalam kasus kista yang sangat besar, penderita mungkin merasa ada yang mengganjal saat menelan (disfagia) atau mengalami perubahan suara.
Kapan Benjolan Menjadi Darurat?
  1. Muncul kemerahan yang meluas dengan cepat di area leher.
  2. Anak mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas.
  3. Nyeri hebat yang disertai demam tinggi di atas 38 derajat Celcius.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama kista duktus tiroglosus adalah faktor perkembangan embriologis yang tidak sempurna. Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa gaya hidup, pola makan, atau paparan lingkungan selama kehamilan secara langsung menyebabkan kondisi ini. Ini murni merupakan anomali anatomi yang terjadi selama pembentukan organ janin di trimester pertama.

Meskipun kista ini merupakan kondisi bawaan lahir, banyak kasus baru terdeteksi pada anak usia 5 hingga 10 tahun. Mengapa? Karena kista yang tadinya kecil bisa membengkak tiba-tiba setelah penderita mengalami infeksi saluran pernapasan atas (flu, radang tenggorokan). Infeksi tersebut merangsang jaringan limfoid di sekitar kista dan meningkatkan produksi cairan di dalam kantong kista.

Diagnosis Medis yang Dibutuhkan

Untuk memastikan bahwa benjolan tersebut adalah kista duktus tiroglosus dan bukan pembesaran kelenjar getah bening atau tumor tiroid, dokter akan melakukan beberapa langkah diagnosis:

1. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan meraba benjolan dan meminta pasien untuk menjulurkan lidah. Jika benjolan ikut tertarik ke atas saat lidah dijulurkan, ini adalah indikasi kuat kista duktus tiroglosus.

2. Ultrasonografi (USG) Leher

USG adalah langkah pertama untuk melihat apakah benjolan tersebut berisi cairan (kista) atau jaringan padat. USG juga sangat penting untuk memastikan keberadaan kelenjar tiroid yang normal di posisi seharusnya, karena pada beberapa kasus langka, kista tersebut merupakan satu-satunya jaringan tiroid yang dimiliki pasien (tiroid ektopik).

3. CT Scan atau MRI

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan jika kista berukuran sangat besar, dicurigai terjadi keganasan, atau untuk perencanaan tindakan bedah yang kompleks agar dokter dapat melihat hubungan kista dengan struktur penting di leher seperti pembuluh darah dan saraf.

4. Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB)

Dokter akan mengambil sedikit sampel cairan dari dalam kista menggunakan jarum halus untuk diperiksa di laboratorium guna menyingkirkan kemungkinan sel kanker.

Penanganan Melalui Operasi Sistrunk

Kista duktus tiroglosus tidak dapat sembuh dengan sendirinya atau hanya dengan pemberian obat-obatan. Antibiotik mungkin diberikan jika kista mengalami infeksi, namun ini hanya bersifat sementara untuk meredakan radang. Penanganan standar emas untuk kondisi ini adalah prosedur bedah yang disebut Operasi Sistrunk.

Operasi Sistrunk tidak hanya mengangkat kantong kista saja, tetapi juga mengangkat bagian tengah dari tulang hioid (tulang berbentuk U di leher) serta jalur duktus hingga ke pangkal lidah. Mengapa bagian tulang hioid harus diangkat? Karena sisa-sisa saluran tiroid sering kali melewati atau melilit tulang tersebut. Jika hanya kistanya saja yang diangkat, risiko kista muncul kembali (rekurensi) sangat tinggi, yakni mencapai 50%. Dengan prosedur Sistrunk, angka kekambuhan turun drastis menjadi kurang dari 3%.

Tips Perawatan Pasca Operasi
  1. Jaga kebersihan luka bekas operasi agar tetap kering untuk mencegah infeksi.
  2. Konsumsi makanan lunak selama beberapa hari jika tenggorokan terasa nyeri saat menelan.
  3. Batasi aktivitas fisik berat atau olahraga yang melibatkan gerakan leher secara berlebihan selama 2 minggu.

Studi Mengenai Kista Duktus Tiroglosus

The Laryngoscope menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa diagnosis dini dan teknik pembedahan Sistrunk yang akurat merupakan faktor kunci dalam mencegah komplikasi jangka panjang. Studi tersebut menunjukkan bahwa kegagalan mengangkat bagian sentral tulang hioid adalah penyebab utama kegagalan operasi.

Selain itu, penelitian medis menekankan pentingnya pemeriksaan USG pra-operasi untuk memastikan pasien memiliki kelenjar tiroid fungsional yang normal. Jika jaringan dalam kista adalah satu-satunya jaringan tiroid pasien, maka pengangkatan kista dapat menyebabkan hipotiroidisme permanen yang memerlukan terapi hormon seumur hidup.

Jika kamu memiliki kekhawatiran mengenai benjolan di leher atau memerlukan informasi lebih lanjut mengenai prosedur medis ini, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja. Penanganan yang tepat dimulai dari diagnosis yang akurat.

Untuk kebutuhan suplemen kesehatan atau obat-obatan rutin selama masa pemulihan, kamu bisa memanfaatkan layanan kesehatan digital untuk beli obat online di Halodoc. Produk yang kamu butuhkan akan diantar ke rumah dengan aman dan cepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Thyroglossal Duct Cyst: Symptoms & Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Thyroglossal Duct Cyst Management and Treatment.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Sistrunk Procedure for Thyroglossal Duct Cyst.
Journal of Pediatric Surgery. Diakses pada 2026. Recurrence rates after Sistrunk procedure in children.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Mengenal Benjolan pada Leher Anak.

FAQ

1. Apakah kista duktus tiroglosus bisa hilang sendiri?

Tidak, kista ini tidak bisa hilang secara alami karena merupakan anomali struktural. Pembedahan adalah satu-satunya cara untuk menghilangkannya secara permanen.

2. Apakah operasi Sistrunk berbahaya bagi anak-anak?

Operasi Sistrunk adalah prosedur yang umum dilakukan dan relatif aman. Namun, seperti semua operasi, tetap ada risiko pembiusan dan perdarahan kecil yang akan diminimalisir oleh tim medis.

3. Bisakah kista ini berubah menjadi kanker?

Risikonya sangat kecil, yakni kurang dari 1% kasus. Namun, jika terjadi keganasan, jenis yang paling sering ditemukan adalah karsinoma papiler tiroid.

4. Berapa lama waktu pemulihan setelah operasi kista leher?

Biasanya pasien dapat pulang dalam 1-2 hari setelah operasi. Pemulihan total luka luar memakan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu.

Punya Benjolan di Leher yang Mengganggu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti benjolan di leher, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.