Ad Placeholder Image

Kucing Melahirkan? Ini Panduan Lengkap yang Perlu Diketahui

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Mendampingi kucing peliharaan tidak bisa sembarang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Kucing Melahirkan? Ini Panduan Lengkap yang Perlu DiketahuiKucing Melahirkan? Ini Panduan Lengkap yang Perlu Diketahui

DAFTAR ISI


Masa kehamilan pada kucing umumnya berlangsung sekitar 63 hingga 65 hari. Bagi kamu yang memiliki anabul (anak bulu) di rumah, momen menanti kelahiran anak kucing bisa menjadi hal yang mendebarkan sekaligus membahagiakan. Namun, proses ini juga membutuhkan perhatian dan kesiapsiagaan dari pemiliknya.

Mengetahui secara pasti ciri kucing mau melahirkan sangatlah penting. Kucing seringkali menyembunyikan tanda-tanda awal persalinannya karena insting alami mereka untuk melindungi diri dari predator di alam liar. Oleh karena itu, jika kamu tidak jeli, kucing peliharaanmu mungkin akan melahirkan di tempat yang tidak terduga, seperti di dalam lemari atau di bawah tempat tidur, yang belum tentu aman dan higienis.

Dengan mengenali perubahan perilaku dan fisik yang terjadi menjelang persalinan, kamu dapat mempersiapkan lingkungan yang nyaman, hangat, dan aman bagi indukan kucing. Persiapan yang baik juga memungkinkan kamu untuk segera mengambil tindakan medis jika terjadi komplikasi yang tidak diinginkan selama proses persalinan.

Nah, mau tahu apa saja ciri-ciri kucing mau melahirkan dan bagaimana cara merawatnya? Berikut ulasannya!

Tanda Awal Kucing Akan Melahirkan

Kucing yang akan segera melahirkan biasanya menunjukkan kombinasi perubahan fisik dan perilaku. Beberapa tanda ini mungkin sudah terlihat beberapa hari sebelum persalinan, sementara yang lainnya baru muncul beberapa jam sebelum anak kucing pertama lahir.

1. Mencari Tempat Bersarang (Nesting)

Salah satu insting paling kuat pada kucing hamil yang mendekati waktu persalinan adalah mencari tempat yang tenang, gelap, dan tersembunyi untuk melahirkan (nesting). Kamu mungkin akan melihat kucingmu mulai masuk ke dalam lemari, mencari celah di bawah kasur, atau membongkar tumpukan baju bersih. Ini adalah waktu yang tepat bagi kamu untuk menyediakan kardus bersih yang dialasi handuk lembut di sudut ruangan yang tenang.

2. Penurunan Suhu Tubuh

Suhu tubuh normal kucing berkisar antara 38 hingga 39 derajat Celsius. Sekitar 12 hingga 24 jam sebelum proses persalinan dimulai, suhu tubuh indukan kucing akan turun secara signifikan menjadi sekitar 37 derajat Celsius. Jika kucingmu sudah terbiasa dan tidak stres saat diukur suhunya menggunakan termometer hewan, ini bisa menjadi indikator yang sangat akurat.

3. Perubahan Perilaku dan Lebih Vokal

Menjelang persalinan, kucing sering kali mengalami perubahan emosional. Beberapa kucing akan menjadi sangat manja dan selalu mengikuti pemiliknya ke mana pun pergi, sementara yang lain mungkin menjadi lebih agresif atau memilih menyendiri. Selain itu, kucing sering kali menjadi lebih vokal, mengeong terus-menerus, mondar-mandir, atau tampak gelisah karena mulai merasakan kontraksi awal.

4. Menjilati Area Genital

Seiring dengan mendekatnya waktu melahirkan, kucing akan secara naluriah membersihkan area genitalnya lebih sering dari biasanya. Hal ini dilakukan untuk membersihkan cairan ketuban atau lendir (mucus plug) yang mulai keluar dari jalan lahir. Lendir ini bisa berwarna bening atau sedikit kekuningan, dan merupakan tanda bahwa serviks (leher rahim) mulai membuka.

5. Hilang Nafsu Makan

Pada hari di mana kucing akan melahirkan, ia biasanya akan kehilangan selera makan. Hal ini disebabkan oleh tekanan dari anak-anak kucing yang semakin membesar di dalam perut, menekan lambung indukan. Selain itu, rasa tidak nyaman akibat kontraksi membuat kucing lebih fokus pada proses persalinan yang akan datang daripada makan.

Tips Persiapan Ruang Persalinan Kucing
  1. Siapkan kotak persalinan (kardus kokoh) yang cukup besar untuk indukan berbaring dan menyusui.
  2. Alasi kotak dengan perlak (underpad) dan handuk atau selimut yang mudah dicuci.
  3. Tempatkan kotak di ruangan yang sepi, minim cahaya, dan hangat.

Tahapan Proses Persalinan Kucing

Proses persalinan kucing secara medis dibagi menjadi tiga tahapan utama. Memahami tahapan ini akan membantu kamu mengetahui apakah persalinan berjalan normal atau membutuhkan intervensi medis.

1. Tahap Pertama: Pelebaran Serviks

Tahap ini bisa berlangsung antara 12 hingga 24 jam. Pada fase ini, serviks mulai melebar dan kontraksi rahim dimulai, meskipun kontraksinya belum terlihat dari luar. Kucing akan tampak gelisah, terengah-engah (panting), gemetar, dan mungkin muntah. Indukan kucing akan mulai menghabiskan banyak waktu di kotak persalinan yang sudah disiapkan.

2. Tahap Kedua: Pengeluaran Anak Kucing

Ini adalah tahap persalinan aktif. Kontraksi perut mulai terlihat jelas saat kucing mengejan. Anak kucing biasanya akan lahir dalam waktu 30 hingga 60 menit setelah kucing mulai mengejan kuat. Anak kucing bisa lahir dengan posisi kepala lebih dulu maupun kaki belakang lebih dulu (keduanya normal pada kucing). Indukan akan merobek selaput ketuban yang membungkus anaknya, menjilati wajah anak kucing agar bisa bernapas, dan memutus tali pusar dengan giginya.

3. Tahap Ketiga: Pengeluaran Plasenta

Plasenta (ari-ari) biasanya keluar bersamaan dengan anak kucing atau segera setelahnya (dalam waktu 10-15 menit). Kucing biasanya akan memakan plasenta tersebut. Ini adalah perilaku naluriah yang normal di alam liar untuk menyembunyikan jejak persalinan dari predator serta untuk mendapatkan nutrisi ekstra. Pastikan kamu menghitung jumlah plasenta yang keluar; jumlahnya harus sama dengan jumlah anak kucing yang lahir.

Tanda Bahaya Saat Kucing Melahirkan

Meskipun kucing umumnya mampu melahirkan sendiri tanpa bantuan manusia, ada kalanya komplikasi atau distokia (kesulitan melahirkan) terjadi. Kamu harus sangat waspada dan mengamati jalannya persalinan. Jika kucing mengejan kuat selama lebih dari 30 menit namun tidak ada anak kucing yang keluar, atau jika terlihat pendarahan segar yang sangat banyak dari jalan lahir, ini adalah kondisi darurat medis.

Selain itu, jeda waktu yang terlalu lama di antara kelahiran anak kucing (lebih dari 2-3 jam) padahal kamu yakin masih ada anak kucing di dalam perutnya, juga merupakan tanda bahaya. Pada situasi seperti ini, jangan mencoba menarik anak kucing sendiri jika kamu tidak memiliki keahlian medis. Sebaiknya, segera konsultasi dengan dokter hewan untuk mendapatkan panduan penanganan darurat atau segera bawa kucingmu ke klinik hewan terdekat untuk operasi caesar jika diperlukan.

Perawatan Pasca Persalinan

Setelah seluruh anak kucing lahir, indukan akan merasa sangat kelelahan namun akan langsung sibuk menyusui dan membersihkan anak-anaknya. Pastikan lingkungan tetap hangat, karena anak kucing yang baru lahir belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri dan sangat rentan terhadap hipotermia.

Fokus utama kamu setelah persalinan adalah memastikan indukan mendapatkan asupan kalori, cairan, dan kalsium yang cukup. Kucing yang menyusui membutuhkan porsi makan 2-3 kali lipat dari biasanya. Berikan makanan khusus kitten yang kaya protein dan lemak untuk indukan. Untuk melengkapi nutrisi indukan, kamu juga bisa beli produk kesehatan atau suplemen khusus hewan peliharaan yang tersedia secara online.

Pantau juga area puting susu indukan (kelenjar susu) setiap hari. Jika puting tampak merah, bengkak, keras, atau kucing menolak menyusui karena kesakitan, ia mungkin mengalami mastitis (infeksi kelenjar susu) yang membutuhkan penanganan medis segera.

Studi Mengenai Kehamilan dan Persalinan Kucing

Journal of Feline Medicine and Surgery menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan tentang manajemen persalinan normal dan distokia pada kucing. Studi ini menemukan bahwa komplikasi persalinan pada kucing (distokia) terjadi pada sekitar 3,3% hingga 5,8% kehamilan, di mana ras kucing tertentu seperti Persia dan Sphynx memiliki risiko yang lebih tinggi.

Penelitian tersebut menekankan pentingnya peran pemilik dalam mengobservasi tanda-tanda awal persalinan dan menghitung jeda waktu lahir antar anak kucing. Intervensi dokter hewan yang tepat waktu terbukti sangat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup baik pada indukan kucing maupun anak kucing yang baru lahir.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
ASPCA. Diakses pada 2024. Pregnancy in Cats.
Cornell University College of Veterinary Medicine. Diakses pada 2024. Feline Reproduction.
Journal of Feline Medicine and Surgery. Diakses pada 2024. Normal and abnormal parturition in the cat.
PetMD. Diakses pada 2024. Cat Giving Birth: What You Should Know.

FAQ

1. Berapa lama proses persalinan kucing biasanya berlangsung?

Proses persalinan aktif biasanya berlangsung antara 2 hingga 6 jam, tergantung pada jumlah anak kucing. Jeda waktu antara kelahiran satu anak kucing dengan anak kucing berikutnya berkisar antara 10 hingga 60 menit.

2. Apakah saya perlu membantu kucing saat memutus tali pusar?

Sebagian besar indukan kucing akan memutus tali pusar anaknya sendiri dengan cara menggigitnya. Namun, jika indukan tampak terlalu lelah atau mengabaikan anaknya, kamu bisa membantu memotongnya menggunakan gunting steril sekitar 2-3 cm dari perut anak kucing dan mengikatnya dengan benang bersih.

3. Kapan saya harus khawatir jika anak kucing belum lahir?

Kamu harus segera mencari bantuan medis jika kucing terlihat mengejan dengan sangat kuat secara terus-menerus selama lebih dari 30 menit tanpa hasil, atau jika sudah lewat 2-3 jam sejak anak kucing sebelumnya lahir namun perut ibu masih terlihat besar.

4. Makanan apa yang baik diberikan setelah kucing melahirkan?

Setelah melahirkan, indukan kucing sangat dianjurkan untuk diberikan makanan khusus anak kucing (kitten food). Makanan ini memiliki kandungan kalori, protein, lemak, dan kalsium yang jauh lebih tinggi dibandingkan makanan kucing dewasa, yang sangat dibutuhkan untuk produksi air susu yang berkualitas.