Ad Placeholder Image

Kreasi Olahan dari Ubi Jalar: Enak dan Bikin Nagih!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Juni 2026

Kreasi Olahan Ubi Jalar Enak: Tradisional dan Kekinian

Kreasi Olahan dari Ubi Jalar: Enak dan Bikin Nagih!Kreasi Olahan dari Ubi Jalar: Enak dan Bikin Nagih!

DAFTAR ISI


Kolak ubi merupakan hidangan penutup khas Indonesia yang sangat populer, terutama saat bulan Ramadan. Perpaduan rasa manis dari gula merah, gurihnya santan, dan tekstur ubi yang lembut membuat makanan ini menjadi favorit banyak orang. Namun, tahukah kamu bahwa di balik kelezatannya, kolak ubi menyimpan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh jika dikonsumsi dengan cara yang tepat?

Ubi jalar sebagai bahan utama kolak merupakan salah satu sumber karbohidrat kompleks yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Mengonsumsi ubi jalar dapat memberikan energi instan namun tetap menjaga kestabilan gula darah dibandingkan dengan sumber karbohidrat sederhana lainnya. Hal ini menjadikannya pilihan yang baik untuk memulihkan energi setelah seharian beraktivitas atau berpuasa.

Meskipun menyehatkan, cara pengolahan dan bahan tambahan seperti santan serta gula perlu diperhatikan agar manfaat ubi tidak tertutup oleh kalori yang berlebihan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai kandungan nutrisi kolak ubi, manfaat kesehatannya, serta bagaimana cara menikmatinya tanpa rasa bersalah.

Nah, mau tahu apa saja keunggulan nutrisi dan tips mengolah kolak ubi yang menyehatkan? Berikut ulasannya!

Nutrisi dalam Semangkuk Kolak Ubi

Bahan utama kolak ubi adalah ubi jalar (Ipomoea batatas). Ubi jalar terdiri dari berbagai jenis, mulai dari ubi orange, ubi ungu, hingga ubi putih. Setiap jenisnya memiliki profil nutrisi yang sedikit berbeda, namun semuanya kaya akan mikronutrien penting. Ubi jalar orange sangat kaya akan beta-karoten, sementara ubi ungu mengandung antosianin yang tinggi sebagai antioksidan kuat.

Selain ubi, kolak biasanya menggunakan santan sebagai sumber lemak dan gula merah sebagai pemanis. Santan mengandung asam laurat, sebuah asam lemak rantai sedang yang memiliki sifat antimikroba. Gula merah atau gula aren juga mengandung sejumlah kecil mineral seperti zat besi, kalium, dan magnesium, yang lebih baik dibandingkan gula pasir putih biasa.

Dalam semangkuk kolak ubi ukuran standar (sekitar 200-250 ml), kamu bisa mendapatkan serat makanan yang cukup tinggi. Serat ini sangat krusial untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Untuk menunjang kesehatan pencernaan atau melengkapi kebutuhan harian, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan suplemen serat atau vitamin tambahan jika diperlukan.

Manfaat Ubi Jalar untuk Tubuh

1. Mendukung Kesehatan Pencernaan

Ubi jalar mengandung serat larut dan tidak larut. Serat larut dalam bentuk pektin dapat membantu melancarkan pembuangan sisa makanan, sedangkan serat tidak larut membantu menambah massa feses sehingga mencegah sembelit. Ini menjadikan kolak ubi sebagai camilan yang baik bagi kamu yang sering mengalami masalah buang air besar.

2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kandungan vitamin C dan beta-karoten dalam ubi jalar bekerja sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Beta-karoten dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang sangat penting untuk kesehatan lapisan mukosa saluran pernapasan dan sistem imun secara keseluruhan.

3. Menjaga Kesehatan Mata

Satu porsi ubi jalar orange dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan harian vitamin A. Vitamin A adalah nutrisi kunci dalam menjaga penglihatan tetap tajam dan mencegah kondisi degenerasi makula atau rabun senja.

4. Sumber Energi yang Stabil

Berbeda dengan camilan manis yang menggunakan gula pasir, kombinasi ubi jalar dan gula merah memberikan pelepasan energi yang lebih lambat. Ini membantu menghindari sugar crash atau kondisi di mana energi tiba-tiba anjlok setelah lonjakan gula darah yang drastis.

Tips Mengonsumsi Kolak Ubi yang Lebih Sehat
  1. Gunakan santan encer atau ganti sebagian santan dengan susu rendah lemak/susu almond.
  2. Kurangi takaran gula merah dan tambahkan kayu manis atau cengkeh untuk memperkuat aroma tanpa menambah kalori.
  3. Jangan konsumsi berlebihan, cukup satu mangkuk kecil sebagai makanan selingan.

Tips Sehat Menikmati Kolak Ubi

Walaupun memiliki banyak manfaat, kolak ubi bisa menjadi bumerang jika dikonsumsi berlebihan, terutama bagi penderita diabetes atau penderita gangguan lambung (GERD). Kandungan lemak dari santan yang tinggi dapat memicu asam lambung naik pada beberapa individu. Jika kamu merasakan keluhan setelah makan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

1. Modifikasi Bahan

Untuk membuat kolak ubi yang lebih sehat, kamu bisa mencoba mencampur ubi dengan bahan berserat tinggi lainnya seperti kolang-kaling. Kolang-kaling rendah kalori dan kaya akan kalsium serta air, sehingga bisa mengimbangi kepadatan energi dari ubi.

2. Waktu Konsumsi yang Tepat

Hindari makan kolak ubi sesaat sebelum tidur. Karbohidrat dan lemak dalam kolak memerlukan waktu untuk dicerna. Mengonsumsinya terlalu malam dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak dan gangguan tidur akibat rasa begah di perut.

Studi Mengenai Nutrisi Ubi Jalar

Journal of Food Quality menerbitkan studi di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa ubi jalar mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Senyawa ini terbukti secara ilmiah dapat membantu mengurangi stres oksidatif dalam tubuh.

Penelitian tersebut juga menyoroti bahwa proses perebusan yang dilakukan saat membuat kolak sebenarnya cukup baik dalam mempertahankan kandungan beta-karoten ubi, asalkan tidak dimasak dalam waktu yang terlalu lama dengan suhu yang terlalu ekstrim.

Kolak ubi adalah hidangan tradisional yang sarat akan gizi asalkan diolah dengan bijak. Kunci utama adalah moderasi dan pemilihan bahan tambahan yang lebih alami.

Jika kamu memiliki kondisi kesehatan khusus seperti diabetes atau obesitas, konsultasikan terlebih dahulu porsi yang aman dengan ahlinya. Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung di Toko Kesehatan Halodoc secara praktis.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah nutrisi dan diet yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. 6 Surprising Health Benefits of Sweet Potatoes.
USDA FoodData Central. Diakses pada 2026. Sweet Potato, raw.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Sweet Potatoes.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Tabel Komposisi Pangan Indonesia.

FAQ

1. Apakah kolak ubi aman untuk penderita diabetes?

Penderita diabetes harus berhati-hati karena kandungan gula merah dan indeks glikemik ubi. Konsultasikan dengan dokter untuk porsi yang aman atau gunakan pemanis rendah kalori.

2. Bolehkah makan kolak ubi saat diet?

Boleh, asalkan jumlahnya dibatasi dan tidak menggunakan santan yang terlalu kental. Ubi sendiri tinggi serat yang baik untuk mengganjal rasa lapar.

3. Jenis ubi apa yang paling sehat untuk kolak?

Ubi jalar orange dan ungu umumnya dianggap paling sehat karena kandungan vitamin A (beta-karoten) dan antosianin yang lebih tinggi dibandingkan ubi putih.

4. Apakah santan dalam kolak berbahaya?

Santan mengandung lemak jenuh. Jika dikonsumsi berlebihan, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Gunakan santan encer untuk pilihan lebih sehat.


Punya Pertanyaan Seputar Diet Sehat atau Nutrisi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung menentukan porsi makan yang sehat? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.