Ad Placeholder Image

Kolesteatoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis, & Pengobatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   25 Februari 2026

Kolesteatoma: Gejala, Penyebab, & Cara Mengobati Tuntas

Kolesteatoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis, & PengobatanKolesteatoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis, & Pengobatan

Mengenal Kolesteatoma: Kista Jinak di Telinga Tengah

Kolesteatoma adalah pertumbuhan abnormal jaringan kulit berupa kista jinak yang berkembang di telinga tengah, tepatnya di belakang gendang telinga. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi kronis atau bisa juga merupakan bawaan lahir. Meskipun bukan merupakan kanker, kolesteatoma dapat merusak struktur penting di telinga, termasuk tulang pendengaran, yang berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran permanen, masalah keseimbangan, hingga komplikasi pada saraf wajah.

Penanganan utama kolesteatoma adalah melalui operasi mastoidektomi untuk mengangkat kista dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk meminimalkan risiko kerusakan permanen pada fungsi pendengaran dan keseimbangan.

Gejala Kolesteatoma yang Perlu Diwaspadai

Gejala kolesteatoma seringkali berkembang secara bertahap seiring dengan pertumbuhan kista dan kerusakan yang ditimbulkannya pada struktur di sekitarnya. Beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Keluar cairan dari telinga yang berbau busuk (otorrhea): Cairan ini keluar secara terus-menerus.
  • Gangguan pendengaran: Penurunan kemampuan mendengar secara bertahap.
  • Tinnitus: Sensasi berdenging di telinga.
  • Vertigo: Pusing berputar yang disebabkan oleh kerusakan pada telinga bagian dalam.
  • Rasa penuh atau tekanan di telinga: Sensasi tidak nyaman seperti ada sesuatu yang menghalangi di dalam atau di belakang telinga.

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, terutama jika disertai dengan riwayat infeksi telinga kronis, segera konsultasikan dengan dokter THT untuk evaluasi lebih lanjut.

Penyebab dan Faktor Risiko Kolesteatoma

Kolesteatoma dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Infeksi telinga kronis (otitis media): Infeksi telinga tengah yang berulang merupakan penyebab paling umum kolesteatoma.
  • Disfungsi tuba eustachius: Gangguan pada tuba eustachius, saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung dan tenggorokan, dapat menyebabkan tekanan negatif kronis di telinga tengah. Tekanan ini dapat menyebabkan gendang telinga tertarik ke dalam (retraksi), membentuk kantong tempat kulit mati menumpuk dan berkembang menjadi kolesteatoma.
  • Kelainan bawaan (kongenital): Kolesteatoma dapat terjadi sejak lahir, meskipun kondisi ini jarang terjadi. Kolesteatoma kongenital seringkali ditemukan di belakang gendang telinga yang masih utuh.
  • Cedera pada telinga: Trauma atau cedera pada telinga juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya kolesteatoma.

Diagnosis Kolesteatoma: Pemeriksaan oleh Dokter THT

Diagnosis kolesteatoma biasanya dilakukan oleh dokter spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan) melalui serangkaian pemeriksaan, meliputi:

  • Otoskopi: Pemeriksaan telinga menggunakan otoskop, alat yang dilengkapi dengan lampu dan lensa pembesar, untuk melihat langsung ke dalam saluran telinga dan gendang telinga.
  • CT scan: Pemindaian CT scan dapat dilakukan untuk melihat tingkat kerusakan tulang yang disebabkan oleh kolesteatoma.

Hasil pemeriksaan ini akan membantu dokter menentukan ukuran, lokasi, dan tingkat keparahan kolesteatoma, serta merencanakan penanganan yang sesuai.

Penanganan Kolesteatoma: Operasi dan Pembersihan

Penanganan kolesteatoma bertujuan untuk mengangkat kista, mencegah komplikasi, dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada telinga. Beberapa metode penanganan yang umum dilakukan, antara lain:

  • Operasi (Mastoidektomi): Prosedur utama untuk mengangkat kista kolesteatoma secara menyeluruh. Operasi ini seringkali dikombinasikan dengan timpanoplasti untuk memperbaiki gendang telinga yang rusak.
  • Pembersihan: Pada kasus kolesteatoma yang terbatas, pembersihan kotoran kulit secara rutin oleh dokter THT dapat dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan kista.

Jenis penanganan yang dipilih akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, termasuk ukuran dan lokasi kolesteatoma, serta tingkat kerusakan yang terjadi.

Komplikasi Kolesteatoma yang Tidak Diobati

Kolesteatoma yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, antara lain:

  • Meningitis: Infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang.
  • Abses otak: Penumpukan nanah di dalam otak.
  • Kelumpuhan saraf wajah: Kerusakan pada saraf yang mengendalikan otot-otot wajah, menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi wajah.

Oleh karena itu, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter THT jika mengalami gejala kolesteatoma dan mengikuti rencana penanganan yang direkomendasikan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter THT jika mengalami infeksi telinga yang tidak kunjung sembuh atau mengalami gejala-gejala seperti keluar cairan berbau dari telinga, gangguan pendengaran, tinnitus, vertigo, atau rasa penuh di telinga. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius akibat kolesteatoma.

Rekomendasi Halodoc

Jika memiliki keluhan terkait kesehatan telinga, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter THT melalui aplikasi Halodoc. Dengan Halodoc, konsultasi dengan dokter dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Unduh Halodoc sekarang juga untuk mendapatkan solusi kesehatan yang mudah dan terpercaya.