Ad Placeholder Image

Krepitasi: Penyebab, Gejala, Kapan Harus ke Dokter?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

Krepitasi: Bunyi Sendi, Penyebab & Kapan Harus ke Dokter?

Krepitasi: Penyebab, Gejala, Kapan Harus ke Dokter?Krepitasi: Penyebab, Gejala, Kapan Harus ke Dokter?

Krepitasi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Bunyi Gemeretak pada Sendi

Krepitasi adalah istilah medis untuk menggambarkan sensasi gemeretak, berderak, atau bunyi “klik” yang muncul saat sendi digerakkan. Kondisi ini umum terjadi dan seringkali tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus, krepitasi bisa menjadi tanda adanya masalah pada sendi yang memerlukan perhatian medis.

Apa Itu Krepitasi?

Krepitasi berasal dari bahasa Latin “crepitus” yang berarti derak atau bunyi berderak. Dalam dunia medis, krepitasi merujuk pada sensasi atau bunyi yang tidak biasa yang berasal dari sendi saat digerakkan. Sensasi ini bisa berupa gemeretak, berderak, “klik”, atau bahkan seperti gesekan. Krepitasi paling sering terjadi di lutut, bahu, leher, dan jari-jari, tetapi bisa juga terjadi di sendi lain.

Gejala Krepitasi yang Perlu Diwaspadai

Krepitasi sendiri adalah gejala, bukan penyakit. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin menyertai krepitasi dan perlu diwaspadai:

  • Nyeri sendi yang intens.
  • Pembengkakan di sekitar sendi.
  • Kemerahan atau rasa hangat pada sendi.
  • Keterbatasan gerak sendi.
  • Perubahan bentuk (deformitas) pada area sendi.

Jika krepitasi disertai salah satu atau beberapa gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter.

Penyebab Krepitasi yang Umum

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan krepitasi, antara lain:

  • Gelembung Gas: Pecahnya gelembung gas dalam cairan sinovial (pelumas sendi) adalah penyebab paling umum. Hal ini sering terjadi saat meregangkan jari atau menekuk lutut.
  • Osteoartritis (Pengapuran Sendi): Kerusakan tulang rawan menyebabkan gesekan langsung antar tulang.
  • Cedera Ligamen atau Tendon: Jaringan ikat yang bergesekan saat melewati tulang.
  • Patah Tulang (Fraktur): Ujung tulang yang patah bergesekan.
  • Emfisema Subkutis: Udara terperangkap di bawah kulit.

Bagaimana Krepitasi Didiagnosis?

Diagnosis krepitasi biasanya dimulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, gejala yang dialami, dan melakukan pemeriksaan pada sendi yang bermasalah. Dokter mungkin juga akan meminta pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Rontgen: Untuk melihat kondisi tulang dan sendi.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging): Untuk melihat jaringan lunak di sekitar sendi, seperti ligamen dan tendon.
  • USG (Ultrasonografi): Untuk melihat cairan di dalam sendi.

Cara Mengatasi Krepitasi dan Kapan Harus ke Dokter

Krepitasi yang tidak disertai rasa sakit biasanya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, jika krepitasi disertai nyeri, bengkak, atau keterbatasan gerak, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Istirahat: Hindari aktivitas yang memperberat sendi.
  • Kompres Dingin: Tempelkan kompres dingin pada sendi selama 15-20 menit beberapa kali sehari.
  • Obat Pereda Nyeri: Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen.
  • Fisioterapi: Latihan untuk memperkuat otot di sekitar sendi.

Kapan harus ke dokter? Segera konsultasikan dengan dokter jika:

  • Krepitasi disertai nyeri hebat.
  • Sendi bengkak, merah, atau terasa hangat.
  • Gerakan sendi terbatas.
  • Terdapat perubahan bentuk pada sendi.

Pencegahan Krepitasi

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu mencegah krepitasi:

  • Menjaga berat badan ideal.
  • Melakukan olahraga teratur, terutama olahraga yang tidak membebani sendi seperti berenang atau bersepeda.
  • Melakukan pemanasan sebelum berolahraga.
  • Menggunakan alat pelindung saat berolahraga atau melakukan aktivitas yang berisiko tinggi.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis di Halodoc

Krepitasi adalah kondisi umum yang seringkali tidak berbahaya. Namun, penting untuk memperhatikan gejala yang menyertai krepitasi. Jika krepitasi disertai nyeri, bengkak, atau keterbatasan gerak, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika Anda mengalami krepitasi yang mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi melalui aplikasi Halodoc. Dengan Halodoc, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Download Halodoc sekarang juga!