Ad Placeholder Image

Krusta: Penyebab, Jenis Warna, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Februari 2026

Krusta: Penyebab, Warna, & Cara Mengatasinya!

Krusta: Penyebab, Jenis Warna, dan Cara MengatasinyaKrusta: Penyebab, Jenis Warna, dan Cara Mengatasinya

Krusta atau koreng adalah kondisi umum pada kulit yang seringkali menjadi tanda proses penyembuhan luka. Namun, apa sebenarnya krusta itu? Bagaimana krusta terbentuk, dan apa yang membedakannya dari kondisi kulit lain yang serupa? Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai krusta, penyebab, jenis, serta cara penanganan yang tepat.

Apa Itu Krusta?

Krusta adalah lapisan kering yang terbentuk di permukaan kulit akibat cairan tubuh seperti nanah, darah, atau serum yang mengering. Krusta sering muncul di atas luka sebagai bagian dari proses penyembuhan alami tubuh. Kondisi ini berbeda dengan kusta, yang merupakan penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang kulit dan saraf.

Krusta dapat memiliki berbagai warna, tergantung pada komposisi cairan yang mengering:

  • Kuning: Biasanya berasal dari serum yang mengering.
  • Hijau: Umumnya berasal dari nanah yang mengering, menandakan adanya infeksi.
  • Coklat atau Kehitaman: Biasanya berasal dari darah yang mengering.

Penyebab Krusta

Krusta dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:

  • Luka yang terinfeksi bakteri atau virus.
  • Gigitan serangga.
  • Alergi (dermatitis kontak).
  • Menggaruk luka atau kondisi kulit yang gatal.

Salah satu contoh kondisi yang menyebabkan krusta adalah impetigo krustosa, jenis impetigo yang sering terjadi pada anak-anak dan ditandai dengan kerak kekuningan di sekitar mulut atau hidung.

Gejala Krusta

Gejala utama krusta adalah adanya lapisan keras atau kerak di permukaan kulit. Gejala lain yang mungkin menyertai krusta meliputi:

  • Nyeri atau gatal di sekitar area krusta.
  • Kemerahan atau peradangan pada kulit di sekitar krusta.
  • Pembentukan nanah jika terjadi infeksi.

Diagnosis Krusta

Diagnosis krusta umumnya dilakukan melalui pemeriksaan visual oleh dokter. Dokter akan memeriksa karakteristik krusta, seperti warna dan lokasi, serta mencari tanda-tanda infeksi atau kondisi kulit lainnya. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin mengambil sampel cairan dari krusta untuk diuji di laboratorium.

Pengobatan Krusta

Pengobatan krusta bertujuan untuk membersihkan area yang terkena, mencegah infeksi, dan mempercepat penyembuhan. Beberapa langkah pengobatan yang umum dilakukan meliputi:

  • Membersihkan area krusta dengan lembut menggunakan air hangat dan sabun ringan.
  • Mengompres area krusta dengan kain lembap untuk membantu melunakkan kerak.
  • Mengoleskan salep antibiotik jika terdapat tanda-tanda infeksi.
  • Menghindari menggaruk atau menggosok area krusta.

Pada kasus impetigo krustosa, dokter mungkin meresepkan antibiotik oral atau topikal untuk mengatasi infeksi bakteri.

Pencegahan Krusta

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terbentuknya krusta meliputi:

  • Menjaga kebersihan kulit dengan mencuci tangan secara teratur.
  • Membersihkan luka dengan benar dan menutupnya dengan perban steril.
  • Menghindari menggaruk atau menyentuh luka yang sedang dalam proses penyembuhan.
  • Mengelola kondisi kulit seperti eksim atau dermatitis untuk mencegah luka garukan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera обратиться к врачу jika krusta disertai dengan gejala-gejala berikut:

  • Tanda-tanda infeksi seperti demam, kemerahan yang meluas, atau keluarnya nanah.
  • Nyeri yang hebat.
  • Krusta yang tidak kunjung sembuh setelah beberapa minggu.
  • Krusta yang muncul tanpa penyebab yang jelas.

Krusta adalah kondisi kulit yang umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Namun, penting untuk menjaga kebersihan luka dan mencegah infeksi untuk mempercepat penyembuhan. Jika krusta disertai dengan gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Anda juga dapat memanfaatkan fitur konsultasi dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang cepat dan terpercaya.