• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Konsep Cita-Cita untuk Batita, Ketahui Hal Ini

Konsep Cita-Cita untuk Batita, Ketahui Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Konsep Cita-Cita untuk Batita, Ketahui Hal Ini

Halodoc, Jakarta - Ada banyak tugas yang perlu dilakukan orangtua kepada anak, salah satunya mengenalkan kepada mereka mengenai profesi dan pengalaman di luar kegiatannya sehari-hari di rumah. Tahukah kamu, bahwa merangsang berbagai kemampuan anak juga bisa dimulai saat anak menginjak usia 1 hingga 3 tahun? Pada umur tersebut, anak tidak hanya mengalami perkembangan kemampuan gerak motorik saja, mereka juga akan mengembangkan kemampuan bersosialisasi dan kemampuan berbicaranya. Sehingga cukup tepat untuk memberikan stimulasi mulai dari usia dini. 

Namun, orangtua tak perlu langsung memberikan stimulasi-stimulasi pada bidang-bidang spesifik yang seperti memintanya ikut kelas menari atau sebagainya. Yang paling penting adalah mengajak anak berkomunikasi dan menanyakan padanya apa cita-cita yang ia miliki. Apalagi anak-anak kerap berganti-ganti cita-citanya, sehingga orangtua perlu mendengarkannya guna mendukungnya untuk mewujudkan cita-citanya di masa yang akan datang.

Baca juga: Kalau Anak Punya Cita-Cita yang Unik, Orangtua Harus Apa?

Cara Memupuk Cita-Cita Sejak Kecil

Ada beberapa yang bisa dilakukan orangtua untuk mendukung cita-cita anak, yaitu:

  • Beri Dukungan. Apa pun cita-cita yang anak sebutkan, jangan menganggapnya mustahil. Jangan abaikan cita-cita mereka dan beri dukungan pada anak agar mereka miliki rasa percaya diri untuk mampu mewujudkannya kelak.
  • Beri Tantangan. Coba berikan sedikit tantangan supaya anak mau berpikir lebih luas dan mau mencari jalan keluar akan masalah yang ia alami. Dengan begini, anak belajar berpikir lebih rasional.
  • Kenalkan Tokoh Terkenal. Saat anak-anak sudah menyebutkan cita-citanya, maka tak ada salahnya untuk mengenalkan tokoh terkenal dengan profesi impian anal. Ini bisa membantu mereka lebih fokus lagi pada cita-citanya. Ceritakan juga lika-liku perjalanan karir tokoh terkenal tersebut sehingga mereka akan jadi lebih semangat.
  • Ajak Bermain Peran. Permainan adalah hal yang baik untuk mengasah kreativitas anak. Coba buat skenario untuk memainkan peran. Ajak juga teman-temannya untuk melakukannya bersama.

Baca juga: 4 Sikap Ibu yang Bisa Merusak Watak Anak

Pastikan Cita-Cita Anak Tidak Berlandaskan Materi Semata

Menanyakan alasan anak memiliki cita-cita tertentu juga perlu dilakukan. Dan penting agar mereka memiliki alasan yang bukan karena tujuan materi semata. Misalnya anak bercita-cita menjadi dokter untuk memiliki banyak uang, padahal menjadi dokter adalah tujuan mulia yakni untuk membantu menyembuhkan orang yang sakit dan bukan semata-mata mengenai uang. Jika orangtua merasa ada yang tidak pas, maka segera benarkan sejak awal. 

Jika suatu hari anak menyebutkan cita-cita sederhana semisal menjadi petani, maka sebaiknya orangtua tidak mencibirnya. Apalagi jika ia memiliki alasan yang mulia, seperti ingin agar orang-orang tidak kelaparan atau agar orang lain tidak alami kekurangan gizi. Orangtua harus paham bahwa mereka tidak perlu meremehkan cita-cita anak. Kebahagiaan adalah kekayaan yang nilainya melebihi materi. 

Cita-cita yang benar juga harus didasari oleh apa yang anak suka dan bakat yang ia miliki, bukan selalu apa yang dianggap benar oleh orangtua. Jadi, jangan sampai terjebak pada kondisi cita-cita yang umum saja.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan anak, misalnya anak yang memiliki suara yang bagus, ia tak hanya bisa menjadi seorang penyanyi tetapi juga penyiar radio, pembawa berita, atau pengisi suara. Apalagi dengan perkembangan zaman, ada banyak profesi baru bermunculan. Sehingga jangan menutup kemungkinan ini, dan biarkan anak memilih sendiri apa yang ia suka dan cocok untuknya. 

Baca juga: Tips Berkompromi dengan Ambisi Anak

Itulah tips mengenalkan konsep cita-cita pada anak. Namun jika suatu hari ibu menemukan anak mengalami gejala, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc. Dokter akan selalu siaga memberikan saran kesehatan sesuai kondisi yang anak alami. Tunggu apa lagi, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Oxford Learning. Diakses pada 2020. Types Of Goals Your Child Should Be Setting.
Get Ready. Diakses pada 2020. What Will I Be? Parent Guide.