Ad Placeholder Image

Kok Detak Jantung Terdengar di Telinga? Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Detak Jantung Terdengar di Telinga: Normal atau Bahaya?

Kok Detak Jantung Terdengar di Telinga? Ini PenjelasannyaKok Detak Jantung Terdengar di Telinga? Ini Penjelasannya

Detak Jantung Terdengar di Telinga: Pahami Penyebab dan Penanganannya

Mendengar suara berdenyut atau berdetak di telinga yang sinkron dengan detak jantung, merupakan kondisi yang dikenal sebagai pulsatile tinnitus. Fenomena ini muncul akibat perubahan aliran darah di pembuluh darah dekat telinga, atau karena peningkatan kesadaran terhadap aliran darah itu sendiri. Seringkali, kondisi ini menandakan adanya masalah kesehatan mendasar yang memerlukan perhatian.

Pulsatile tinnitus dapat terasa sangat mengganggu dan memengaruhi kualitas hidup. Artikel ini akan menjelaskan secara detail apa itu detak jantung terdengar di telinga, penyebab umum, serta langkah penanganan yang bisa dilakukan.

Apa itu Pulsatile Tinnitus?

Pulsatile tinnitus adalah jenis tinnitus yang ditandai dengan sensasi mendengar suara denyutan atau detakan yang persis mengikuti irama detak jantung. Suara ini bisa terdengar di salah satu telinga atau keduanya. Berbeda dengan tinnitus biasa yang umumnya berupa dering atau dengungan konstan, pulsatile tinnitus seringkali memiliki pola ritmis yang jelas.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh adanya perubahan aliran darah dalam pembuluh darah yang berada dekat dengan telinga. Selain itu, peningkatan kesadaran tubuh terhadap aliran darah normal juga bisa menjadi faktor pemicu.

Penyebab Detak Jantung Terdengar di Telinga

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan detak jantung terdengar di telinga. Identifikasi penyebab sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Beberapa penyebab umumnya meliputi:

  • Perubahan Aliran Darah: Pembuluh darah besar di leher atau dasar tengkorak, maupun pembuluh kecil di telinga, dapat mengalami perubahan aliran darah. Perubahan ini bisa menciptakan turbulensi suara yang terdengar.
  • Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan kekuatan aliran darah, sehingga suara aliran darah lebih jelas terdengar di telinga.
  • Aterosklerosis: Penumpukan plak kolesterol di arteri dapat mempercepat atau mengubah pola aliran darah, menyebabkan suara berdenyut. Kondisi ini membuat pembuluh darah menjadi kaku dan sempit.
  • Hipertiroidisme (Kelenjar Tiroid Aktif): Kelenjar tiroid yang terlalu aktif meningkatkan metabolisme tubuh dan aliran darah. Peningkatan aliran darah ini bisa memicu pulsatile tinnitus.
  • Anemia Parah: Kurangnya sel darah merah yang sehat (anemia) dapat membuat jantung bekerja lebih keras. Akibatnya, aliran darah terasa lebih kencang dan bisa terdengar di telinga.
  • Kehamilan: Peningkatan volume darah selama kehamilan dapat memperkuat sensasi aliran darah di seluruh tubuh, termasuk di dekat telinga.
  • Tumor: Tumor di kepala atau leher yang memengaruhi pembuluh darah di sekitarnya dapat mengubah aliran darah dan menyebabkan pulsatile tinnitus.
  • Kondisi Vaskular: Pembuluh darah abnormal, seperti kapiler abnormal, atau turbulensi aliran darah karena kelainan struktural pembuluh darah juga bisa menjadi penyebab.

Kapan Harus Periksa ke Dokter THT?

Detak jantung terdengar di telinga bukanlah kondisi yang bisa diabaikan, terutama jika sering terjadi atau sangat mengganggu. Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) jika mengalami kondisi ini.

Segera cari pertolongan medis jika suara berdenyut di telinga disertai dengan gejala lain, seperti pusing, gangguan penglihatan, atau penurunan pendengaran. Dokter THT akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mencari penyebabnya. Pemeriksaan dapat meliputi USG, CT scan, atau MRI untuk mendapatkan gambaran jelas tentang kondisi pembuluh darah di area kepala dan leher. Penanganan akan disesuaikan dengan diagnosis penyebab yang ditemukan.

Cara Mengatasi Detak Jantung Terdengar di Telinga Sementara

Meskipun penanganan definitif memerlukan diagnosis dokter, ada beberapa cara sementara yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala atau mencegah kekambuhan:

  • Hindari Pemicu: Kurangi konsumsi garam, kafein, alkohol, dan hindari merokok. Zat-zat ini dapat memengaruhi tekanan darah dan aliran darah.
  • Kelola Stres: Stres dapat memperburuk persepsi terhadap tinnitus. Latihan relaksasi, yoga, atau meditasi bisa membantu mengurangi stres.
  • Olahraga Teratur: Aktivitas fisik aerobik secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, yang secara tidak langsung dapat memengaruhi aliran darah.
  • Perhatikan Posisi Tidur: Hindari tidur miring terlalu lama pada satu sisi jika itu memicu atau memperburuk suara di telinga.
  • Hindari Bahan Asing di Telinga: Jangan mengorek telinga dengan benda tajam atau cotton bud, karena dapat menyebabkan iritasi atau cedera yang bisa memperburuk sensasi di telinga.

Pencegahan dan Rekomendasi Medis

Pencegahan pulsatile tinnitus sangat erat kaitannya dengan gaya hidup sehat dan pengelolaan kondisi medis yang mendasari. Menjaga tekanan darah tetap stabil, mengelola kadar kolesterol, dan memastikan kesehatan tiroid adalah langkah penting.

Apabila merasakan detak jantung terdengar di telinga secara sering atau disertai gejala lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, dapat mencari dokter spesialis THT atau spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat. Pemeriksaan dini dan penanganan yang akurat sangat krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup.