Ad Placeholder Image

Kliyengan: Penyebab Umum dan Cara Atasi Pusing

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   02 Maret 2026

Kenapa Kepala Sering Kliyengan dan Cara Atasinya

Kliyengan: Penyebab Umum dan Cara Atasi PusingKliyengan: Penyebab Umum dan Cara Atasi Pusing

Kliyengan: Mengenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Kliyengan adalah sensasi pusing, melayang, goyah, atau sekeliling terasa berputar yang kerap kali disertai mual atau pandangan kabur. Kondisi ini bisa terasa ringan hingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Berbagai faktor dapat memicu kliyengan, mulai dari hal sederhana seperti dehidrasi hingga kondisi medis tertentu yang memerlukan perhatian.

Apa Itu Kliyengan?

Kliyengan adalah istilah umum untuk menggambarkan sensasi pusing atau tidak stabil. Ini bukan penyakit, melainkan sebuah gejala dari kondisi lain. Sensasi yang muncul bisa berupa rasa ringan di kepala, kehilangan keseimbangan, atau seolah-olah lingkungan sekitar bergerak memutar.

Kliyengan seringkali muncul tiba-tiba dan dapat berlangsung singkat atau bertahan lebih lama, tergantung pada penyebabnya. Pemahaman mengenai kliyengan membantu dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

Gejala Kliyengan yang Perlu Diwaspadai

Selain rasa pusing atau goyah, kliyengan dapat disertai dengan beberapa gejala lain yang bervariasi pada setiap individu. Mengenali gejala-gejala ini dapat membantu dalam mengidentifikasi penyebabnya.

  • Sensasi kepala terasa ringan atau melayang.
  • Rasa tidak seimbang atau sempoyongan.
  • Pandangan kabur atau seperti berputar (vertigo).
  • Mual, muntah, atau rasa ingin pingsan.
  • Kelelahan ekstrem.
  • Detak jantung berdebar.
  • Keringat dingin.

Jika kliyengan disertai dengan gejala berat seperti nyeri dada, sesak napas, mati rasa pada satu sisi tubuh, atau kesulitan berbicara, segera cari bantuan medis.

Penyebab Umum Kliyengan

Kliyengan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat sementara maupun kondisi medis serius. Pemahaman mengenai penyebabnya penting untuk penanganan yang efektif.

  • Dehidrasi: Kurangnya cairan tubuh dapat menyebabkan penurunan volume darah, mengakibatkan tekanan darah rendah dan kliyengan.
  • Anemia: Kondisi kurang darah, khususnya kekurangan sel darah merah atau hemoglobin, mengurangi pasokan oksigen ke otak sehingga memicu rasa pusing.
  • Hipoglikemia (Gula Darah Rendah): Kliyengan bisa terjadi saat kadar gula dalam darah turun drastis, seperti karena telat makan atau dosis obat diabetes yang tidak tepat.
  • Vertigo: Ini adalah jenis kliyengan yang membuat seseorang merasa sekelilingnya berputar. Vertigo sering disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam atau pusat keseimbangan di otak.
  • Hipotensi Ortostatik: Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat seseorang berubah posisi dari duduk atau berbaring ke berdiri.
  • Kelelahan dan Kurang Tidur: Kurangnya istirahat dapat memengaruhi fungsi otak dan menyebabkan sensasi pusing atau tidak stabil.
  • Mabuk Perjalanan: Terjadi karena konflik antara informasi visual dan sensorik dari gerakan yang dirasakan tubuh.
  • Infeksi: Beberapa infeksi seperti flu atau COVID-19 dapat menyebabkan kliyengan sebagai salah satu gejalanya, seringkali disertai demam dan kelelahan.
  • Efek Samping Obat: Beberapa jenis obat, seperti obat tekanan darah, antidepresan, atau obat penenang, dapat menimbulkan efek samping kliyengan.

Penanganan Awal Kliyengan di Rumah

Ketika kliyengan menyerang, ada beberapa langkah awal yang dapat dilakukan untuk meredakannya.

  • Beristirahat: Duduk atau berbaring di tempat yang tenang dapat membantu meredakan sensasi pusing.
  • Minum Air Putih: Jika dicurigai dehidrasi sebagai penyebab, minum air putih atau minuman elektrolit.
  • Makan Teratur: Pastikan asupan makanan cukup dan teratur untuk mencegah gula darah rendah. Pilih makanan yang bergizi.
  • Hindari Perubahan Posisi Mendadak: Bangun dari duduk atau berbaring secara perlahan untuk mencegah hipotensi ortostatik.
  • Cukup Tidur: Pastikan mendapatkan istirahat yang cukup setiap malam.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis untuk Kliyengan?

Meskipun seringkali ringan, kliyengan dapat menjadi tanda kondisi serius yang memerlukan perhatian medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika kliyengan:

  • Terjadi secara tiba-tiba dan parah.
  • Disertai nyeri dada, sesak napas, detak jantung tidak teratur, atau nyeri kepala hebat.
  • Mengakibatkan kesulitan berbicara, pandangan ganda, atau mati rasa pada wajah atau tubuh.
  • Tidak membaik setelah beberapa hari penanganan mandiri.
  • Sering kambuh tanpa penyebab jelas.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab kliyengan dan memberikan penanganan yang sesuai.

Pencegahan Kliyengan

Mencegah kliyengan dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengenali pemicunya.

  • Hidrasi Optimal: Minum air putih yang cukup sepanjang hari.
  • Pola Makan Seimbang: Konsumsi makanan bergizi secara teratur untuk menjaga kadar gula darah stabil.
  • Istirahat Cukup: Pastikan tidur 7-9 jam setiap malam.
  • Hindari Pemicu: Jika memiliki riwayat vertigo atau mabuk perjalanan, hindari aktivitas yang memicu atau konsumsi obat pencegah sesuai anjuran dokter.
  • Olahraga Teratur: Aktivitas fisik dapat meningkatkan sirkulasi darah dan kesehatan secara keseluruhan.
  • Kelola Stres: Stres dapat memicu atau memperburuk kliyengan pada beberapa orang.

Konsultasi Kesehatan di Halodoc

Apabila mengalami kliyengan yang mengkhawatirkan atau tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional medis. Melalui Halodoc, seseorang dapat dengan mudah berbicara dengan dokter umum atau spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat. Fitur chat dokter, kunjungan ke rumah sakit, hingga pembelian obat tersedia untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan secara praktis dan terpercaya.